Sampingan

Kronologi Sejarah Nusantara
(Sebelum Masehi Hingga Awal Abad XX)
Waktu    Catatan Peristiwa

4 juta tahun SM    Es di kutub utara dan selatan mencair sehingga menggenangi daratan kecuali dataran tinggi. Sisasnya, yang tidak tergenang, menjadi wilayah benua dan kepulauan saat ini.
400000-350000SM    Munculnya manusia primitif pertama
40.000 SM    Munculnya Homo Sapien
5.000-3.000 Sm    Migrasi Besar-Besaran Ke Kalimantan Dari Propinsi Yunan. Genetisnya menurun pada suku Dayak
1500 SM    Penyebaran orang Melayu di bagian Asia ke Asia Tenggara. Sebagai akibat dari bencana alam dan peperangan, akibatnya ras asli kepulauan asli nusantara (Negrito dan Wedha terdesak ke pinggir)
± 1500 sm    Gelombang Pertama, Melayu Tua Masuk ke Tanah Nusantara. Di Nusantara waktu itu sudah ada ras Negrito dan Weda. Antara pendatang dengan ras asli terjadi kawin campur, sisanya yang tidak, terdesak ke pedalaman. Tercatat ada empat ras di Indonesia.
± 200 – 300 sm    Gelombang Kedua, Melayu Muda Masuk ke Tanah Nusantara
1.    Ras Negrito (Suku Tapiro di Papua)
2.    Ras Weda (Suku Towala, Sulawesi Barat dan Suku Kubu Sumatera Barat)
3.    Melayu Tua (Batak, Dayak)
4.    Melayu Muda (Jawa, Bali, Bugis, Makasar)
Dua ras pertama tergolong negroid dan yang kedua Mongoloid
300-200 SM    Migrasi gelombang 2 dari Tiongkok Selatan (Yunnan) disebut Melayu Muda, Pendapat lain menyebutkan perpindahan itu terjadi pada 500 SM dan sudah membawa kebudayaan  Dongsan (telah memakai logam sebagai alat bantu atau jaman perunggu) melalui jalur Malaysia barat.
78 M    Permulaan masuknya agama Hindu. Diperkirakan pada tahun tersebut sudah berdiri kerajaan yang bernafaskan Hindu. Dan sekaligus sebagai permulaan tahun saka.
400     Berdiri kerajaan Kutai Kertanegara; Pendirinya bernama Kudungga. Akan tetapi  raja yang dianggap sebagai pendiri (wangsa karta) kerajaan Kutai adalah Aswawarman, karena dia telah menganut agama Hindu. Kudungga tidak di kenal sebagai pendiri, dimungkinkan karena dia masih menganut agama nenek moyang.
Dan pada tahun yang sama agama Hindu dan Budha telah berkembang di Indonesia, hal ini dilihat dari peninggalan-peninggalan pada masa itu antara lain candi, patung dewa, seni ukir, dan baran-barang logam.
Des 1412- Mei 1413    Fa-Hien seorang rahib budha dari cina, singgah ke nusantara. Data laporan Fa Hien mengataklan bahwa tahun-tahun itu agama hindu mendominasi nusantara. Dan baru tahun 420, pangeran dari Kashmir, Gunawarman, datang menyebarkan ajaran budhisme di Nusantara.dan setelah itu budha segera menjadi agama kalangan atas.
500     Berdiri kerajaan Taruma Negara, Kerajaan ini menganut agama hindu berita dari dinasti Siou menyebutkan bahwa pada tahun 528 dan 535 telah datang utusan dari kerajaan To-lo-mo ke Cina. Ditafsirkan bahwa To-lo-mo adalah sebutan Cina dari kerajaan Taruma Negara dan raja terkenal bernama Purnawarman,
502-506    Merujuk pada laporan resmi dinasti liang muncul berita tentang kerajaan “Ko-Ling” di “Cho p’o. nama-nama ini ditafsirkan para ahli sebagai kerajaan kalingga di jawa, tapi di jawa tengah bukan di jawa barat seperti halnya kerajaan tarumanegara.
644     Berdiri kerajaan melayu; Menurut berita Tionghoa pada tahun itu kerajaan Malayu mengirimkan utusan ke Tiongkok untuk mempersembahkan hasil-hasil buminya pada kaisar, dan kerajaan ini berpusat di Jambi.
571         Kelahiran Nabi Muhammad SAW
622             Nabi Muhammmad Hijrah ke Madinah dan permulaan tahun     Hijriyah.
632         Wafatnya Nabi Muhammad
664-667    Berita kunjungan pendeta budha bernama hoewi-ning di kalingga jawa. Dan pada abad VII dikatakan agama budha sudah menyebar luas. Beda dengan waktu kunjungan fa-hien. Dan psca kunjungan ini mnelaporkan sumatra sudah menjadi puast pengkajian agama budha.
683      Ditaklukanya kerajaan melayu oleh kerajaan Sriwijaya dan Melayu menjadi bawahan kerajaan Sriwijaya.
Tahun itu di peroleh mengacu pada Prasasti Kedukan Bukit, yang berangka tahun 605 saka (683 M).
Masa keemasan Sriwijaya pada awal abad ke-13. Menurut berita Cina oleh Cau Jhu Kua. Dia juga menyebutkan  bahwa pada abad ke-12 adalah masa kemunduran Sriwijaya yang diakibatkan oleh serangan dari sekutunya yaitu kerajaan Cola untuk merebut wilayah perdagangan. Kerajaan Sriwijaya sempat menjadi pusat agama Budha di Asia.
692     Awal mula ekspansi Islam di Nusantara.
732     Berdiri kerajaan mataram Hindu (sumber dari prasasti canggal)
Ada yang berpendapat bahwa ada dua wangsa yang berkuasa di mataram yakni Sanjaya dan Syailendra, akan tetapi menurut beberapa pendapat yang lain Sanjaya adalah keturunan dari Dapunta Syailendra, Raja pertamanya Sanjaya, karena Sanjaya berhasil menyatukan Mataram yang sebelumnya sempat pecah antara wangsa Syailendra
907    Terdapat prasasti balitung yang menyebutkan Raja-raja dari Mataram yaitu Rakai Panangkaran (Pengganti Sanjaya)-Rakae Panunggalan-Rakai Kayuwang (856-886)-Rakai Watuhu Malanga (886-898)-Rakai Balitung (yang membuat Prasasti) (898-910)
910-924    Setelah pemerintahn Balitung, Matarap dipegang olah Dakasa, Rakran Maha mantri I Hino. An kemudian digantiakn oleh Tulodong (911-924) kamudian Sri Wijayalokanamottunga (924-929). Adapun dari kepemimpinan raja tersebut tidak banyak diketahui perkembangn kerajaannya.
924-947    Mataram dipindahkan  ke Jawa Timur olah Empu Sendok yang tidak tahu mengapa keberpindahan kerajaan Mataram tersebut. Adapun menurut beberapa ahli keperpindahan itu diakibatkan oleh beberapa hal, yaitu karena serangan Sriwijaya, atau letusan gnung merapi, artau karena Kesubuan Jawa timur ( yaitu daerah sungai brantas). Pada waktu kepemimpinan Sindok Mataram mengalami kemajuan yang sangat pesat baik dibiang ekonomi (karena daerahnya terletak di pinggiran sungai brantas yang dijadikan sebagai pusat perdagangan) juga dibidang Agama yang pada waktu itu ditulis kitab Buddha (Shang Hyang Kamahayanikan) yang berisi tentang uraiam ajran Buddha Tantrayana yaitu yang dibuat pada waktu Kepemimpinan Sindok (merkipun ia beragama hindu.  
Menurut prasastu yang dibuat oleh Airlanga bahwa ang menggantikan Sindok adalah Putrinya Sri Ishanatunggawijaya yang menikah dengan Lokapala dan kemudian dilanjutkan oleh Makutawangsawardhana.
943     Mataram yang sudah di pindah ke jawa timur oleh Empu Sendok (karena meletusnya gunung Merapi tahun 929 M) mengalami kemerosotan. Ketika dipimpin oleh Darmawangsa Teguh, kemudian Airlangga mengembalikan kejayaan Mataram.
990-1007    Penerjemahan kitab Mahabarata dari Sansekerta ke Jawa Kuno. Pada masa pemerintahan Darmawangsa Teguh.
991     Sriwijaya menyerang ke Jawa tapi gagal.
1006.      Sriwijaya menghancurkan kerajaan mataram di Jawa Tengah.  
1019-1041     Muncul penyair terkenal Empu Kanwa yang menulis buku Arjuna Wiwaha
Pada masa pemerintahan Airlangga
1028-1035    Airlangga turun tahta dan membagi kerajan menjadi dua yaitu Panjalu atau kadiri dengan ibukota Daha, dan Jenggala yang beribukotakan di Kahuripan. Setelah pembagian Kerajaan oleh Airlangga terjadi perebutan hegemoni diantara dua kerajaan tersebut dan Akhirnya Panjalu berkuasa dan jenggala menjadi kerajaan bawahan.
1030     Kerajaan Sunda dengan Raja Srijaya Bupati.
1115-1134     Pemerintahan Kamiswara I. Pada jaman ini Empu Darmaja menciptakan Smaradana.
1135-1160     Jayabaya memerintah. Raja sekaligus dikenal ahli nujum. Masa ini Empu Sedah menerjemahlkan sebagian Mahabharata. Dan juga ada pujangga yang lain yaitu Empu Panuluh.
1160-1171             Sarweswara I memerintah
1171-1181         Areyyeswara Memerintah
1181-1185         Kroncharyadipa
1185-1194         Karmicwara II
1190         Kerajaan Galuh dengan Rajanya Ratu Pusaka
1194-1200         Sarweswara II
1200-1222      Kertajaya
1222     Kertajaya diikalahkan oleh Ken Arok.
1222-1227     Pemerintahan Ken Arok bergelar Rajasa, dan menobatkan sebagai Raja pertama Singhasari yang pusatnay di Tumapel.
1227          Ken Arok dibunuh oleh Anak tirinya Anusopati. Anusopati adalah anak Ken Dedes dari Tunggul Ametung. Tunggul Ametung sendiri dibunuh oleh Ken Arok untuk merebut Kerajaan dan Ken Dedes.
1227-1248          Pemerintahan Anusopati.
1248          Tohjaya memerintah
1248-1268     Ranggawuni (Wisnuwardana)
1268-1292         Kertanegara, Raja terakhir dari kerajaan Singhasari
1275     Ekspedisi ke Melayu, Sriwijaya ditaklukan.
1284      Ekspedisi ke Bali
1289     Hubungan antara Singhasari dengan Kubilai Khan memburuk
1291.      Marcopolo singgah di Kalimantan, Sumatera dan Malaka.
1292     Dalam serangan atas Singhasari oleh Jayakatwang anak Kertajaya, Kertanegara terbunuh dan Jaya Katwang menjadi Raja di Singhasari.
1293     Angkatan laut dari Tingkok dibawah pimpinan Hei Mi, Kan, Hsing dan His Pi berlabuh di Tuban dengan tujuan untuk menyerang Kertanegara yang telah menghina Raja Kubilai Khan. Akan tetapi Kertanegara sudah meninggal dan digantikan oleh Jayakatwang. Raden Wijaya menatu dari Kertanegara  menggunakan kesempatan ini untuk menggunakan pasukan Tiongkok untuk merebut kekuasaan dari tangan Jayakatwang.dan akhirnya Wijaya berhasil merebut kembali Singhasari dan juga mengusisr tentara Tiongkok dari bumi Putra.
1293-1309     Raden Wijaya mmerintah Kerajaan dan menyatukan kerajaan menjadi Majapahit dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana
1309-1328     Pemerintahan Jayanegara
1328-1350     Prabu Kenya atau Tribuana Tungga Dewi memerintah.
1333         Kerajaan Pajajaran, dengan ibukota Pakuan, Rajanya Ratu Purnama
1350-1389 /1369    Pemerintahan Hayam Wuruk dan menjadi masa keemasan Majapahit. Hanpir seluruh Nusantara dikuasai, dan untuk pertama kali dipakai kata Nusantara. Pujangga pada waktu itu antara lain Empu Prapanca menulis Negarakertagama, Empu Tantular yang menulis Sutasoma.
1364     Patih Gajahmada meninggal, yang telah kurang lebih 33 tahun menduduki jabatan sebagai patih
1389/1369-1400          Pemerintahan Wikramawardhana denagn gelar Hyang Wisesa. Pada masa pemerintahannya  banyak terjadi gejolak yamg melanda di kerajaan diakibatkan terjadi perebutan kekuasaan anatar keluaraga Kerajaan ayaitu anatar Brhe Wirabhumi yang pada waktu itu berkedudukan di Blambangan dengan Wikramawardhana yang merupakan masih keluarga dari Raja Hayam Wuruk.
1400    Wikaramawardhana menjadi Begawan atau Pendeta dan Kerajaan diserah kan kepada Rani Suhita dan ini dianggap oleh Wikramawardhana telah meninggalkan musyawarah keluarga.
1401-1428    Tanpa terduga Wikramawardhana kembali menjadi Raja Di Majapahit. Dengan ini menyebabakan meruncingnya kembali perselisiahan antara Majapahit denan Blambangan.
1404-1406    Setelah tiga tahun Wikramawardhana memerintah, peperangan antara Majapahit dan Blambangan meletus selama 3 tahaun. Parang inilah yang disebut dengan pereng Paregrek karena peperangan ini berlangsug dengan tarik ulur pasukan dan dengan tersendat-sendat. Akhirnay dalam pertikaian ini dimenangkan oleh Wkramawardana dan akhirnya Wabhumi terbunuh dalam pelarian oleh Bre Anggabhaya Narapati
1419         Mulai perkembangan Islam di Jawa Timur
1426.    Kelaparan melanda Jawa
1429-1447     Pemerintaha Suhita. Pada masa pemerintahan Suhita terjadi beberapa pemberontakan. Pada tahun 1437 terjadi pemberontakn olah Brhe Daha yang diceritakan bahwa Bhre daha berhasil memduduki tahta Majapahit. Akhirnya rani suhita meminta bantuan kepada Ara Damar untuk menumpas pemberontakan tersebut. Arya Damar Adalah anak dari saudara laki-laki Suhita yaitu Kertawijaya dengan Endang Sasmitapura.
1447-1451    Pada tahun ini Suhita Mangkat. Karena tidak dikaruniai seorang anak maka yang berhak untuk menggantikan adalah saudara laki-lakinya yaitu Kertawijaya dengan gelar Sri Kertawijaya Wijaya Parakramawardhana atau Raden Alit (Brawijaya V). Menyebut dengan gelar Brawijaya  mengingat bahwa Kertawijaya adalah raja laki-lak yang sah Yang memerintah Kerajaan Majapahit. Urutan yang ke lima yaitu, Sangrama Wijaya- Jayanegara- Hayam Wuruk-Wikramawardhana
1451-1453    Raja Swardhana yang memrintah dan berkaraton di Kahuripan.
1453-1456    Masa kekosongan raja di majapahit
1456-1466    Bhre Wengker memerinyah di Majapahit dengan gelar Hyang Purwa Wisesa
1466-1468    Brhe Pandansalas dengan gelar Suraprabhawa/ Singha Wikramawardhana
1468    Kretabhumi (anak bungsu Rajasawardhana)
1473     Kediri  atau Karajaan Daha memisahkan diri dari Majapahit oleh Singhawikramawardhana.
1474    Singhawikramawardhana wafat dan digantikan oleh anaknya yaitu Ranawijaya yang bergelar Bhatara Prabhu Girindrawardhana. Pada masa pemerintahanya is berhasil mengalahkan Kretabhumi di Majapahit dan sekaligus Mengusir Raja-raja keturunan Raden Wijaya.
1486    Pada prasasti yang dibuatnya ia menobatkan diri sebagai Raja Wilwatikta Jawanendradipa ing Daha jenggala Kediri.
Banyak pendapat yang mengatakan bahwa Maja pahi truntuhpada tahun saka 1400 atau 1478 M yang ditandai dengan adanya sangkala yamg berbinya sirna ilang kretaning bhumi. Dugaan itu hanya menunjuk kejatuhan ibu kta Majapahit yaitu Trowulan dan hilangnya Raja Brhe  Kretabhumi. Keberadaan Majapahit sebagainagara sebenarnya masih ada di pedalaman yang dipimpin oleh Girindgawardhana. Hal itu terbukti dengan di ketemukannya prasasti Jiyu yang angka tahun 1486 yang dibuat oleh Girindrawardhana. Menurut catatan historis yang dibenarkan oleh oleh catatan Portugis bahwa kerajaan Majapahit baru runtuh secara de-facto setelah diserang oleh pasukan dari Kudusdan Giri pada tahun 1449 saka 1527 Masehi.
1504 – 1548    Sultan Trenggono berkuasa di Demak. Sultan Trenggono adalah Raja ketiga Demak, menggantikan Adipati Unus dan Raden Patah. Pada masanya, kerajaan Demak melakukan ekspansi ke arat barat dan timur. Diceritakan, Sultan Trenggono wafat dalam ekspedidi penaklukannya di Panarukan tahun 1546 (De Graaf –  TH Pigeaud – Sartono Kartodirdjo)
1509    Portugis tiba di Malaka
1511    Portugis Merebut Malaka, jalur perdagangan nusantara dikuasainya.
Dipimpin oleh raja muda Portugis, Alfonso d’Alburqueque. Sepanjang abad ke-16, Malaka menjadi kubu pertahanan yang kuat bagi Portugis di kawasan Asia Tenggara.
1511    Mulai berbeloknya perdagangan Eropa, dari misi berdagang menjadi missi menguasai
1512.    Francisco Serao sampai ke Maluku dan memberi kabar tentang kekayaan alam  nusantara kepada Magellan.
1512 – 1513      Demak menyerbu Portugis di Malaka dan kalah
Dalam pertempuran laut, Demak beserta angkatan laut gabungan dari Jawa dan Palembang, kalah dari kekuatan laut Portugis (Pigeaud-De Graaf). Narasi sastra Pramoedya Ananta Toer mengisahkan, kekalahan tersebut berawal dari faktor-faktor konsolidasi kekuatan yang tidak maksimal – Tuban diceritakan (sengaja) terlambat lima hari; kapal-kapal Portugis yang lebih ramping dan gesit; pasukan Demak terlalu cepat menyimpulkan kemenangan hingga menjadi lengah; dan kekalahan strategi [Arus Balik, Pramoedya Ananta toer]
1513         Berdiri kerajaan Demak yang beragama Islam yang dipelopori oleh Para Wali Songo. Raja pertama adalah Raden Patah
1518     Adipati Unus mencoba merebut Malaka dari tangan Portugis
1520     Kejatuhan Majapahit seluruhnya
1520    Perjanjian antara fatahillah dengan Portugis
1521     Pasai jatuh ketangan Portugis
1522    Henrique Leme ( Portugis ) memperoleh izin dari Pajajaran untuk mendirikan benteng di  Sunda Kelapa.
1522    Gubernur Portugis  menginjinkan untuk mendirikan benteng
1524    Sultan Trenggono di angkat jadi sultan. Dan majapahit badu bias diruntuhkan pada 1527.
1527     Falatehan menaklukan dan menguasai Banten, merubah nama menjadi Jayakarta dan menjadi penyiar Islam di Jawa Barat. Kerajan Banten masih di bawah Demak. Pada tahun ini pula Majapahit runtuh
1527    Majapahit runtuh, Demak berkonsolidasi ke Jawa bagian Barat, Sunda Kelapa direbut Fatahillah. Pada tahun 1522 Alfonso d’Alburqueque mengadakan perjanjian di Sunda Kelapa untuk menjadikan tempat itu sebagai benteng Portugis – Sunda kelapa dirubah nama menjadi Jayakarta
1568     Banten melepaskan diri dari Demak
1570         Falatehan wafat dan dimakamkan di Gunung Jati
1569     Tanda kekuasaan Demak dipindah ke Pajang oleh Kyai Gede Pemanahan
1575     Kyai Gede Pemanahan wafat
1575-1601        Sutowijoyo, putra Kyai Gede, menobatkan menjadi Raja pertama Mataram.
1586     Pajang dan Mataran menjadi satu kekuasaan.
21 Maret 1595,     Kelompok dagang dari belanda yang dipimpin oleh Corneleis De Houtman berangkat dari Belanda
1595 (21 Maret)    Cornelis de Houtman berangkat dari Nederland tiba satu tahun kemudian. Bermula dari Konflik politik dan dagang antara Portugis,
22 Juni 1596,    Corneleis De Houtman tiba di Banten.  melakukan perdagangan di banten
1596      Cornelis D. H merasa terancam perdagangannya dengan Mataram
1598    Dirubahnya liga perdagangan dengan nam VOC
1600.    Elizabeth I meresmikan East India Company.
1601-1623          Mas Jolang memerintah
1602 (20 Maret)    VOC  berdiri.  Spanyol dan Belanda ketika Philip II menjadi raja di Portugis. Kepentingan dagang Belanda diblokade di Spanyol sehingga Belanda mencari lahan baru untuk berdagang. Pelayaran de Houtman disertai oleh kelompok-kelompok dagang (swasta) yang memiliki kepentingan masing-masing. VOC dibentuk untuk ‘mengatasi’ kepentingan tersebut – di bawah otoritas Dewan Hindia/ 17 Tuan (De Hareen XVII)
1602    Cornelis D. H mengontrak pangkalan pada Wijayakarta di Banten, meskipun sudah ada perjanjian tidak diperbolehkan untuk dijadikan pangkalan
1605    Kompeni menguasai Ambon
27  Nov 1609,     Pieter Both menjadi Gubernur Jenderal peretama VOC.
1610    Pendirian Loji Belanda di jayaakarta
1611    Jan    Pieter Both menandatangani kontrak dengan penguasa Jayakarta, Wijaya Krama untuk memakai 1 ha tanah di desa tersebut seharga 1200 ringgit sebagai tempat rendez-vouz.
1611    Dari sewa kepada Pangeran Wijayakrama, akhirnya Belanda memiliki pangkalan di Batavia setelah sembilan tahun (1602-1611) bergerak tanpa pangkalan
1612    VOC mengontrak pasukan bayaran dari Hirado, Jepang.
1613-1645     Sultan Agung berkuasa di Mataram
1614    Parlemen  Nedrland menyatakan berakhirnya perjanjian Antwerpen.
1616    J.P. Coen berhasil mengukuhkan pangkalan
1617
    Bulan November De Heeren XVII memerintahkan VOC untuk melaporkan pelaksanaan tugas mereka termasuk pelaksanaan moral Kristen. Satu bulan kemudian, Belanda mengeluarkan peraturan bahwa daerah manapun yang dipilih sebagai tempat rendez-vouz harus diberi nama Bataaf.
1617    Penguasa tertinggi VOC di Belanda (de Herren) memerintahkan pejaabtanya untuk  melaporkan tugas pelaksanaan moral kristen
1618    J.P. coen menjadi gubernur jendral ke-4
8 Agustus 1618    Loji VOC di Jepara di bakar
1618
        Pada bulan Juni Jan Pieterszon Coen menjadi Gubernur Jenderal VOC. Bulan Agustus tanggal delapa Loji VOC di Jepara terbakar. 20 Agustus Pangeran Gabang sebagai wali Banten datang ke Jayakarta. Bulan Desember, Armada Inggris dengan komando Thomas Dale tiba di Selat Sunda dan menyerang kapal-kapal VOC pada tanggal 5 Desember.
1618    Jp. Coen menjadi Gubernur Jenderal II menggantikan de Houtman.
1.    Orang ini dikenal cerdik dan tekun. Dia tahu bahwa Banten, Mataram dan Inggris saling menunggu untuk  menyerang VOC. Kesempatan ini digunakan VOC untuk membangun benteng pertahanan.
2.    Lebih dari itu, JP Coen selanjutnya berhasil membombardir Yogyakarta dan menembak Kapal Inggris di Selat Malaka untuk kemudian lari ke Malaka. Ketika meninggalkan 100 serdadu di Jayakarta, dia memberi pesan cerdik: apabila terdesak serdadu diminta menyerahkan benteng ke Inggris sementara isinya diserahkan ke Jayakarta. Namun lima bulan kemudian setelah dia pulang dari Maluku, benteng masih tinggal utuh.
1618    J.P.Coen berhasil menyerang keraton jayakarta dan kapal Portugis
30 Mei 1619    Jayakarta di ubah menjadi Batavia (merupakan rendez vous)
1619    J.P. Coen mendirikan  pos daqgang di gresik.
6 juli 1619
1619    Membentuk 3 kelompok masyarakat berdasarkan pada Ras, Jenis, pekerjaan dan Catu
1)    kelompok Eropa ( serdadu, tukang,   ) mendapatkan 2 kg daging
2)    kelompok hitam dan cina, mendaptkan beras dan 2,5 golden
3)    kelompok burger  ( Warga bebas ) , tidak mendaptkan catu, tetapi boleh membeli beras selama tersdia beras.
Belanda membuat peraturan bahwa orang yang telah didatang belanda ke batavia tidak diperbolehkan untuk keluar ari batvia maka dibuatlah benteng batavia. Peraturan yang lain adalah tidak diperbolehkan melakukan pekerjaan diluar pekerjaan yang telah disediakan.Di Batavia orang Jawa dianggap orang asing
    Mei  VOC  menguasai  Jayakarta
    30 Mei    J.P Coen meresmikan Jayakarta menjadi Batavia
    6 Sept.    Keluar ordonansi yang malarang penduduk mengambil hasil hutan.
    6 Sept.    Keluar ordonansi yang malarang penduduk mengambil hasil hutan.
    6 Sept.    Keluar ordonansi yang malarang penduduk mengambil hasil hutan.
    11 Okt    Bencon/ Jancon/ Gouw Tjai dipilih menjadi kapiten untuk kelompok cina yang pertama kali.
19 Okt 1619    VOC melarang orang Jawa masuk kota.
1619    Diundangkan peraturan kependudukan; penduduk pribumi Jayakarta diusir; Batavia berdiri. 1 Oktober melalui UU kependudukan, penduduk dipilah dalam lima golongan: 1) Eropa: serdadu, tukang, magang; 2) Orang Hitam dan China; 3) Para Istri dan budak yang bekerja pada VOC; 4) Anak-anak VOC; 5) Golongan Burgens, Frijmen. Waktu itu penduduk ASLI disebutkan untuk ORANG KULIT PUTIH dan ASING disebutkan untuk ORIBUMI JAYAKARTA Demi stabilitas Batavia penduduk dilarang keluar dan orang di luar Batavia dilarang masuk.
29 maret 1620    Dibentuk instansi untuk mengatasaoi perselisihan warga kota
1 oktober 1620    Peresmian berfungsinya dua jawatan pokok (jawatan penerima barang, pajak dan memberi lisensi serta jawatan untuk mengeluarkan surat jalan)
29 Maret 1620    Berdiri Bailluw/ Sheriff yang menangani perselisihan hukum antara VOC dan waega kota di Batavia.
1 Juli 1620    Berdiri Dewan Pemangku Hukum yang menangani perselisihan hukum antara VOC dengan warga asing.
1 Okt    1620    Berdiri Ontvanger ( Jawatan yang berwenang menerima barang, pajak dan memberi lisensi. Selain itu juga berdiri Syahbandar, yaitu jawataan yang berfungsi mengeluarkan surat jalan.
I Nopember 1620    Ijin usaha yang pertama oleh VOC, oleh otvanger. Izin ini untuk memberi kuasa menimbang semua barang dagangan yang masuk ke batavia dari berbagai wilayah di nusantara.
4 desember 1620    di bentu organisasi keamanan yang menjaga kota siang malam (Schutterij) yang didalamnya adalah budak dari pantai india dan belanda.
1620.    VOC memberi hak istimewa kepada Siauww Bing Kong dan Gou Tjai untuk menimbang barang. Sub kontrak pertama VOC kepada Non-Eropa
1621    Terjadi perang Banda yang mengakibatkan diangkutnya 800 orang Banda sebagai budak ke Batavia.
2 Juni 1622

4 Des        Diberikannya izin kepada warga Cina  untuk mengoperasikan rumah potong dan memeriksa serta memungut pajak atas produk hewani.
    Dibentuk Schutrerij, yaitu badab yang menampung budak dan bekas budak yang bertugas menjaga kota siang dan malam.
13 Maret 1623    Kepala Pemegang Saham ditunjuk oleh VOC.
1621-1623    Coen mengepung malaka dan goa tapi gagal
6 mei 1623    Masyarakat jepang memperoleh lisensi dalam pengadaan sirih serta pinang
1624    Orang jawa diperbolehkan masuk Batavia untuk berdagang di tempat yang telah ditentukan.
1624    Orang Jawa diperbolehkan masuk kota.
1626    31 Ags Warga Jepang  di Batavia memperoleh lisensi dalam pengadaan perdagangan tembakau.
1627     3500 orang didatangkan ke banten dengan digaji oleh belanda
1628-29    Pemberontkan sultan agung terhadap VOC, Orang Jawa kembali dilarang berdagang di Batavia
1629.    Tanaman Tebu di perkenalkan di Banten.
1633    Banten tidak meu berunding dengan Belanda
1635    Pecah perlawanan rakyat maluku terhadap monopoli VOC
1635    Setelah Banten mau berunding dengan Belanda, Banten diijinkan ke Batavia, dilakukan pemilahan masyaraat menjadi 5 kelompok 1- 5 tidak mempunyai catatan
1636    Antonio Van Diemen menjadi Gubernur Jenderal VOC.
1641    VOC menguasai Malaka dengan merebut dari Portugis.
5 Juli 1642    Dibentuk Konsolidasi Peraturan Kota Batavia dalam Kodifikasi Hukum yang menjadi akar hukum dari Hindia-Belanda.
1642    VOC menghentikan surat menyurat dengan mataram  dan juga menghancurkan jaringan perdagangan asia di maluku.saat itulah kekuasaan lokal di tindas VOC
1645    Maluku bebas dari Banten, Mataram berdamai dengan VOC
1645    Maluku bebas dari Banten, Mataram berdamai dengan VOC
1651    Dilakukan peng-KTP-an
1646    Februari Sultan Agung wafat, yang kemudian mengakibatkan Mataram mau berdamai dengan VOC.
1650- 1963    Corel Reyniersz  menjadi Gubernur Jenderal VOC menggempur portugis samapai jazirajh India
1651    VOC membangun kembali lojinya di Jepara
1645-1677     Amangkurat I berkuasa di Mataram
9-24 Februari 1651    Keluar peraturan yang m,engatur dan menegaskan prinsip-prinsip penataan dan pemilahan penduduk.
1652    Oktober VOC menyerang Portugis di Srilanka.
1653    Joan Maetsyuker menjadi Guber4nur Jenderal VOC.
1655    Maluku dikuasai VOC.
12 Mei  1656
23Mei    

25 Juli    

29 Des    Colombo dikuasai VOC.
    Terjadi pemilahan kelompok pada penduduk lagi yaitu Jawa Barat ( yang berada antara Batavia dan Pekalongan di bawah kekuasaan Adipati Djajadiningrat ). Dan Jawa Timur ( antara Pekalongan dan Jepara dibawah Adipati Tsitra Soema )
    Keluar ordonansi yang mengharuskan seluruh lelaki Jawa dewasa untuk keluar dari kota sementara keluarganya harus tetap didalam kota
    Keluar ordonansi yang melarang Mardijkers membangun rumah diluar dinding kota kecuali dengan tembok
1657    VOC menaklukkan mataram di tandatangai perjanjian bongaya
4 Ags 1657
    Kelompok Banda dan Mardijkers dipisahkan setelah sebelumnya disatukan selama 16 tahun
    Minahasa dikuasai oleh VOC.
21 Juni 1658    Keluar ordonansi yang melarang mengenakan pakaian Melayubagi yang tidak berada dibawah kekuasaan pemimpin Melayu, tidak diakui sebagai Melayu dan  tidak bersikap seperti Melayu.
1662    VOC membuka loji di Palembang.
1663    Kelompok Ambon di Batavia diklasifikasikan menjadi dua kelompok, yaitu Ambon Kristen dan Ambon Islam.
1666    VOC melancarkan seranagn ke makasar dan kemudian mampu menguasainya
1667    Mataram dikuasai oleh VOC dengan di tandatanganinya perjanian Bongaya dan tahun ini juga VOC membuka loji di Padang.
1669    Makasar dikuasai oleh VOC.
1673    VOC tidak mampu membayar Deviden karena keuntungan yang merosot.
1675    Untung Surapati, seorang bekas budak dari Bali memimpin perlawanan pada VOC.
1677    Voc Menguasai Gorontalo
1677-1703         masa kekuasaan Amangkurat II di Mataram
1678    VOC menguasai Semarang
1680    VOC memutuskan menghentikan datangnya imigran dari Cina.
1683    Formosa (Taiwan) jatuh ke tangan Coxinga.
1684    Untung Surapati membunuh Kapten Tack dan pasukannya di Kartasura.
1685    VOC melarang mengimport budak yang berusia diatas 12 tahun dari Sulawesi selatan dan Bali.
1690    21 Mei Keluar ordonansi yang mewajibkan semua orang Cina yang datang keBatavia setelah tahun 1683 untuk melapor pada ketua kelompok masing-masing.
1703-1719     Paku Buwana I juga menjadi Raja
1704-1708     Perang Mahkota I
1704    Joan Van Hoor menjadi Gubernur Jenderal VOC.
1705    VOC Menguasai Cirebon
1707    21 Jan VOC memberi izin untuk masuknya singkeh ke Batavia sebanyak 100 orang untuk Jung besar dan 80 orang untuk Jung kecil.
1719-1727     Amangkurat IV berkuasa di Mataram
1719-1723     Perang mahkota II
1726-1749        Paku Buwana II
1792    Diederick Durven menjadi Gubernur Jenderal VOC.
1732    Kelompok melayu dipilah menjadi dua.
1737    Adrian Valckenier menjadi Gubernur Jenderla VOC.
1738    22 Apr Keluar ordonansi yang memutuskan mengangkut kembali semua orang Cina ynag tidak dapat menunjukkan surat yang sah.
1740    Bulan Oktober Kelompok-kelompok Cina yang masih berada di Batavia membangun barikade untuk menghindari penangkapan. Pada tanggal 9 Oktober VOC membantai orang Cina di Batavia karena dianggap memberontak. Sekitar 10.000 Cina mati dan 700 rumah terbakar (pemberontakan Cina di Batavia)
1740 (9 Oktober)    Gegeran anti-Cina yang mengakibatkan hilangnya paling tidak 10.000 jiwa warga Tionghoa di Batavia. Gegeran ini didahului oleh keresahan sosial yang menyelimuti penduduk Batavia. Beredar rumor yang keseluruhannya mendeskriditkan warga Tionghoa. Sementara semenjak beberapa tahun sebelumnya, wabah penyakit menyerang penduduk dan mengakibatkan Gubernur Jenderal Dirk van Cloon (1735) – penggantinya Abraham Patras, beberapa waktu kemudian juga mati  karena usia lanjut dan sakit-sakitan, seorang berkebangsaan Perancis, terpilih dari undian. Jarang dilihat bahwa pada tahun-tahun itu, aktivitas ekonomi kaum Tionghoa sudah mampu menggeser VOC. Misalnya di sekitar Batavia dan daerah pesisir, berkembang industri gula yang dikuasai warga Tionghoa. Bahkan umumnya penduduk Batavia bekerja di perusahaan kayu, perkebunan tebu atau pabrik gula yang dimiliki oleh orang Tionghoa. Pada tahun 1740 itu, jumlah penduduk Tionghoa di Batavia tidak kurang dari 15.000 jiwa, total baik yang tinggal di dalam tembok kota Batavia maupun di luarnya. Jumlah itu mencapai 17% dari total penduduk.
Peristiwa pembunuhan dimulai pada malam tanggal 9 Oktober; dari kumpulan-kumpulan massa di sudut-sudut jalan yang membicarakan rumor mengenai rencana golongan Tionghoa hendak melakukan pembunuhan terhadap warga non-Cini dan pemberontakan terhadap Belanda. Larut malam, Tentara Belanda bergerak diikuti para kelasi kapal, para budak, gelandangan, orang-orang Sepoy (dari bahasa Urdu “sipahi” yang artinya tentara India dalam pasukan Perancis dan Inggris) menyerbu rumah-rumah Tionghoa dan membantai penghuninya. (Benny G. Setiono – Tionghoa dalam Pusaran Politik, Elkasa 2003)
1740 (16 Desember)    Dewan Hindia memberikan mosi tidak percaya kepada Gubernur Jenderal Adriaan Valckenier yang kemudian mengajukan pengunduran diri.
Pembantaian etnis Tionghoa dinilai telah menghancurkan perekonomian kota Batavia. Semua dokumen-dokumen tentang peristiwa ituhilang. Salah seorang Anggota Dewan Hindia, Gustaaf Willem Baron van Imhoff, yang pada bulan Juli 1740 mengusulkan peraturan permissiebrifje atau surat ijin dan pembatasan bagi warga etnis Tionghoa diajukan Valckenier ke pengadilan. Namun setelah Heeren XVII mendengarkan laporan van Imhoff, justru dia diangkat menjadi Gubernur Jenderal yang baru. Valckenier diperiksa sampai 10 tahun lamanya. Ada dua tuduhan yang diajukan kepadanya. Pertama bahwa dalamrapat Dewan Hindia pada tanggal 9 Oktober 1740 dia menganjurkan agar orang-orang Belanda “membasmi orang-orang Tionghoa di Batavia”. Kedua bahwa setelah rapat bubar, memberi perintah pribadi kepada Sersan Mayor Hendrik Duurveld, komandan pasukan kastil Batavia untuk membantai semua orang Tionghoa di Batavia kecuali perempuan dan anak-anak.
1743    Van Imhoff menjadi Gubernur Jenderal.
19 mei 1746    Pangeran mangkubhumi, adik sunan Paku Buwono III memberontak yang diidkung oleh panembahan  Notoprojo, adipati kadilangu demak.
24 Meret 1792    Sultan HB I wafat
2 April 1972    Raden Mas Sundara naik tahta sebagai sultan HB II. Karena mengagumi smanat perjuangan keluatga NotoProjo, atas permintaan Sultan HB II RA Murtasiah dibebaskan adri penjara dan dibawa ke Krataon Yogja . Tapi tak lama kemudian RA Murtasiah kembali ke Serang (kab Seragen Surakarta)
1793    RS Murtasiah meniksh denganPangeran Kusumowijoyo, Adipati Serang yang terkenal dengan Pengeran Mutihan (Raden Santri) Sejak saat itu Murtasiah dikenal dengan sebutan Raden Ayu Serang atau Nyi Ageng Serang.
    
9 Maret 1789    Belanda dengan tiba-tiba menyerang Serang  Panglima Notoprojo Putro gugur dalam peperangan. Tak lama emudian Pangeran Notoprojo jua wafat karena telah lanjut usia. Perjuangn diteruskan oleh pangliam wanita RA Murtasiah. Barisan Serang kalah dan RA mUrtasiah ditawan di Solo.
17 Februari 1755    Pmberontakan Mangkubhumi berakhir dengan penanda tenganan Perjanjian Giyanti. Kasultanan Yogya berdiri dengan pangeran mangubhumi sebagai raja pertamabergelar HB I. HB I mengirim Sayid demak untuk membujuk penembahan Notoprojo agar menghentikan perlawanandengan Belanda dan bersama-sama mengenyam kehidupandi Yogja. Namun Pnembahan Notoprojo menolak, bahkan hijrah ke serang Untuk melanjutkan peperangan dengan Pangeran Notoprojo Putro dan Raden Ajeng Murtasiah  (putra-putrinya sendiri) sebagai hulu balang pasukan.
1749    27 Maret Parlemen Belanda mengeluarkan UU yang menjadikan Raja Willem IV sebagai penguasa dan panglima tertinggi VOC.
1749-1753     perang Mahkota III
1749-1788     Paku Buwana III
1750    Adanya peraturan yang membatasi jumlah peti yang dibawa pulang oleh karyawan ke Belanda, untuk mengurangi jumlah korupsi.
1750    Pemberontakan Banten Oleh Kyai Tapa
1754    GJ. Jacob Mossel mengeluarkan ordonansi dengan 124 pasal yang mengatur secara lebih rinci mengenai tata cara penghormatan
1755     Perjanjian Giyanti yang memecah Mataram  menjadi dua, Surakarta dan Yogyakarta.
1755-1792         Hamengku Buwono I (Mangku Bhumi) Sultan Yogya.
1757         Perdamaian Salatiga dan juga awal mula berdirinya Mangkunegara.
26 Mei 1761    Kelompok Mardijkers dibubarkan.
24 Des 1773    Kelompok pembaurann di Batavia disebut dengan Bumiputra.
1777    Tempat peribadatan, Gereja-gereja milik orang bukan Eropa dinyatakan tutup.
1778    Semua kantor VOC di pantai India direbut akibat perang Inggris.
1780    Willem Arnold Alting menjadi Gubernur Jenderal VOC.
1781    Pada bulan Februari    VOC tidak mampu lagi membayar para pemegang Anticipatiepeningen.
1781 (6 Februari)    mulai terbuka data-data keuangan VOC yang menuju kebangkrutan. Pada bulan Maret itu, VOC resmi dinyatakan bangkrut
1778    Nederland peramg melawan Inggris dan tiga kantor VOC di India direbut olehnya.
1781    Pemeganag anticipatiepenningen menuntut pembayaran tapi tak mampu membayar
6 feb,1781    VOC bangkrut karena menanggung hutang yang besar dan pemeintahan yang korup
1788-1820         Paku Buwana IV
1789    Pada 17 April, Kelompok Jawa Lumpur dibubarkan.
1792-1810         Hamengku Buwono II
1794    Dirk Van Hogendoorp menuntut diadakannya pembaruan di negeri jajahan.
1795    Willem V menyerahkan kekuasaan secara terpaksa kepada Rutger Van Schimmelpeninnck. Yang secara otomatis berubah menjadi Republik Bataaf.
1799 (17 Maret)    Di Belanda dibentuk badan usaha untuk pengambailalihan kekayaan VOC
dan rugi sebesar 137 juta gulden atau minus 20 kali lipat dari modal awalnya. Pada penghujung VOC ini pula, stratifikasi masyarakat diefektifkan menjadi tiga: Eropa (Asing Barat), Cina-Arab (Asing Timur) dan Bumiputera).
17 Maret 1799    Dibentuk Dewan Penyantun Hak Milik Belanda di Asia yang bertugas mengambil alih semua tanggung-jawab atas milik dan utang VOC. 31 Des VOC dinyatakan bangkrut dan seluruh miliknya berada dibawah kekuasaan negara Belanda.
31 Desember 1799    Semua hak milik VOC diambil alih oleh pemerintah kerajaan Belanda
1800    Nusantara menjadi Hindia-Belanda.
1803    Belanda menjadi sekutu Perancis dalam perang melawan Inggris
1804    Napoleon Bonaparte berkuasa di Perancis
1806    Louis Napoleon menjadi Raja Belanda yang mengakibatkan Republik Bataaf bubar dan diganti dengan kerajaan Belanda yang praktis menjadi negara vassal Prrancis.
1808    Deandles masuk ke Nusantara sampai dengan 1811. Orang ini ditugasi untuk menahan kekuatan Inggris. Sebabnya, Perancis tidak dapat mengirimkan pasukannya. Deandles dibekali pasukan sebesar 2000 serdadu. Di masa Deandles untuk pertama kali Bumiputera diajari militer gaya Eropa. Jumlah serdadu meningkat dari 2000 orang menjadi 18000.
Pada tahun ini juga dibangun jalan Anyer-Panarukan bersamaan kuasa raja-raja lokal mulai dipangkas.
1810    Daendels menggempur keraton Yogyakarta karena tidak mematuhi kesepakatan semula.
1811
15 Juni
18 Sept    Daendels mengambil sebagian wilayah Yogyakarta dan Surakarta.
Jan Willem Jansens menjadi Gubernur jenderal.
Pasukan Jansens menyerah pada pasukan Inggris di Tuntang, Semarang.
Letnan Gubernur Stamford Raffles dari Inggris menggantikan pemerintahan di negeri jajahan dengan Lord Minto sebagai Gubernur Jenderal  yang berkedudukan di India.
1811 – 1816     Sir Thomas Stamford Raffles mewakili Inggris berkuasa di Hindia Belanda. Di Asia, pusat pengendalian Inggris bertempat di India di bawah kontrol Lord Minto. Raffles mau melakukan pembaruan sistem pajak tanah (hasil bumi) dengan sistem fiskal. Dengan sistem baru tersebut menurut hitungannya, keuntungan akan berlipat 20 kali lipat. Namun ternyata tidak. Pada tahun 1816 Raffles dipanggil pulang ke Inggris digantikan oleh John Vendall.
1811-1812         Hamengku Buwono III
1811.    Belanda menyerah terhadap Inggris di Tuntang. Yogyakartaa dan Surakarta menyewakan tanah ke swasta.
1813    Rafles memperkenalkan pajak tanah (land rent)dan gagal.
1813         Timbulnya Pakualaman yang menjadi bagian dari Kasunanan Yogyakarta. Pangeran Notokusumo sebagai Paku Alam I.
Sesudah 1813 Mataram terpeceh-pecah menjadi empat yaitu : Paku Alam, Hamengku Buwono, Paku Buwana dan Mangku Negara.
15 Okt    1813    Raffles mengeluarkan proklamasi yang berisi tentang perubahan-perubahan dalam 7 butir kaidah perubahan.
 Okt raffles memperkenalkan sumber pendapatan pemerintahannya dari sisitem pajak tanah yang dibayarkan melalui uang kontan..
Nov 1813    Belanda memberontak pada Prancis yang akibatnya Pangeran Willem VI menjadi Pangeran yang berdaulat atas Persatuan Nederland
1814    Raffles menggunakan system individu dan bukan sistm kepala desa untuk penarikan pajak. Tanggal 13    Agustus Inggris berjanji akan mengembalikan daerah jajahan yang dikuasainya seujak tahun 1803 pada Belanda.
Januari 1815     Pangeran Willem VI resmi menjadi Raja Willem I. Sementara, EIC tidak puas dengan kinerja Raffles dan memanggilnya pulang untuk memerintahkan John Fendall menggantikan Raffles.
1815 (13 Agustus)    Konferensi di London berjanji akan mengembalikan kembali jajahan Hindia Belanda kepada kerajaan Belanda
Maret  1816
27 Apr    
11 Juli
19 Ags    John Fendall datang menggantikan Raffles.
Komisi Jenderal datang ke Batavia untuk mengambil alih pemerinyahan dari Inggris.
Pangeran Willem VI mengesahkan UU yang mengatur mengenai pemerintahan jajahan yang memiliki UU tersendiri.
Bendera Inggris turun dan bendera Belanda naik di Batavia.
1816 .    Inggris menyerahkan Hindia Belanda ke Belanda.
1817    Bulan Maret, Rafles diangkat menjadi gubernur Bengkulu.
22Des 1818    Komisi Jendral mengumumkan RR (Regeringsreglement) yang baru.
29 Jan 1819
25 Mrt    rafles berhasil membeli singapura dari sultan johor, bendera inggeris berkibar disana.
van der Capellen mendirikan sekolah militer semarang.
1820    van Der Capellen menegaskan satus baru penguasa bumi putera. Dibentuk jawatan urusan bumi putera
1821    Van Der Capellen mengeluarkan peraturan yang melarang modal swasta termasuk Eropa masuk di daerah pertanian ekspor dan sekitarnya.
1822    Van Der Vinne mendirikan sekolah dasar di Makasar.
1823    Keluar larangan untuk menyewakan tanah kepada pemodal swasta (eropa dan cina) oleh para penguasa di daerah Surakarta dan Yogyakarta.
. 17 Maret 1824 .    Traktat London. Semenanjung Malaka milik Inggris. Riau milik Belanda. NHM, Perusahaan Dagang Negeri Belanda berdiri.
17 Mrt 1824

    Traktat London, yang berisi seluruh daerah milik belanda yang pernah direbut inggris akan dikembalikan kecuali singapura dan daratan lain di asia, sebagai gantinya bengkulu diserahkan kepada belanda, selain itu belanda berjanji menghormati kedaulatan aceh.
29 Mrt 1824    Berdiri perusahaan dagang negara belanda (NHM) yang bertujuan menghentikan kerugian, memajukan perdagangan dan pelayaran “nasional”.
1825    Perang Jawa. Belanda tidak sanggup menutup biaya perang. 20 juta gulden. Maka lahirlah Cultuure Stelsel
1 Jan 1826    Van Der Capellen menyerahkan kekuasan pada Du Bus de Gisignies sebagai gubernur jendral sekaligus komisaris jendral. Didikan sekolah pegawai, dibawah naungan sekolah tinggi leiden dengan lama belajar 3 tahun.
22 Nop 1827    Dibentuk kontrolir yang bertugas mengawasi pemasukan negara.
1828.    The Javanese Bank berdiri. Uaang kertas diperkenalkan di Hindia Belanda
1829    Pangeran mangkubumi, kyai Maja, dan sentot menyerah dalam perang diponegoro.
1830    Maret    Diponegoro ditangkap pada perundingan di Magelang. Van den Bosch diangkat menjadi gubernur jendral dan menerapkan sistem tanam paksa.
1830    Cultuurestelsel di mulai di Jawa kecuali solo dan Jogja, Sumatera Barat dan Sulawesi Utara.  KNIL berdiri 4 Desember.
1831    Hasil tanam paksa mampu membuat impas anggran belanja pemerintah jajahan. (selama 1831-1877 negeri belanda masih menerima keuntungan sebnanyak 832 juta gulden dan seluruh hutang VOC lunas dibayar).
1832    Jun    banyak terjasi kampung kosong, yang dikarenakan penduduk lari untuk menghindari tanam paksa (banyak terjadi di periangan, tegal, cirebon dan daerah jawa timur). Berdiri Institut Bahasa Jawa Surakarta
1833.    Istilah rupiah dipakai untuk mata uang yang beredar.
29  Feb 1836    J.C. Bouth kembali ke nederland dan digantikan oleh Jaques de Erens
1837    Benteng bonjol jatuh dan imam bonjol ditangkap setelah sebelumnya perang padri berlangsung selama 1830-an.
22 Mei 1837    Gubernur jendral dominique jaques de erens menjadikan ijasah bahasa melayu dan salahsatu bahasa daerah sebagai saratnaik pangkat bagi semua pegawai belanda di nusantara.
1843    Cirebon kelaparan akibat tanam paksa
1848    Revolusi Liberal (?)
1848    Februari, Eropa dilanda revolusi liberal setelah kekuasaan negara di sana hampir mutlak dengan pulihnya kejayaan monarki akibat kongres wina. (revolusi tersebut ditanggapi dengan protes mengecam penyelewengan kekuasaan dikalngan pejabat pemerintah yang dipimpin Walter Robert Baron van Hoefel). 22 Mei adanya tuntutan pelaksanaan perubahan-perubahan yang terjadi di belanda untuk dilaksanakan di Nusantara. Sementara Demak mengalami kelaparan akibat tanam paksa
1850    Jawa tengah kelapran kaibat tanam paksa. Berdiri Sekolah Guru Bumiputera
1852    Dimulai pendidikan dan pengajaran untuk Bumiputera secara keseluruhan. Resmi dibuka Sekolah Guru yang pertama milik pemerintah jajahan di Surakarta.
1854    Di buat RR yang pada pasal 73 menyebutkan arah, moor dan cina disebut golongan timur asing.
23 Okt 1856    jalur telegraf pertama batavia- buitenzorg berfungsi
1859    Jalur tegraf di jawa mencapai 2700 km
1  Jan 1860    kaum liberal menuntut dihapuskannya perbudakan di Hindia Belanda. Multatuli menerbitkan novel berjudul Max  Havelaar yang sangat tajam dan keras menelanjangai jahatnya sistem tanam paksa. (Multatuli adalah nama samaran Douwes Dekker); di Belanda van de Bute menerbitkan brosur mengenai seluk beluk industri gula di jawa.
1862    Keluar peraturan yang membolehkan swasta menyewa tanah terlantar, yang dikuasai oleh pemerintah sampai 20 tahun lamanya;Taman paksa untuk lada diakhiri; Pengusaha swasta yang dipimpin Poolman memperoleh konsesi mengusahakan jalur kereta api di hindia belanda; Didirikan Sekolah Guru di Tanobato, Tapanuli oleh Willem Iskandar.
1862-1866.      Tanam Paksa berakhir
1863    Sistem gelandong di hutan-hutan jawa di hapus; 7 Juli empat orang utusan dari 3 perusahaan asing berhasil tiba di Deli.
1864    tanam paksa cengkeh dan pala di hapus; Undang-undang anggaran disahkan.
1865    Tanam paksa untuk nila, teh dan kulit manis di hapus.
1866    tanam paksa untuk tembakau di hapus.
1867 – 1900     187 juta gulden (?) Akibat perang Aceh
1867    1 Januari berdiri Departemen Pendidikan.
1868.    Belanda membuka tambang Minyak di Cirebon.
1869    Terusan suez di buka; Uang sekolah ditiadakan oleh Raja Belanda.
21 Jul 1870
9  April    Dikeluarkannya undang-undang gula yang mengakhiri pertanian tebu dan pabrik gula milik pemerintah.
Dikeluarkannya undang-undang agraria yang mengakui sistenm hak milik bumi putera atas tanah, melarang pengalihan hak bumi putera atas tanah kepada orang asing tapi memperbolehkan penyewaan selama 5-20 tahun, tanah yang bukan hak milik bumi pitera dikuasi pemerintahd an dapat disewakan sampai 75 tahun lamanya.
Secara resmi sistem tanam paksa berakhir;Berdiri maskapai kapal belanda yang pertama memakai mesin uap.
1870    Undang-Undang Agraria dan Gula diberlakukan, menandai berakhirnya pemilikan tebu dan pabrik gula oleh pemerintah Ialah mulainya masa sewa tanah diatur dalam tata hukum Hindia Belanda.
18 Mei 1871    kapal uap pertama di buat di inggris
belanda dan inggris menandatnagi traktat sumatra yang meniadakan kewajiban belanda menghormati kedaulatan aceh menurut traktat london. Dikeluarkannya UU Pendidikan untuk pertama kali.
20 Maret 1872    Pemerintah mengeluarkan peraturan mengenai kebebasan bagi yang bukan Eropa memasuki Sekolah Eropa di Hindia-Belanda.
1873    Pertama kali dibangun jalan kereta api semarang-solo dan semarang Yogya.
1873    Terjadi perang Aceh (dianggap berakhir pada 1903)
1873-1909    Perang Aceh dinyatakan berakhir. Aceh dikalahkan oleh Van Heutz setelah dibantu oleh arahan-arahan Snouck Hourgnje yang masuk Aceh tahun 1891. Ditulis oleh Hary J. Benda, kedatangan Snouck ini memiliki makna penting karena telah merubah cara pandang Kolonial yang sebelumnya ternyata keliru menganalisis  masyarakat Islam sebelum kehadiran Snouck.
1877    Belanda difisit 150 juta gulden Akibat perang Aceh
1877    Pieter Brooshooft dalam semarangschee courant ia menuntut dikembalikannya kepada rakyat hindia belanda apa yang merupakan miliknya
1878    tanam paksa untuk gula berangsur dihapus.
1880    Perkembangan berbagai sektor usaha menunjukkan perekonomian hindia belanda mengalami pergeseran dari pertanian ke pengolahan. Dikeluarkan undang-undang perburuhan
1884    Terjadi resesi dunia. Kesulitan dialami oleh pemerintah Hindia-Belanda akibat dana yag terkuras untuk perang Aceh dan terjadinya krisis gula yang diakibatkan berhasilnya pembuatan gula bit di Eropa yang secara otomatis mengurangi pendapatan hindia-Belanda dari sektor ekspor gula.
1885    Batavia tegang dan mencekam akibat rasa anti pati orang belanda terhadap sikap pemerintahan mereka
1891    DR Snouck Hurgronje memberikan pendapat untuk mengabaikan faktor kesultanan sambil merangkul ulubalang, tingkatkan peranan ulama sambil hancurkan yang fanatik dan pulihkan wibawa pemerintah sipil dengan pembangunan untuk mengatasi Aceh.
28 September 1892    Keputusan Raja menyebutkan bahwa Sekolah Bumiputera dibagi menjadi 2 lapis, yaitu sekolah kelas satu untuk anak-anak pembesar Bumiputera dan keluarga kaya lainnya kemudian Sekolah kelas dua untuk anak-anak Bumiputera biasa.
1895    Pabrik gula meningkat dari 87 pada 1890 menjadi 265.
1895    Surat Kabar Retno Doemilah terbit di Surakarta . Dimotori oleh dr. Wahidin Sudirohusodo
Masa awal pergerakan nasional dilatarbelakangi oleh berbagai peristiwa Nasionalisme di Asia dan dunia. Beberapa di antaranya adalah kemengan Jepang atas Rusia pada tahun 1905, Revolusi Tiongkok (Guangzhu, 1904), Perang Boer di Afrika Selatan (1899 – 1902) dan meredupnya kejayaan Turki pada kurun waktu 1880 – 1903.
1896    Hubertus van kol pendiri SDAP menyerukan berhentilah merampok hindia belanda demi kepentingan nederland.
1897    Van de venter pengacara dari semarang kembali ke nederland
1898

6  Sep    Van heutsz menjadi gubernur aceh, (sampai 1903).; Dr Snouck diangkat menjadi penasehat urusan bumi putera oleh GJ Van Der Wijck
Wilhelmina (dalam usia 18 tahun) dinobatkan sebagai ratu.
1899    Agustus, van de Venter menulis dalam De Gigs bahwa utang budi kepada Hindia Belanda tidak hanya harus tapi juga bisa di bayar; Snouck resmi menjadi penasehat urusan bumi putera dan agama islam; William Rooseboom menjabat gubernur jendral
Awal abad XX merupakan awal tumbuhnya pergerakan di Indonesia pada saat itu mulai tahun 1912 muali berdiri organisasi Islam dalam memimpin pergerakan Indonesia.  Sebelum munculnya pembaharuan islam di Indonesia atau gerakan Islam Modern, Islam di Indonesia adalah Islam madzhab Sunni dan merupakanpenganut empat madzhab yaitu syafi’I yang berkembang pada akhir abad 18 dan akhir abad 19. oran muslim Indonesia banyak yang menganut mistik sufi dan thoreqot-thoreqot, Naqsabandiyah, Qodariyah dan sattariyah. Akan tetapi perbedaaan kepercayaan-kepercayaan yang menyimpang dari ajaran Islam dianggap sebagai suatu kemunduran di umat Islam, maka sangat diperlukan adanya pembaharuan islam di Indonesia.
Pembaharuan agama Islam di Indonesia dipengaruhi oleh gerakan islam di Timur Tengah.
Terutama pergerakan Islam di India Jamaluddin al afghoni, Muhammad Abduh, Muhamad rosyid Ridho yang menciptakan suatu gerakan Modernisme/Islam Modern, dimana gerakan ini bertujuan untuk mengembalikan ajaran islam sesuai dengan al Quran dan Hadits. Gagasan ini muncul terkait dengan kondisi di India yang di jajah oleh Inggris sehingga mengalami krisis ekonomi politik dan budaya. Untuk itu para tokoh Islam di India dengan gerakan modernisme Islam mencoba untuk menentang Kapotalisme, Kolonialisme dan Imperialisme. Gerakan di India sebenarnya tidak murni gerakan Islam akan tetapi gerakan Islam disana juga bergabung dengan gerakan para budha yaitu Mahatma Gandi dalam aksinya gerakan Satyagraha yaitu gerakan tanpa kekerasan. Gerakan pembaharuan sebenarnya tidak hanya di India, tetapi di mekah, kairo. Yang merupakan Negara bagian timur tengah.
Dari aksi gerakan islam di Timur Tengah mempengaruhi gerakan di Indonesia melalui para pelajar yang tersebar di seluruh dunia. Awal abad 20 muncul banyak gerakan agama sebagai upaya menentang kapitalisme maupun imperialisme.
Awal abad XX    Jurnalisme bumiputra para pelaku awalnya R.M. Tirto Adiwinoto, F.D.J. Pangemanan R.M. Toemenggoeng kusumo oetoyo. ( redaktur kepala ilmoe tani, kabar perniagaan, pewaarta prijaji) salah satunya Pewarta prijaji menyerukan persatuan prijaji.
1900    Hampir seluruh jenjang pendidikan telah berbahasa jawa; JH Abendanon menjabat direktur pendidikan, agama dan industri; Sekolah raja mengalami reorganisasi menjadi sekolah calon pegawai (OSVIA); Masyarakat cina mendirikan organisasi Tiong Hwa Hwee Koan, untuk mengembangkan pendidikan modern bagi anak-anak mereka.
 1900
THHK didirikan di jakarta oleh Pedagang Tinghoa, dan pada 1901 didirkan sekolah tinghoa pertama
1901     Di bentuk opium regie. Yang mendorong pedagang cina untuk beralih ke usaha lain yang umumnya di kuasi bumuputra.
17 September 1901    Wilhelmina berpidato, pidato ini dianggap sebagai awal pelaksanaan politik etis di Hindia Belanda. Pieter Brososhooft menulis Die Etische Koers in de Koloniale Politiek yang kemudian nama itu digunakan untuk politik etis
1902    •    Taman Pawarta didirkan oleh Sia Dhian Ho.
•    Djawi kanda didirkan oleh Dirdjoatmojo. Di Surakarta
•    Retnodoemilah didirkan oleh Dr. wahidin Soedirohoesodo
•    Sinar Jawa didirkan oleh Tirtodanejo. R.M joesoef.
•    Tjahaja Timur didirkan oleh Djojosoediro di Malang
•    Pewarta Hindia didirkan oleh Abdul Mu’is Bandung
Semua penerbitan bekerja pada pada penerbit indo dan tionghoa
15 Oktober 1902    dibentuk komisi penyelidik untuk mengatasi kesejahteraan bumi putera khususnya jawa yang makin merosot. Idenburg menjabat menteri jajahan
1903    Soenda Berita didirkan oleh R.M. Tirto Adhisoerjo dan dibiayai oleh Bupati Cianjur. RA.A. Prawiradiredja
1903    Perang aceh berakhir, praktis kekuasaan belanda telah mencakup seluruh wilayah yang kemudian menjadi indonesia; Keluar undang-undang pertama mengenai desentralisasi; Abendanon mengijinkan calon murid OSVIA masuk ELS (sekolah Dasar Eropa) tanpa bayar.
1904
    Didirikan departemen pertanian; Van heutsz diangkat menjadi Gubernur jendral;Abendanon berhasil menetapkan bahasa belanda sebagai bahasa pengantar di dua kelas tertinggi; Regent Ngawi , R.M.T. Utoyo mendirikan sekolah kerajinan rumah tangga.
1905-1911     Surat kabar orang tionghoa 1 pada 1905, 5 pada 1907, 9 pada 1909 dan 15 pada 1911.
1905    Dirk Fock mengganti Idenbuorg sebagai menteri jajahan
1905    Jamiyat Khair didirkan di Batavia oleh Pedagang bumiputra dan arab, dengan agenda Menghadang ancaman dari pragang cina, solidaritas ini dengan islam.
Bulan Mei 1906    Percobaan sekolah desa dimulai di 4 Kabupaten; Periangan, kedu, cirebon, kediri.
1906    Sarekat Prijaji  didirkan di Bogor oleh R.M. Tirto Adhisoerjo, dengan agenda Memajukan pendidikan anak-anak prijaji
1907    Insluinde mulai besar ketika awal 1919 oleh tjipto dan misbach yang mulai mengorganisir petani dan dalam waktu 1 tahun  anggotanya sudah lebih dari 10.000.Didirikan sebagai organ non politik.
1907    Medan prijaji didirkan oleh R.M. Tirto Adhisoerjo, Koran mingguan (07-09) menjadi harian pada (09-1912) walaupun dengan slogan prijaji tapi pada kenyataanya tidak hanya prijajai yang bergabung. Dan slogan “anak negeri” dan selain itu juga mengelola hotel medan prijaji.
1907    Didirikan departemen perusahaan negara;Didirikannya Sekolah Desa oleh Van Heutsz.
1 Mei 1908    Pemerintah jajahan resmi membentuk sekolah dasar berbahasa belanda bagi masyarakat cina (HCS).
Mei 1908    BO didirikan Pelajar STOVIA, dengan Memperjuangkan pendidikan anak prijaji jawa
1908    VSTP Semarang, didirkan oleh Kaum buruh eropa yang bekerja di NIS. Tapi transformasi terus berjalan. Pada tahun 1910 buruh bumiputra yang sudah bisa membaca mulai bergabung, dan pada 1913 buruh bumiputra di anggap sejajar dengan anggota eropa.
1909    Sam Po Sia didirikan oleh Kaum revolusioner Sun Yat Sen. Kerja yang dilakukan Perkumpulan membaca bagi anak tionghoa di hindia.
1909.      Kliring antar bank pertanmakali.
1909    SDI Batavia didirikan R.M. Tirto Adhisoerjo dan di danai oleh Kumpulan saudagar muslim. Tirto juga terkenal dengan tokoh pertama yang mengunakan bahasa bangsa
1910    Administrasi politik penjajahan telah menjangkau seluruh wilayah yang kelak menjadi indonesia.
Okt 1911    Revolusi tiongkok berhasil dan masyarakat cina di hindia belanda menuntut persamaan.
1911    SDI Bogor, juga oleh R.M. Tirto Adhisoerjo, pergeseran fisinya adalah Kumpulan warga mardika.
1911    Jami’atul Choir didirikan di Batavia oleh Pedagang arab dan tionghoa.
09 Nof 1911 /Febr 1912    SI Solo, dengan mengambil kantor di purwosari, dengan H. Saman Hudi (ketua), Djojomargoso(sekretaris I), Hardjosoemarto (sekretaris II) Martoharsono (kepala sekretaris purwosari), R.M. Tirto Adhisoerjo (penasihat). Langkah awal yang di lakukan adalah Upaya pembentukan organisasi yang berbadan hukum. Setelah mengunakan ketetapan hukum dengan hasil avdelling Surabaya maka kongres pertama di adakan pada tangal 29 maret 1912.
1912.    Keuangan Hindia Belanda dan Belanda mulai di pisah.
1-3-1912    Koran De Expres didirkan oleh DD, tjipto dan Suwardi
1912    Wargo Pangarso di surakarta adalah Paguyuban kampung yang di bawah SI surakarta
1912    Wargo Rumekso juga di Surakarta adalah Sebutan lain dari para anggota SI surakarta
1912    Dharmo Hatmoko didirkan di Mengkunegaran dengan agenda Untuk menyerang Si sekaligus cina
Mei 1912    SI Surabaya, didirikan di Surabaya, oleh Tirto Danoedjo, Trokroaminoto, Tjokrosoedarmo. Pada awalnya hanya menjadi organisasi ronda dan boikot. Atas bantuan notaries belanda Mr. Dommering Anggaran dasar baru pada 14-09-1912 disahkan.
Agust 1912    Setia Oesaha di dirikan di Surabaya oleh Hasan Ali Soerati (al-Irsyad) sebagai direktur yang kemudian diambil alih dengan membeli saham oleh Tjokro Aminoto, dengan modal 50 ribu gulden.
Sep 1912    SDI Kudus di Kudus
Sept 1912    Indische Partij didirikan di Bandung oleh Dowes Deker, Soewardi . Tjipto Mangun Kusumo. Dengan slogan “hindia untuk orang hindia” dan resi pada 25 desember 1912.
Okt 1912    Darmo Lumekso didirikan di Bandung oleh H. Amir dan Samanhudi, dan ini merupakan satu dari SI yang di pimpin suwardi.
Nov 1912    SI Ngawi, ponorogo dan madiun. Didirkan oleh Djojomargoso, sebagai upaya pengemabangan SI Surabaya.
1912    Rekso Rumekso Lawean didirkan  oleh H Samanhudi hal ini dilakukan setelah orang-orang bumiputra keluar dari Kong Sing.  
1912    Soetarsa Mulja didirikan di Surakarta oleh Anak muda surakarta kelompok ini berdiri karena adanya resistensi pemuda tionghoa dengan pemuda pribumi.
1912    Koran Sarotomo didirkan oleh SI Surakarta, marco kartodikromo dan Sosrokurnio Dan berhenti terbit pada pertengahan 1914.
1912     Kerajaan turki hancur, dengan bantuan rusia semua jajahan turkidi eropa timur runtuh.
Des 1912    Surat kabar Oetosan Hindia didirkan oleh  SI Surabaya, Tjokro Aminoto
1912    Keuangan hindia belanda dan nederland dipisah secara resmi
25 Des 1912    SI Bandung di Bandung oleh Soewardi S. Wignjadisastra. Abdul Mu’is
Ahir 1912    Si Semarang di Semarang  oleh RM. Joesoep
Januari 1913    Muhamadiyah didirikan di Jogjakarta oleh KH Ahmad Dahlan (fersi lai menyebutkan 1913)
Jan. 1913    Si Yogya  didirikan di Jogjakarta, oleh Khatib Amir. KH Ahmad Dahlan
Maret 1913    SI Batavia didirikan di Batavia R Gunawan
29-03-1913    Kingres SI I di Surakarta, ketetapan kongres antara lain Ketua (Saman Hudi) Tjokro (wakil ketua) RM. Joesoef (sekretaris) dan M.H, Ngabdoel Patah) dan membawahi 3 departemen (jateng bertempat di surakarta, jabar di Batavia, dan jatim di surabaya), Suwardi mengusulkan untuk membuang persyaratan muslim di hapus, mengganti SI menjadi serikat hindia.
19 juli 1913    Comite Bumiputra didirikan di Bandung  oleh Soewardi Suryaningrat. Soejatman. Tjipto, Soeriokoesumo. Sebagai upaya menentang perayaan 100 tahun hindia belanda di karesidenan Rembang, menerbitkan tulisan suwardi “Als ik eens nederlander was”.
Awal 1913    Kong Dji Hing, didirikan di Tuan tanah tionghoa. Dan ini adalah Kelompok anti SI
1913    Darmo Hatmoko didirikan di  Surakarta oleh Pangeran-pangeran mangkunegaran.
1913    Surat kabar Sinar Djawa didirkan oleh SI Semarang,  RM joesoef.
1913    Surat kabar Kaoem Muda  didirkan oleh SI Bandung, A. Wignjadisastra
1913    Surat kabar Pantjaran Warta didirkan oleh SI Batavia, R Gunawan,
Des 1913    CSI didirikan di Tjokro Aminoto atas bantuan Ringkers, Sebelumnya inderburg memberikan 4 pilihan, pilihan untuk dibentuk CSI adalah poin ke 4. jadilah SI menjadi SI local atau (CSI).
1914    Kongres SI ke II di Jogjakarta hasilnya Ketua (Tjokro), gunawan (wakil ketua), ahmad (sekretaris dan bendahara ) Kongres ini sudah di bentuk SI-SI local.
16 feb 1914    Dibentuk sekolah dasar berbahasa belanda untuk bumi putera (HIS). 15 Jun “Kursus mulo” resmi menjadi sekolah yang mandiri MULO. Simon de graaff ditunjuk parlemen belanda sebagai komisaris khusus untuk urusan desentralisasi.
1914     Inlandsche Journalistnebond (IJB) didirikan diSurakarta oleh Marco
Mei 1914    ISDV (Indische Sociaal-Democratische vereeniging) didirikan oleh Henk Sneevliet, D.J.E Westerveld.
1914    Dr. radjiman Wediodiningrat. (1914-1915) R.M.A. Soerjosoeprapto (1915-maret 1916) dan Woerjaningrat (maret 1916-1922) Pangeran kesunanan dan pegawai kepatihan yang keluar dari SI bergabung dengan BO. Dengan alasan kehormatan.
1914    Surat kabar Doenia Bergerak didirkan oleh  Marco (ketua) dan sosrokurnio sebagai sekretaris, selanjutnya di tambah tjipto (IP), M darnakoesoema. (insluende). Sebagai ujung tombak IJB. Tuulisan yang kersan dari marco “Marco: Pro of Contra Dr. Ringkers”, “kita semua manusia” (1915). Dan setelah itu dia di tuntut dan di penjara selama 7 bulan.
1914    Surat kabar De volharding didirkan oleh Surat kabar VSTP di semarang.
1915    Surat kabar Medan Muslimin didirkan oleh M. Misbach dan Haji Hisamzainjie. Sebagai upaya melawan penerbitan Mardi raharjo oleh para misionaris Kristen.
1915    Pemerintah membentuk vervolgschool yang mempersiapkan lulusan sekolah desa masuk sekolah kejuruan.
1915.     Komite kebebasan pers didirikan oleh Henk Sneevliet. Hal ini sebagai cara mendukung marco dari presdelicten yang kedua kalinya,
Juni 1915    Kongres SI ke III di Surabaya hasilnya antara lain Ketua (Tjokro), Sosrokardono (wakil ketua), Ardiwinata. (sekretaris) CSI mendapatkan pengakuan hukum,
Jan 1916    Dengan penguasaan basis masa jabar dan Sumatra gunawan, mencoba membangun koalisi dengan Samanhudi mengadakan rapat tersendiri dan mengangkat Saman Hudi sebagai ketua dan gunawan sebagai sekretaris/bendahara. Dan untuk melawan ini tjipto mengangkat ardiwinata sebagai bendahara SI. Dana maslah inti dari persoalan ini adalah persoalan keuangan SI.  
Mei 1916    PID (Politieke inlichtintingensiest) didirikan oleh W Murling mantan ketua KNIL. Setelah perang di bubarkan (april 1919) jadi ganti algemeene politie) dan PID didirikan untuk mengintai orang asing yang di cirugai dan aktivis revolusioner .
Juli 1916.     Kongres SI ke IV Bandung mentapkan Pengakuan hukum pada CSI oleh pemerintah, sekaligus menjadi Kongres CSI I dan muncul lawan tjokro adalah gunawan. Berakhir pada pemecatan dari kepengurusan, pada akhir 1916.
1916    Mardi Kiswa didirikan di Yogyakarta oleh RM Soerjopranoto sebagai upaya untuk mengorganisir petani dan bekel
1916    Adhi Dharma didirikan di Yogyakarta oleh Priyayi pakualaman yang tergabung dalam BO. Tapi mengalami perubahan gerak ketika RM Soerjopranoto masuk menjadi komandan.
1916    Wakil Budi Utomo, Sarikat Islam, dan perserikatan bupati menemui ratu wilhelmina untuk meminta agar dibentuk milisi pertahanan bumi putera dan badan perwakilan atau parlemen.
Des 1916     Volksraad adalah Pemilihan anggota volksraad pada januari 1918. 10 perwakilan dari bumiputra dan rata-rata dari kalngan priyayi
Feb 1917    Di angkat lagi 5 orang dan salah satunya adalah tjipto, unntuk menghilangkan anggapan klaim kelompok muda “komedi”. Di buka pada Mei 1918 dan rapat pertamanya pada bulan juli. Dan yang di tolak habis-habisan oleh tjipto adalah gerakan nasionalisme jawa
Selama masa kepemimpinan tjokro, tidak banyak hal yang berari tumbuh, aksi- boikot yang dulu sering dilakukan, sudah hilang dari tradisi SI. Hal ini di sebabkan oleh karena kedekatan yang di bangun tjokro dengan pemerintah. Sura lantang hanya ada pada marco dan orang-orang BO. Gerakan hanya seputar perluasan cabang-cabang SI local yang giat di lakukan oleh tjokro dan gunawan, sementara SI lama cenderung mati.
Maret 1917    Revolusi rusia dan di ikuti revolusi bolsevik pad bulan November. Anggota ISDV Memulai Aksi Red gardist mengorganisir pelaut dan tentara. Khususnya di Surabaya.
1917    Islam Bergerak didirkan oleh M. Misbach Selain itu juga mendirikan hotel islam, took buku, dan sekolah agama modern,
16 mei 1917     Semarang SI semarang jatuh ke tangan semaoen.
Mei 1917    Sinar Islam didirkan oleh Sosrosoedewo, Hasan Bin Samit, Dan april 1918 bertikai dengan tjokro dan keluar dari CSI dan TKNM.
1917     CSI, BO dan insulende menyusun program dan mengubah dirinya menjadi partai.
1917     Wabah pes menggejala hampir di seluruh semarang. Rumah yang terbuat dari atap rumbia menjadi sarang tikus. Kurangnya gizi dan tidakadanya sarana kesehatan pemerintah. Kemudian pada 8-9 maret demonstrasi besar-besaran, hal ini bersmaan dengan revolusi tsaar rusia.
20-27 Oct 1917     Konggres CSI II di batavia terjadi membahas hubungan agama, kekuasaan dan kapitalisme, dimana sebelumnya telah terjadi perbedaan pendapat anatara kubu semaun dan kubu abdul muis dalam persoalan sikap SI terhadap kapitalisme.
1917    tanam paksa untuk kopi dihapus
1917.    Tanam Paksa kopi beerakhir.
Jan. 1918    Tulisan martodharsono menerbitkan artikelnya Djojodikoro dalam kolom Djawi Hiswara yang isinya “gusti kandjeng nabi rasoel minoem A.V.H gin. Minoem opium dan kadang suka minoem opium.
Hal ini di manfaatkan oleh tjokro untuk menggalang dukungan dengan alasan islamism.
1918    Fond Semarang didirikan di Semarang dan Surakarta oleh Marco dan seluruh gelombang muda generasi tjipto,
Januari 1918    PKBT (perkoempoelan kaoem boeroeh dan tani) Sebelumnya organisais ini bernama porojitno, yang didirikan pada tahun 1917 oleh ISDV Surabaya di bawah Soekirno dan mengadakan boikot di perkebunan swasta. Membentuk oposisi terhadap tjokro yang di dukung oleh barisan kyai dan pedagang santri. Yang melingkupi demak, dan Kendal.
Feb 1918     TKNM (tentara kanjeng nabi muhamad). didirikan di  Surabaya oleh Tjokro (ketua). Sosrokardono (sekretaris), untuk mepertahankan islam, nabi, dan kaum muslim.
Mei 1918     Toenggal Budi  didirikan di Surakarta oleh Djojopanatas, MoedioWignjosoetomo dam soedarman, Organ ini adalah organ dibawah kontrol Tjokro yang tidak ketemu dengan misbach dan tjipto
Agst 1918    Arbeidsleger/Prawiro Panjogo In Joedo. didirikan di Jogja oleh RM Soerjopranoto. Dan muncul manakala terjadi kerusuhan di pabrik gula, terkenal sebagai tentara buruh.
1918    berdiri dewan rakyat (volksraad).
Februari 1918    Di Jawa dibentuk TKNM ( tentara kanjeng Nabi Muhammad) sebagai bentuk perlawanan atas munculnya sentimen agama. Dari aksi ini kelompok nasionalis Jawa menyebarkan Famlet larangan fanatis agama. Atas dasar ini juga banyak kalangan umum berpendapat bahwa islam yang dikeluarkan oleh kaum pembaharu merupakan produk asing yang tidak disukai..
1918
    •    Pada tahun ini di Sumatera golongan kaum adat mempererat kerjasama dengan kelompok Islam tradisional untuk menentang Islam modern  
•    Pertentangan antara Semaun dan abdul Muis terulang kembali membahas tiga persoalan yaitu Agama, Nasionalisme dan Kapitalisme
•    Abdul Muis menjadi anggota di Insulinde
•    Gubernur Jendaral van Limburg Stirum mengangkat Tjipto Mangunkusumo dari Insulinde dan Tjokroaminoto dari SI dalam keanggotaan Volksrad
Sep 1918    Masuknya tenaga muda sosrokardono, alimin, semaoen dan darsono. Ramainya guliran wacana sosialisme dalam tubuh CSI. Dan isu yang ramai di gulirkan adalah : perjuangan ekonomi”
1918    Surat kabar Panggoegah didirkan oleh Tjpto. Moedio Wignjosoetomo, sismadi Sastrosiswojo, doelatib. Terbit sebulan tiga kali.
1918    Surat kabar Paso Pati didirkan oleh Sosrokurnio dan marco di semarang Di Semarang Kelompok yang tidak ketemu dengan tjokro.
1918    Djawa Dipa didirikan di Surabaya oleh Tjokro. Tirtodanoejo dan tjokrosoedarmo, dalam rangka untuk mensosialisasikan bahasa ngoko jawa sebagai bahasa jawa yang setandar. Dan kedua mencoba memperkuat atribut ke islaman. Hal ini di buktikan dengan membikin TKNM pada bulan februari
16-11-1918     Radicale Consentratie C.HG. Craemer anggota lolksraad dari SDAP membentuk koalisi dengan BO, CSI, dan insulinde.
Untuk menghadapi krisis politik di belanda.
1918    Tabligh SATV didirikan di Surakarta oleh  Misbach (ketua), koesen, harsoloemekso(sekretaris), dan darsosamito(WK). Dan kemudian hal ini muncul Sebagai buntut terbentuknya TKNM.
Nop- 1918
    PFB {personeel Fabriek Bond} didirikan di Yogyakarta oleh Soerjopranoto (ketua), soemodihardjo (sekretaris), Soemohardjono (bendahara). Dan Yang diorganisir tukang, juru ukur, tehnisi, jurutulis, dan pemegang buku yang menjadi pekerja tetap. Pada ahir 1919 mejadi serikat buruh terbesar di nusantara.
1 agst 1918    Soerjopranoto menyerukan untuk pemogokan umum,
9 agustus 1918    Bersama semaoen salim, soerjopranoto dan Bergsma atas nama PFB dan PPKB mengiimkan ultimatum kepada sindikat gula. Yang isinya menuntut di pekerjakanya kembali buruh yang di pecat. Tapi pada siang harinya mogok di tunda, yang kecewa dengan ini secara serentak mengundurkan diri. Iuran macet dan keuangan PFB kacau balau.
29 Sept -6 Oct 1918    konggres CSI III di Surabaya, semaun menduduki komisaris dan abdul Muis menjadi wakilnya. Dalam konggres ini memutuskan menentang keras pemerintah sepanjang melindungi kapitalis
September 1918    tahun ini merupakan puncak gairah politik masa perang dunia I, yaitu revolusi sosial democrat di Jerman, dimana revolusi ini seolah-olah akan meluap ke Negeri Belanda
1918    Surat kabar Koemandang djawa didirkan oleh R. Santoso Organ Penentang SI dan pembentuk kring-kring dibasis.  
12 –11-1918    Terjadi krisis di belanda MJ. Toelstra pemimpin SADP Menuntut penyerahan kekuasaan ke tangan kaum sosialis. Dan revolusi ini gagal dalam beberapa hari.
18-11-1918    Gubernur jendral membiarkan D. Talma membuat pernyataan deklarasi November. Di hadapan volksraad. Mempercepat tempo dalam kerjasama antara volksraad dan pemerintah.
1918-1919    Kongres CSI ke III Surabaya, Ramai di dirikan serikat buruh untuk suksesi mogok masal. Sebagai efek dari deklarasi Nofember. SB yang bari antara lain, VIPBOW {Vereeniging Inlandsch personeel Burgelijke openbare Werken}, PFB, HAB {havensarbeidersbond}, PBT(paguyuban buruh tjitak), SPPH (sarekat pegawai pelican hindia} PPDH {Perserikatan buruh dinas}
1919    Semarang Di bentuk seksi perempuan yang berjumlah 3041 anggota. Gerakan perempuan SI
15 Feb 1919    Di tunjuknya marko untuk menjadi ketua SI surakarta, misbach (wakil ketua) dan hadiasmara (sekretaris). Rapat di Surabaya dan ini atas inisiatif semoen. dan pada 6 april di adakan vergadering umum dan bersamaan dengan pemogokan petani, dan mengangkat samanhudi dan pkelompok pro tjokro. Sementara orang yang menentang SI surakarta bergabung dengan insulindeatas inisiatif misbach.
26 Oct-2 Nov 1919    Konggres CSI IV di Surabaya membicarakan persoalan Serikat sekerja, yaitu mendirikan central organisasi sekerja,
Mei 1919        diadakan konggres PPPB di Bandung yang dipimpin oleh Sosrokardono, dimana diusulkan untuk membentuk Vokbond dengan tujuan  untuk memperkuat serikat sekerja hal ini direspon oleh VSTP Belanda
Desember 1919        di Yogyakarta didirikan perpusatan Serkat Sekerja PPKB ( Persatuan pergerakan Kaum Buruh)
    Semaun tidak sepakat dengan pendirian PPKB, dia sepakat untuk menjadikan VSTP di Semarang mejadi central serikat sekerja.
Bulan Mei 1919        Abdul Muis ditangkap Belanda dituduh untuk bertanggung jawab atas kematian kontrolir belanda di sulawesi Utara bersamaan dengan Abdul Muis mengadakan pidato keliling didaerah tersebut   
    berdiri Sumatera Thowalib ( Organisasi umum kaum pelajar Sumatera), organisasi untuk pemuda disekolah-sekolah Islam
Feb-1919    Surat kabar Medan Bergerak didirkan oleh Marco dan pengurus SI surakarta yang baru
Juli 1919    Surat kabar Boeroeh Bergerak didirkan oleh Soerjopranoto, Soemodihardjo dan Hadisoebroto
1919    Surat kabar Medan Tempur didirkan oleh Tjipto upaya tjipto untuk menggantikan kepeimpinan misbach di basis. Tulisan yang cukup tegas adalah serangan tjipto pada sunan, pemerintah dan perkebunan.
1919    •    Terjadi dua insiden yang jadi malapetaka, dan mengikis basis gerakan SI. Pertama pada bulan juni. insiden toil-toli di sulawesi tengah. Dan kedua pada bulan juli di garust jawa barat, yakni pembunuhan haji hasan dan keluarganya yang menolak menyerahkan padi. Dari hal ini di temukan ada SI kedua atau afdeling B, atau SI bawah tanah, hal ini membuat orang arab dan pedagang pribumi putihan lari ketakutan, yang meruntuhkan basis kekuatan tjokro. Sehingga sumber kuangan Csi hancur.
•    Dari hal ini melahirkan perubahan dari gewapende politie (polisi bersenjata) direorganisasi menjadi Veldpolitie (polisi lapangan bersenjata). Yang lebih dinamis. Dari hal ini terjadi penangkapan besar-besaran yang menyebabkan SI di jabar yang tutup. Dan puncaknya terjadi penangkapabn pada September 1919 sosrokardono dan termasuk tjokroaminoto.
Okt-nop-1919    Mendirikan komite wilayah untuk mengontrol SI local. Sekaligus mempersiapkan diri pada pelarangan CSI. Dari konggresn ini terjadi perubahan setruktur. Total. Dan yang lebih penting lagi dalam kongresn ini adalah bintik perpecahan antara kelompok tjokro dan salim dengan SI semarang.
1 nop 1919    Deklarasi nopember, Hak berkumpul dan berserikat di berikan
Peb 1919    Sarekat Kere didirikan di Semarang oleh Semaoen. Kromoleo (ketua). Partoatmodjo (aktor intelektualnya) dan Ujuanya menghimpun orang miskin dan ngak punya bondo tanpa mengenal bangsa, missal gembel-gembel tionghoa.  
Mei 1919    PPKB (persatoean perserikatan kaoem boeroeh) didirikan di Bandung oleh Sosrokardono dan alimin, Ini lahir ketika bertepatan dengan konggres PPPB.
1919
    •    PPKB didirikan oleh Sosrokardono (ketua) Semaoen menjadi wakil ketua, Piet Bergsma, hal ini muncul karena Hasil konflik antara semaoen dan soerjopranoto. Kantor didiirkan di semarang dan sampai agustus 1920 sudah mempu mendirikan 22 serikat dan mewaakili 72.000 buruh,
1 juni 1919    Prapat didirikan di Polanharjo oleh SI Kring polanharjo sebagai Upaya menolak gliding dan kerja paksa tanpa bayar. Dan berujung di penangkapan besar-besaran. Pada 14 juli pemogokan seluruhnya habis.
7-9 juni 1919    NIP-SH didirikan oleh Tjipto (komisaris) GL. Topee ketua, dan DD sebagai sekretaris. Dan akhir agustus semua komite sentral mengundurkan diri dan dilakukan re organisasi oleh tjipto. Dalam keruntuhan ini Suwardi pulang dan mengambil alih posisi ketua dan berhasil membangun kembali kerja NIP-SH, dan benar pulih pada awal 1920.
Agust 1919    Sarekat Hindia didirikan di Surakarta oleh Misbach, hal ini di ikuti dengan Berubahnya insulinde menjadi SH.
April 1920    Rekso Prodjo didirikan di Surakarta oleh Djojopannatas dan Moedia, dan Anggotanya adalah polisi mangkunegaran dan kasunanan. Yang tidak selang beberapa lama angota nya di pecat dari kepolisian. Kelompok ini berhasil mengadakan dua pmogokan yang di pimpinya,
1920    Sekembalinya orang-orang kring yang di tahan, masa di ambil alih oleh PFB, dan kemudian bergabung dangn SH, dan di bulan mei 1920 aksi revolusioner Sh sudah dapat di lihat.
1920    Didirikan sekolah tinggi teknik di bandung
April 1920    Surat kabar Soeara Berkelahi didirkan oleh Semaoen,
21 mar 1920    Kongres SH I. Di pimpin misbach di hadiri 1000 anggota, 1 orang indo, 2 orang tionghoa dan 6 orang arab. Yang datang CSI semarang, SI parakan, Adhi dharma, moehamadijah, SATV, Fond sama rasa, PPPB,
Mei 1920    Perserikatan komunist di India, didirikan oleh Semaoen dan Darsono dan PKI adalah gubahan dari ISDV,
19 mei 1920     Dewan hindia menyetujui rasiden harloff untuk membatalkan hak berkumpul.
1920-    PFB Memperluas diri dan membentuk 179 afdeling, dari 129 pabrik (90%) dari total pabrik gula, yang ada di jawa, anggotanya 31,000 orang. Perubahan dalam proses pemecatan dengan menyebarkan gambar buruh yang di PHK, sehingga menyebabkan kesulitan mencari pekerjaan menjadi masalah besar. Disamping kenaikan gaji 20-50%.
11 mei 1920    Mulai di adakan penangkapan besar-besaran, SH,SI, PFB, termasuk didalamnya mangoenatmojo dan 2 muridnya, dan misbaach di tangkap pada tanggal 16 mei. Dan pada ahir mei SI dan SH delangu hancur, dan seluruh aksi dapat di patahkan.
23 Mei 1920     berdiri Partai Komunis Indonesia, saat itu SI mutlak pecah, yang selanjutnya terbagi menjadi dua golongan SI merah/ PKI dan SI kanan/PSI
Agt 1920     Konggres ke 8 NIP SH Tidak ada lagi laporan aktifitas dari masing-masing afdeling.
Agust 1920-    PPKB Kongres pertama, semaoen (ketua) soerjopranoto (wakil ketia) dn salim (sekretaris) Bergsma (Bendahara), kantor dipindah ke jogja, Setelah ada perjanjian antara semaoen dan tjokro,
1920    Setelah tjipto pergi SH surakarta hancur dan kepeimpinan di berikan pada suwardi, dan diketuai oleh moedio wignjosoetomo, rapat umum di awasi ketat dan pertemuan SH dilarang.
1920    Disisi lain SATV kemudian banyak terpengaruh dengan muhamadiyah, dan pertemuan SATV tidak pernah di halangi pemerintah asalkan tidak ada propaganda muhamadiyah,
9 Agst 1920    Setelah pemogokan gagal, sebagai gantinya mencuat isu disiplin partai, salim dan soerjo pranoto mengirimkan surat pada gubernur jendral untuk minta bertemu pada 10 agustus. Dan untuk memperoleh prelindungan bagi anggota PFb di harusnkan menyingkiran PPKB dan Si perlu disingkirkan.  Inilah yang mengangkat isu disiplin partai.
6,7,9-10-1920    Darsono menulis di sinar hindia dan mengusulkan pada tjokro dan brotosoeharjo untuk melakukan pemurnian di tubuh CSI. Pemurnian ini berkait Brotosoeharjo yang mempertaruhkan uang CSI. Dan dan tjokro karena peminjama 2000 gulden, jadi pemurnian ini ebih pada “penggerogotan” uang. bukan sisiplin partai. Dan hal ini menghancurkan kredibilitas tjokro. Dan hal ini mengacaukan agenda Csi yang di tetapkan soerjopranoto. Dan hal ini kemudian di anggap sebagai serangan PKI pada CSI. Hal ini menjadi pertikaian maslal. Antara abangan dan putihan.
24 Desember 1920    PKI masuk komintern
30 des 1920    Kongres CSI jogja Isu disiplin partai pertama di lontarkan. Pada pertemuan bestuur CSI. Salim dan soerjopranoto menlakukan kup untuk menjadikan tjokro sebagi boneka. Dan membuang anak buahnya dari komite sentral. Markas Csi di boyong dari Surabaya ke yogyakarta. Ketua (soerjopranoto) wakil (salim), dan sekretaris (fachrodin). Dan menetapan kongres CSI di Surabaya pada 16 oktober 1920. dan mengintrodusir disiplin partai.
1921    PEB (politiek economische Bond) didirikan di Surakarta oleh J.N. Engelenberg, kelompok ini didanai oleh sindikat gula.
17 Jan 1921    Pertemuan bestuur CSI Jogjakarta, sebagai Upaya prakondisi untuk mencari titik persatuanantara faksi semarang dan jogja, Yang hadir adlah hombestur semarang dan jogja. menyepakaati kongres CSI pada maret 1921
Maret 1921    Kongres CSI V Yogya Kepercayaan masih pada cokro. kesepakatan dengan kaum komunis yang dirancang oleh Agus Salim dan Semaun, disebutkan bahwa penjajahan dalam lapangan kebagsaan dan perekonomian adalah buah daripada kapitalisme. Kapitalisme hanya dapat dikalahkan oleh persatuan buruh dan tani. Maka dari itu Si mau bekerjasama dengan segala partai dengan tetap memperhatikan agama islam
    Setelah kongres pemimpin Csi melakukan kerja pmbersihan Csi adari komunisme, dengan mengnknakan muhamdiyah dengan agus salimnya mulai keluar kandang dan memperluas daerah kekuasaanya,
1921    Kongres PPKB, Faksi CSI meminta pengurus PPKB mengundurkan diri. Sebagai respon semaoen dan bergsma meletakan jabatan , dan sebaliknya soerjopranoto, salim dan tedjomartojo malah menolak mengundurkan diri. Hal ini memaning kemarahan semaoen dan bergsma. Dengan alasan bukan forum tidak formal dan kelompok komunis mengndurkan diri.
Juli 1921    Kongres di jokjakarta dan seacra resmi mengundurkan diri dari komunisme, dan mmbentuk kepengurusan salim sebagai pemim[pin PPKB dan sekaligus komisaris, abdul moeis (WK), tjitrosoebeno (sekretaris) tedjomartoejo (bendahara)
Tahun 1921    1.    2-6 Maret di Yogya konggres SI ke V, menghasilkan bulan Agustus Tjokroaminoto dipenjara karena melakukan sumpah palsu
2.    10 Oct mengadakan kongres SI ke VI di Surabaya, diputuskan akan menjalankan disiplin partai, anggota SI yang masuk PKI dikeluarkan dari SI, saat itu Tjokroaminoto tidak datang, yang ada hanyalah Agus salim dan Muis
3.    akibat dari pemisahan tersebut  SI mengalami kemunduran, kemudian memperbesar kekuasaannya dengan memperkuat pengaruhnya dilapangan agama
4.    Semaun meninggalka Indonesia ke Uni Soviet, sementara Tjokroaminoto dipenjara
8 Okt 1921    Kongres istimewa CSI, di hadiri 36 delegasi dan di dominasi oleh agoes salim, dan tema pembicaraan adalah memperbincangkan disiplin partai. Semaoen dan Tan Malaka. Tapi perpecahan ini baru hanya di tingkatan disiplin partai, dan mereka sadar bahwa dengan datangnya jendral Fock sangat di butuhkan persatuan.
1921    SH surakarta di pindah ke yogyakarta dengan perlindungan soewardi. Dengan di ikuti orang-orang PFB, SH dan sebagian bergabung dengan PEB (politiek economische Bond)
11-17 Jan 1922
    •    PPPB, mengadakan Pemogokan terbesar pertama di zaman fock. Sekitar 1000 dari 5000 pegawai pegadian di 79 dari 360 rumah gadai. Dan berakhir dengan pemecatan semua buruh pegadaian yang mogok.
•    Setelah pemecatan besar-besaran terjadi, tidak lama kemudian muncul dukungan besar-besaran dan menjadi perjuangan nasional/ dari PKI, RV, BO, Muhamadiyah dating membantu. Dan SB lainya dating membantu. Dengan agenda pada 11-12 feb untuk melakukan pemogokan umum. Moeis dan reksodipoetro di ciduk dalam perjalanan toer propaganda.
Tahun 1922
        Tjokroaminoto dibebaskan dan juga Semaun telah kembali ke Indonesia
    31 Oct-2 Nov. di Cirebon diadakan konggres AL-Islam yang pertama, konggres ini bermaksud untuk mengusahakan tercapainya persatuan aliran dan kerjasama antar semua muslimin terhadap masalah-masalah mengenai Islam.
    Nopember CSI menggabungkan diri kepada Radicale Concentratie
    Sumatera Thowalib mulai terlibat dalam kegiatan politik
8 feb 1922    Hak berkumpul di cabut di yogyakarta. Tan malaka dan bergsma di ciduk dan di buang ke luar hindia dan lebih dari 1000 buruh di pecat dan PPPB runtuh. Dengan adanya ini selain PKI seluruh organ seperti muhamadiyah, BO, memilih muncur teraatur. Makanya itu PI kemudian kebanjiran aktifis yang simpatik dan masuk menjadi anggota.
Mei 1922    Semaoen pulang dari rusia dan langsung mengadakan propaganda dari juni sampai gustus, dan di sambut sukses. Dan ini menandai kebangkitan komunisme dalam seikat buituh.
Sep 1922    Surat kabar Soeara Bumiputra didirkan oleh Tjokroaminoto.
31-ok-2-11-1922    Kongres Al-Islam Atas di adakan oleh salim, fachrodin, dan ketua Al-Irsyad Moehamad Soerkati.
17-23-22-1923    Isslamisme Parties Sarekat. didirikan di  Surabaya dan tahun ini PSI resmi di bentuk dibentuk. Dan ide berdirinya PSI sebenarnya mencuat pasca kongres 1919, oleh tjokro.
17-23-2-1923    Kongres CSI/PSI Secara resmi mengumumkan bahwa 52 peserta kongres yang hadir adalah organisasi pSI. dan mengatakan bahwa PKI membahayakan bagi kesatuan islam.
Jan 1923    Surat kabar Pemberita PSI didirkan oleh Soerjosasmojo, tjokro
Maret 1923    Kongres PKI/SI Merah yang di pimpin oleh Misbach, Semaoen,
1923    Kaoem Poetihan didirikan oleh Muhamadiyah, tjokroaminoto, PFB soerjopranoto, hasan jayadininrat, Agus Salim, PPPB, PFB, dan faksi SI non komunis di PPKB.  
1923        17-20 Pebruari konggres Nasional SI di Madiun, diputuskan untuk mendirikan partai SI yaitu PSI, meski telah membentuk partai SI tetap berperan sebagai badan penghubung
    upaya yang dilakukan oleh Tjokroaminoto untuk mendapatkan dukungan atas kemunduran SI yaitu aksi mempersatukan golongan yang ada di tanah seberang, akan tetapi upaya tersebut tidak berhasil
    upaya lain mengadakan aksi keagamaan yang oleh Agus Salim di dorong ke Pan Islamisme dengan melalui Muhammadiyah.
    Pada tahun ini Islam modern mengalami puncak kemajuan, di Bandung mendirikan persatuan kaum pedagang, aksi yang dilakukan adalah  mengecam kaum islam tradisional yang percaya tahayul dan perlawanan terhadap Nasionalisme dengan alas an Nasionalisme telaj memecah Islam. Tokohnya adalah A. Hasan lahir di Singapura
1923    Kaoem abangan didirikan di oleh Semaoen, PKI, SI semarang, VSTP, sayap kiri PPKB,
1923    Revolution vaksentrale didirikan oleh Tan Malaka dan Semaoen, hal ini muncul Muncul sebagai reaksi tindakan salim, soerjopranoto dan yang membuang kelompok PKI dari PPKB.
19-21 Mei, 1924     konggres Al Islam kedua di Garut, yang dipegang oleh Agus Salim dan PB Muhamadiyah. Saat itu kaum kuno yang menentang Muhammadiayah tidak hadir. Dalam konggres tersebut memutuskan untuk menyelesaikan persoalan kalifah yang mengenai seluruh muslim
8-11 Augt 1924    diadakan konggres SI di Surabaya memutuskan untuk non kooperasi terhadap dewan rakyat dan menentang kuat komunis
24-26 Des 1924    oleh SI diadakan konggres Al Islam luar biasa di Surabaya yang membicarakan pengiriman wakil Indonesia dalam konggres kalifah yang diadakan pada bulan Maret 1925 di Kairo, yaitu Fahruddin pengurus besar Muhammadiyah dan surjopranoto Komisaris CSI dan ketua perkumpulan-perkumpulan serikat sekerja.dan Haji Abdul Wahab ketua perkumpulan2 agama di Surabaya
21-27 Augt 1925
    konggres CSI di Yogya, diadakan bersama dengan konggres Al Islam, dalam konggres ini Cokroaminoto memperjelas persoalan sosial ekonomi dan budaya tetap berdasar pada islam. Sangat kelihatan akan aksi SI dalam memperbarui dirinya dengan melalui Pan Islamisme, akan tetapi upaya ini ternyata tidak membawa SI pada kemajuan, kemerosotan SI tetap tidak adapat ditahan lagi.
1926.      Pidato Hatta selaku ketua PI   “ Struktur Ekonomi dan Pertentangan Kekuasaan”.
31 Januari 1926
    didirikan NU di Surabaya, sebagai reaksi dari golongan Islam Ortodok takut akan aksi SI dan Muhammadiayah akan mendatangkan pengaruh Wahabi di Indonesia. akibat dari perpecahan Islam berdiri organisasi muslim moderat yaitu permufakatan Islam
1 Juni 1926    dimekah diadakan konggres Islam dunia yang hadir saat itu adalah Cokroaminoto dan haji Mansyur dari Muhammadiyah. Dalam konggres ini konggres Islam menggabungkan diri dengan konggres Dunia dan diganti nama dengan konggres Islam sedunia cabang hindia timur, M.A.I.H.S ( Muktamar al Alam al Islam Far’al Hind asj sjarqyah). Semuanya di bawah Raja Ibnu saud yang ada di Mekah
September 1926    konggres bersama PSI dan MAIHS diadakan disurabaya, memutuskan pimpinan Agus Salim dan berkantor di Surabaya
September 1926    NU menentang konggres bersama PSI dan MAIHS
Desember 1926    Konggres SI dan MAIHS di bogor, disini dikemukakan kemaraahn atas campur tangan pemerintah dalam urusan agam islam.
1927    14-17 Januari konggres kombinasi SI dan MAIHS di Pekalongan, memutuskan dalam anggaran dasar disebutkan “ Menuju kemerdekaan kebangsaan yang berdasarkan agama islam”, akan mengirimkan 3 orang ke konggres di mekah dan akan dicari perhubungan dengan Liga untuk menentang tindakan penjajah.
28 Sept – 2 Oct 1927    di Pekalongan konggres PSI, diterangkan oleh agus Salim tentang aksi menentang kebijakan pemerintah (cara memerintah) bukan pada pemerintahannya. Dan juga diterangkan tentang hasil konggres di mekah bahwa Raja Ibnu saud sudah meniadakan konggres  sedunia sehingga MAIHS harus  menjadi suatu konggres al Islam HIndia. Selanjutnya juga dikemukakan tentang perlunya majelis Ulama dimana majelis ini di duduki oleh ahli-ahli agama Islam. Dalam konggres ini juga disetujuinya usul Sukarno dari PNI yaitu mempersatukan gerak pada semua organisasi maupun partai termasuk juga partai kaum Kristen.
Tahun 1928
        26-29 Januari konggres SI I Yogya, dalam konggres ini dibahas masalah majelis ulama tetapi Muhammadiayah tidak mau duduk dalam Majelis ini
    27-30 September diadakan sebuah majelis yang isinya menyetujui tafsir qur’an yang berdasar Ahmadiyah oleh tjokroaminoto, persaudaraan dengan Ahmadiyah dibantah oleh Muhammadiyah dan kaum kuno dengan alasan bahwa persahabatan tersebut tidak menambah memperbaiki pengaruh SI yang sudah berkurang.
    Tahun 1923 sampai dengan tahun 1928 SI telah terseret kedalam konflik Muhammadiyah yang bersifat non politis tapi menerima bantuan dari pemmerintah untk mendirikan sekolah-sekolah Muhammadiyah.  
Tahun 1929    PSI berganti dengan PSII ( Partai Sarekat Islam Indonesia), dalam PSII ini mulai luas dalam gerakannya dan PSII mengadakan konggres-konggres di Propinsi
    25-27 April konggres PSII  oleh PSII Jawa Timurdi Surabaya, membicarakan persoalan ekonomi, politik, pergerakan, wanita dan serikat – serikat sekerja. Pada konggres ini dipimpin oleh Dr. Sutomo dari Studie Club. Dalam kongres ini terjadi pertentangan dengan pemimpin-pemimpin SI, karena saat itu sudah banyak jenis umat dan kelompok, sedangkan SI ingin mewujudkan cita-cita Pan Islamisme sehingga cita-cita tersebut tidak berguna sama sekali dan SI lebih banyak mementingkan Islamismenya di bandingkan dengan melihat persoalan Nasionalisme. Pada persoalan Istri SI diserang oleh Studie Club, PPII ( perikatan perhimpinan istri Indonesia), sarekat Madura dan PNI.
    2-6 Agustus konggres PSII dijawa tengah membahas non koperasi, perhubungan dengan organisasi luar negeri dan dengan organisasi dalam negeri, kapitalisme dan kolonialisme
    16-19 Agustus konggres PSII di Jakarta, dalam kongres ini Ir. Sukarno dan Gatot Mangkupradja dari PNI menjelaskan masalah kapitalisme dan Imperialisme dan juga menjelaskan persoalan persatuan yang kokoh untuk merebut kemerdekaan, untuk tercapainya maksud tersebut hanya dengan cara Nasionalisme. Dari pernyataan ini mendapatkan sambutan yang besar and mampu membangkitkan semangat dalam konggres.
    Pada tahun ini juga SI menerapkan disiplin partai terhadap Muhammadiyah tetapi mendapat tentangan keras dari kaum Islam tradisonal karena keberatan dengan usaha pemurnian islam Modern dan upaya tolakan atas wewenang empat madzhab sunni.
    Terjadi krisis di TImur Tengah, akibat dari itu terjadi perpecahan antara islam modern dan tradisonal di Indonesia
Tahun 1930
        24-27 Januari, konggres PSII di Yogya, di konggres tidak banyak pembicaraan karena sebelumnya telah terjadi penangkapan kader PNI
    SI melakukan propaganda di Jawa guna mendapatkan dukungan disetiap daerah mengenai persoalan Upah, penghapusan kerja paksa. Juga diumumkannya mengenai keluarga PSII yang merupakan gabungan PPPKI.
1930    Jepang mulai masuk Indonesia dengan merebut Impor di Indonesia yang dulunya dikuasai belanda
1931    jepang menyerbu Manshuria
1931        diadakan konggres al Islam untuk mempertahakan kepentingan Islam, dengan mengambil keputusan untuk menggerakkan Central Komite al Islam ( Th 1927). Dalam aksinya ini mengenai soal Palestina, dari aksinya mendapat banyak dukungan sehingga mendapatkan tambahan anggota.
    Jepang menyerbu Manchuria.
1932
        11-18 Des, mengadakan rapat yang membahas persoalan krisis dan undang-undang sekolah liar yaitu sekolah partikelir yang tidak mendapatkan sokongan dari pemerintah
    Bulan April mengadakan konggres di malang yang memebahas soal tgl 16 mei dijadikan hari aksi Islam, terkait dengan sabda sultan Maroko (Perancis) untuk mengatur hokum adapt bangsa Berber
1933        Maret PSII mengadakan konggres, membicarakan masalah undang-undang perkawinan dan penataan dibidang sosial
    Terjadi peselisihan antara Tjokroaminoto dan Agus Slaim melawan Dr. Sukiman dan Suryopranoto menimbulkan perpecahan, akhir tahun 1933  Dr. Sukiman dipecat dari PSII dan mendirikan PII ( partai Islam Indinesia) di Yogya. Dan PII dihidupkan kembali tahun 1938 untuk menegakkan Islam sebelum terjadi perang Dunia II
    Aksi PSII bertambah keras sehingga oleh pememrintah dinyatakan sebagi organisai terlarang dimasuki oleh pega wai negeri
Perjalanan selanjutnya dari SI kanan adalah memunculkan kader M. Natsir dimana pada kabinet Natsir  pemerintahan sukarno mengupayakan islam sebagai dasar pemerintahan. Dalam gerakan pilitiknya SI kanan setelah PSII dibubarkan dan memunculkan PARII pada tahun 1940-an berubah menjadi masyumi sampai dengan tahun 60-an
1933    Hitler menjadi Kanselir Jerman
1936    Berkobar perang saudara Spayol
1937    bulan Juli meletus perang Jepang dan Cina
1938    bulan maret Hitler menguasai Austria. Bulan September konfrensi Munich membagi daerah Chekoslowakia
1939    Hitler menyerbu sisa-sisa Negara Chekoslowakia. 1 september Hitler menyerbu Polandia an mulailah berkobar perang dunia II
1940    bulan September pakta tiga pihak mengesahkan persekutuan Jepang-Jerman-Italia
1941    Jepang gagal memasuki Indonesia
1942          10 Januari Jepang berhasil masuk ke Indinesia dan melakukan penyerbuan
    15 Februari Pangkalan Inggris yang ada di singapura menyerah pada Jepang, dan pada akhir bulan itu jepang menghancurkan balatentara gabungan antara Belanda, inggris, Amerika dan Australia dalam pertempuran dilaut Jawa.
12 Maret 1942    Belanda menyerah pada Jepang
3 Oktr 1942    Pembentukan PETA
1944.    Istilah Rupiah menggantikan  Guldeen.
14 Febr 1945    Pemuda Indonesia (Sul-Sel) anggota KNIL bergabung dalam pasukan pemuda Indonesia bergerak ke tangsi putih dan hitam di Teling Manado,
mereka membebaskan tawanan yang pro RI (Taulu, Wuisan, Sumantarai, GA Maengkom dll)
16 Febr 1945     Sul-Sel dibentuk pemerintah sipil sebagai Residen BW Lapian
April 1945     Tentara Inggris mendesak pemerintah RI keluar kota Medan
Pemerintahan dipindah ke Pematangsiantar
7 Agst 1945    Pelantikan PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia)
9 Agst 1945    Sukarno, Hatta, dari Radjiman Widiodiningrat diundang ke markas besar Terauci di Dalat Vietnam
10 Agst 1945    Dibentuknya komando Resimen Laskar Rakyat Medan Area
15 Agst 1945    1. Pemuda (Chairul Saleh, Djohar nur, Kusnandar, Subandrio, Margono, Wikana, dll)
2.  Di Indonesia terjadi status quo, Jepang menyerah pada Sekutu
Mendesak Sukarno Hatta Memproklamasikan Indonesia (ada perbedaan pendapat Antara Golongan tua & muda)
16 Agst 1945    Peristiwa Rengasdengklok,
Membawa Sukarno Hatta keluar kota agar tak terpengaruh oleh Jepang
17 Agst 1945    Proklamasi kemerdekaan
Disiarkan melalui kantor berita Domei, disiarkan 3 kali
18 Agst 1945    BPUPKI mengesahkan UUD 1945
22 Agst 1945    PPKI mengumumkan terbentuknya Badan Penolong Korban Perang, yang mencakup BKR
23 Agst 1945    Soekarno mengumumkan terbentuknya 3 badan baru (BKR, KNI,PNI)
29 Agst 1945    PPKI diganti KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat) sebagai penasihat presiden
31 Agst 1945    KNIP ditetapkan sebagai kabinet I, yang dipimpin oleh presiden Soekarno
2 Sept 1945    Perebutan kekuasaan & senjata dengan Jepang di Surabaya
1945     Jepang menyerah pada skutu, golongan muda Indonesia terpecah, yaitu kelompok Sukarno dan kelompok M. Yamin, kedua kelompok ini menjadi panitia kecil yang mengeluarkan poagam pancasila. Setelah perang dunia II ( th 1943-1944) kedua kelompok besar Kapitalis dan Komunis berlomba menguasai dunia ketiga yaitu negara yang baru merdeka ( Indonesia). Pada waktu terjadi kekosongan pemerintahan di Indonesia NU melakukan jihat besar, merebut kembali Kemerdekaan Indonesia, yaitu adanya perang di Surabaya ( Hari Pahlawan )
13 Sept 1945    Di gorentalo (sul- sel) terjadi bentrokan senjata dimarkas-markas Jepang
14 Sept 1945    perwira serikat mayor Greenhalgh tiba di Jakarta
19 Sept 1945    1.    Rapat raksasa di lapangan Ikada,
2.    Insiden Hotel Yamato,
3.    Gubernur Sam Ratulangi (Sulawesi) menyusun Pemerintahan Mr Zainal Abidin diangkat sebagai Sekretaris daerah Oleh pemuda,
1.    hanya beberapa menit karena dijaga ketat oleh Jepang (presiden berpidato singkat agar warga mematuhi kebijakan pemerintah & meminta massa bubar). Ini merupakan manifestasi presiden RI pada Rakyatnya.
2.    belanda bekas tawanan Jepang menduduki hotel dan memgibarkan bendera Merah-putih-biru.Oleh pemuda Indonesia biru Dirobek dan dikibarkan lagi
3.    gubernur dianggapTerlalu gegabah,pemuda membentuk Barisan Pemuda berani mati untuk merebut gedung-2 vital,Studio radio & tangsi polisi
26 Sept 1945    KNIL daerah Jogja mengumumkan bahwa kekuasaan di daerah itu telah dikuasai RI (melalui surat kabar Kedaulatan rakyat)
29 sept 1945    Kapal penjelajah Cumberland mendarat di Tanjung Priok dipimpin Laksamana Muda WR patterson
1 Oktr 1945    Markas kempetai Jepang diserbu rakyat dalam pertempuran 5 jam
Christison dan pemerintah RI berunding & mengakui de facto RI
5 Oktr 1945    BKR diubah menjadi TKR, Bergabungnya bekas opsir KNIL, Dipimpin Supriyadi (PETA Blitar)
6 Oktr 1945    Masyarat Aceh membentuk API (Angkatan Pemuda Indonesia)
7 Oktr 1945    BKR dan pemuda polisi istimewa bergabung menyerbu tangsi Otsuka Butai untuk melucuti senjata Jepang
8 Oktr 1945     Di Sul-Sel terjadi perebutan kekuasaan, ditandai insiden AK Gani bersama seluruh pengawai Gunseibu mengibarkan bendera merah putih diikuti kantor-kantor
9 Oktr 1945     Serikat mendarat di Sum-Ut dipimpin brigadir jendarial TED Kelly
10 Oktr 1945     Terbentuk TKR Sum-Tim dipimpin Achmad Tahir
13 Oktr 1945     Penghuni hotel di jalan Bali menginjak-injak lencana merah putih
12 Oktr 1945     Pertempuran untuk mengambil alih kantor- kantor Jepang & mengibarkan merah putih, terjadi di Langsa, Ulee lheue dan tempat lain di Aceh
14 Oktr 1945     400 tawanan Jepang dari pabrik gula cepiring dibawa pemuda ke Bulu semarang untuk dipenjara
15 Oktr 1945     1.    Jepang menyerbu semarang “ pertempuran 5 hari semarang”
2.    badan-badan perjuangan menjadi pemuda RI Sum-Tim
18 Oktr 1945     Inggris memberikan ultimatum agar Indonesia menyerahkan senjatanya
17 Oktr 1945     Pasukan serikat ke Bandung & pertempuran untuk merebut pangkalan udara andir & pabrik senjata bekas ACW
20 Oktr 1945     Brigade Artileri dari devisi Indonesiaia mendarat di Semarang untuk mengurusi tawanan perang. Dan mereka diboncengi NICA
25 Oktr 1945    Brigade 49 dipimpin Brigadir jendarial AWS mendarat di Surabaya, untuk melucuti jepang dari AFNEI. Diterima dengan enggan Oleh gebernur Jatim (Suryo).. Menghasilkan Kesepakatan :
    Diantara tentara Ingris tak ada angkatan perang belanda
    Dibentuk kontak biro, agar kerjasama dapat jalan dengan baik
    Ingris hanya melucuti senjata Jepang
26 Oktr 1945    1.    Inggris mengingkari janji,mereka membebaskan Kolonel angkatan laut Belanda dan menduduki Pangkalan udara Tanjung Priok, kantor pos besar, internatio dan obyek vital lain
2.    Pertempuran di Magelang antara TKR & Serikat
27 Oktr 1945     Pesawat terbang Inggris menyebarkan pamflet agar rakyat Surabaya menyerahkan senjata hasil rampasannya
28 Oktr 1945     Di Sulawesi, pasukan Australia berhasil memdudukinya dan memindahkan pusat gerakan pemuda dari Ujung Pandang ke Palembang
29 Oktr 1945     Beberapa obyek vital dapat direbut kembali oleh pemuda
29-30 Oktr 1945    Perundingan antara Indonesia (presiden,wapres dan Amir Syarifuddin) dengan Inggris (Jendarial Hawthorn). Eksistensi RI diakui oleh Inggris Dengan menghindari bentrokan.  Dibentuk kontak biro yaitu Inggris dan Indonesia
Indonesia : residen Soedirman, Doel Arnowo, Soengkono, Atmaji, muhamad, Soeyono, kusnandar, Roeslan Abdulgani,TD Kundan sebagai juru bahasa.
Inggris : Mallaby, Pugh wing commander Groom, hubson Kolonel H. Shaw Insiden Gedung Bank Internatio dijembatan merah, yang Diduduki Inggris dan matinya Mallaby
31 Oktr 1945     Jenderal Christison (panglima AFNEI) menyerukan agar rakyat Surabaya menyerah
1 Nov 1945     Pemerintah RI mengeluarkan  maklumat agar diakui oleh serikat & Belanda , dengan kabinet presidensil Diganti kabinet ministerial (Sutan Sjahrir)
2 Nov 1945     Sukarno & Brigjen bethel berunding di Magelang
    Tentara serikat tetap menempatkan  pasukannya di Magelang untuk memgurus evakuasi APWI
    Jalan raya Magelang-Ambarawa bebas untuk lalu lintas
    Serikat tak mengakui aktivitas NICA dalam badan-badannya
Nov 1945    Terbentuk parpol & laskar partai, PNI (Nasional pelopor Indonesia), PKI (Barisan merah), Masyumi (Hizbullah) Parkindonesiao (Pemuda parkindonesiao)
15 Nov 1945     Badan perjuangan berubah menjadi pesindonesiao
7 Nov 1945     Mansergh menulis surat untuk gebernur Soeryo “Surabaya dikuasai perampok 7 Inggris akan akan melucutinya serta memanggil gubernur untuk menghadap
9 Nov 1945     1. Surat balasan dari gubernur yang membantah tuduhan
  2. Inggris memberikan ultimatum pd rakyat Surabaya agar menyerah,
10 Nov 1945    Badan-badan perjuangan diluar TKR mengadakan kongres pemuda seluruh Indonesia di Yogya dan dipimpin oleh Sukarni & Chairul Saleh
10-28 Nov 1945    pertempuran Surabaya
20-11-15-12 1945    pertempuran Ambarawa
14 Nov 1945     8000 orang berkumpul di komplek NICA di Balik Papan dengan membawa bendera merah putih walau dilarang oleh tentara Australia semua Aktivitas politik
1 Des 1945    Inggris mengklaim tiap sudut Medan “Medan Area”
10 Des 1945     Inggris & NICA berusaha menghancurkan konsentrasi TKR di Trepes Medan  (tak berhasil)
13 Des 1945    Pemuda Bali membentuk AMI,Pemuda RI (PRI)  melakukan gerakan untuk merebut kekuasaan dari Jepang,tapi gagal
16 Mei 1945     Pemuda seluruh jawa mengadakan kongres yang disponsori oleh Angkatan Moeda Indonesia dibentuk atas inisiatif Jepang  pertengahan 1944, dan anti Jepang. Dipimpin oleh Djamal Ali, Chaerul Saleh, dan menghasilkan Keputusan :
    Semua golongan Indonesia, khususnya pemuda dipersatukan dalam 1 pemimpin saja
    Mempercepat pelaksanaan proklamasi kemerdekaan
28 mei 1945     Peresmian BPUPKI digedung Cuo Sangi In, jl pejambon Jakarta (sekarang gedung departemen LN)
29 Mei 1945     Pidato M. Yamin tentang rumusan dasar negara
31 Mei 1945    Pidato Prof. Mr. Supomo tentang rumusan dasar negara
1 Juni 1945     Pidato persiden Soekarno tentang Pancasila
3 Juni 1945     Pertemuan di Jakarta (BM Diah,Sukarni,Wikana, Chairul saleh,Supeno dll)
15 Juni 1945    Pembentukan Gerakan Angkatan Baroe Indonesia, tujuan mencapai kemerdekaan dengan tangan sendiri, hasil :
    Mencapai persatuan seluruh golongan masyarakat Indonesia
    Menanamkan semangat revolusioner massa
    Membentuk NKRI
22 Juni 1945    Merumuskan rancangan UUD ”ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluk-pemeluk”. Dibentuk panitia 9, lalu panitia kecil (Oto Iskandardinata ,Sayuti Melik, Iwa Kusumasumantarai,Wiratana Kusuma, Amir, AA Hamidhan, Dari Ratulangi,Ketut Pudja). Menghasilkan PIAGAM PANCASILA
10 Juli 1945     Sidang ke-2 BPUPKI
    Perumusan terakhir tentang draf dasar negara
    Rancangan UUD dan pembukaannya
11 Juli 1945     Panitia perancang UUD menyetujui isi preambule yang diambil dari piagam pancasila
14 Juli 1945    BPUPKI menerima laporan dari panitia perancang UUD, isi :
    Pernyataan Indonesia merdeka
    Pembukaan UUD dan batang tubuhnya
28 Juli 1945     Peresmian gerakan angkatan baroe Indonesia  Yang diikuti organisasi Jawa Hokokai & Masyumi
Okt 1945 :    Resolusi Jihad NU,  karena tak ada tindakan tegas dari TNI terhadap sekutu  yang ingin menguasai NKRI
21 Januari 1946     PBB ikut campur dlm masalah Indonesia-Belanda
1946.       Oeang RI menjadi mata uang RI
10 Febr 1946     Perundinagan antara Inggris dan Belanda (Sir Archibala,Dari.HJ Van Mook)
    Indonesia menjadi negara persemakmuran dibawah Belanda
    Masalah DN diurus sendiri,LN diurus Belanda
23 Febr 1946    Pemerintah mengeluarkan penetapan tentang panitia besar penyelenggara organisasi tentara
28 Feb-2 Mart 1946     Sidang KNIP di Solo, untuk menentang kebijakan Sutan Sjahrir. Mandat diserahkan pada Presiden
12 Mart 1946    Indonesia harus diakui sebagai negara berdaulat penuh tentara Belanda harus ditarik secepatnya dari Indonesia, pinjaman belanda sebelum 8 Mart 1942 Menjadi tanggungan RI (kabinet Sjahrir II)
27 Mart 1946    Sjahrir mengusulkan pada Belanda ;
    Pemerintah belanda mengakui de facto RI (jawa, Sumatra)
    RI dan Belanda berkerja sama membentuk RIS
17 Mart 1946    Beberapa takoh politik ditangkap pemerintah, karena dianggap  menganggu persatuan RI ( Tan Malaka,Sukarni, Chairul Saleh,Muh.Yamin Suprapto dll) mereka adalah tokoh Persatuan Pembangunan
17 Mei 1946    Panitia besar penyelengara organisasi tentara menyusun peraturan tentang bentuk kementrian,bentuk kekuatan serta organisasi tentara
4 Aprl 1946    Indonesia mengirim delegasi (Mr. Suwandi, Sudarsono,Abdul Karim ke Belanda)untuk kedaulatan RI
14-25-04-1946    Perundingan antara RI & Belanda,Belanda hanya mengakui kedaulatan RI (jawa,madura, dikurangi daerah yang diduduki Serikat)
4 Juni 1946    Persatuan Perjuangan (PP) dibubarkan
15-25 Juli 1946    Konferensi Malimo untuk menekan politik RI agar menerima negara federasi
Agst 1946    Inggris berusaha menjadi penengah antara Indonesia-Belanda
17 Sept 1946    Indonesia mengirim delegasinya (Sudibjo, S.Surjadarma Simbolon,TB Simatupang) untuk membahas gencatan senjata
1 Oktr 1946    Gencatan senjata di Pangkalpina,agar RI menerima negara federasi
2 Oktr 1946    Kabinet Sjahrir III dilantik
4Oktr 1946    Pembentukan Dewan Kelaskaran Pusat & daerah
7 Oktr 1946    Perundingan di Jakarta antara komisi jendarial Belanda oleh prof schermerhorn,Max Van Poll, F de Boer
    Jika RI tak menerima masa peralihan RI sebagai negara bagian
    RI harus memulihkan keamanan & ketertiban (merupakan gagasan kesatuan kerajaan Belanda)
10 Nov 1946 : Perundingan Linggajati, Cirebon :
    RI & belanda mendirikan NIS
    RI & Belanda membentuk uni Indonesia-Belanda
Des 1946    dikeluarkan PP no.6/1946, penambahan anggota KNIP untuk mengatasi pro & kontra
1947    Hatta memangkas personal militer dari 810 ribu menjadi 217 ribu.Ini diprakasai oleh Amir Syarifuddin
19 Jan 1947      Pembentukan planning Board (badan perancang ekonomi). Untuk rencana pembangunan ekonomi 2-3 tahun  atas inisiatif mentri kemakmuran AK Gani
    Semua bangunan umum, perkebunan , industri yang dulu dimiliki RI tetap
    Bangunan vital asing dinasionalisasi dengan pemberian ganti rugi
    Perusahahan modal asing akan dikembalikan pada yang berhak setelah berunding antara Indonesia-belanda
24 Jan  1947    Peta demarkasi dikembalikan pada polisi
12 Febr 1947     Belanda melanggar perjanjian Linggajati
28 Febr 1947    Pelantikan 232 anggota baru KNIP, pemerintah berhasil meratifikasi persetujuan Linggajati
25 Mart 1947    1. Naskah tersetujuan Linggajati ditandatangani 2 delegasi
2. RI mendapat pengakuan de facto atas jawa, Sumatra & perhatian Internasional
1947    Hatta mengeluarkan kebijakan memangkas personel TNI dari 810.000 menjadi 207000 dan dipolitisasi oleh Amir Syarifuddin, hal ini terjadi karena keterbatasan biaya pemerintah Indonesia
5 Mei 1947    Pembentukan TRI
27 Mei 1947    Komisi jenderal melalui idenburgh menyerahkan nota pada pemerintah RI
    Membentuk pemerintah peralihan bersama
    Garis determiliterisasi & pengacau yang bergabung dalam konferensi malindonesia (NIT,kalimantan,Bali)harus dihentikan
    Hasil perkebunan & devisa diawasi bersama
3 Juni 1947    Berdirinya TNI
7 juni 1947    Presiden mengesahkan berdirinya TNI
8 Juni 1947     RI membalas nota tgl 27 Mei 1947
    Masalah pemerintahan peralihan/politik: Pemerintah mengakui Negara Indonesia Timur tak selaras dengan perundinagan Linggajati,status Borneo dibicarakan bersama lagi
    Masalah militer: RI menyetujui determiliterisasi daerah demarkasi dengan menyerahkan zona bebas militer pada polisi
21 Juli 1947     Agresi militer I
30 Juli 1947    Australia & Indonesiaia menganjurkan agar masalah Indonesia dimasukkan dalam Dewan Keamanan
31 Juli 1947    Masalah Indonesia masuk dalam sidang dewan keamanan
1 Agst 1947    Seruan dari dewan keamanan agar menyelesaikan masalah dengan damai
4 agst 1947    Gencatan senjata diganti perundingan, dewan keamanan membentuk KTN (komisi 3 negara) RI: Australia, Belanda: Belgia , RI & Belanda: AS
26 Oktr 1947    TNI menyelenggarakan konferensi, berhasil menghimpun kekuatan dalam TNI
27 Oktr 1947    Anggota KTN datang ke Indonesia
1 Nov 1947    Resolusi dewan keamanan, KTN mengurusi politik &  militer
12 Nov 1947    Sidang BPPKI, menentang TNI bagian masyarakat Amir Syarifuddin
8 Des 1947    Perundingan Renville dipimpin Herremans (wakil KTN dari Belgia)
    Menghentikan gencatan senjata
    Membahas pokok dasar perjanjian Linggajati
16-19 Des 1947    Belanda mengadakan konferensi Jabar, untuk membentuk negara boneka
19 Des 1947    Belanda membentuk Komite Indonesia Serikat, membentuk negara Sum-Tim
17 Jan 1948    Naskah Renville ditandatangani
18 Jan 1948    PNI menuntut kabinet Amir menyerahkan mandat pada presiden
1948.    Pemberontakan PKI Madiun . Amerika memberikan bantuan kepada Indonesia. di Internasional munculnya pergolakan Komunisme dan Kapitalisme
23 Jan 1948     Amir Syarifuddin menyerahkan mandat pada presiden
31 jan 1948     Hatta menyusun kabinet, dia menjadi PM & merangkap mentri pertahanan
Progam : 1.pelaksanaan perundinagan Renville
                 2.mempercepat terbentuknya NIS
                 3.melakukan rasionalisasi & pembangunan
Hatta menunjuk Moh Roem untuk berunding dengan Van Mook Memo RI :
1.    meminta RI melaksanakan perjanjian Linggajati tentang pengakuan kedaulatan Indonesia masa peralihan
2.    mengurusi urusan  LN Indonesia dengan US
1948    mulai terjadi perdebatan masalah pemangkasan TNI
18 Febr 1948     PKI memproklamasikan berdirinya Republik Soviet Indonesia di Madiun & Kolonel Djokosuyono sebagai Gubernur militer
1948    Pemberontakan PKI Madiun
10 Juni 1948    Jawaban RI atas memo tsb
    RI menyerahkan kekuasaan pada NIS
    Karena bila diratifikasi oleh KNIP maka persahabatan bisa berlaku
5 Juli 1948     ¬Kaum buruh dibawah FRD (Front Demokrasi Rakyat) mogok dipabrik karung delanggu (Klaten)
10 Juli 1948    Bentrokan antara buruh  FDARI dengan STII (Serikat Tani Islam Indonesia), organisasi tani Masyumi
Agst 1948    1.    Muso kembali ke Indonesia dari Moskwo
2.    Partai sosialis & partai buruh bergabung dengan PKI
Muso mengecap kebijakan pemerintah & strategi perjuangan Pemerintah
Sept 1948    Pemberontakan PKI Madiun,munculnya berbagai pergolakan politik Indonesia sebagai dampak dari pengaruh kapitalisme & komunisme
30 Sept 1948    Madiun dapat direbut kembali melalui gerakan operasi militer (GOM)
3 Oktr 1948     GRR (Gerakan Revolusi Rakyat) oleh Muwardi berfusi dengan partai rakyat,partai buruh,ACOMA,wanita rakyat menjadi PARTAI MURBA
3 Oktr 1948 :     SIDANG UMUM MPR
11 Nov 1948 :     Pejabat sipil & militer diundang ke markas besar komando jawa untuk mendapat penjelasan tentang perintah bertindak bila musuh melakukan agresi
Des 1948 :    Persiapan ketahanan
Bid Politik : reorganisasi & rekontruksi angkatan perang
Bid pemerintahan : Persiapan militerisasi jawatan
 19 Des 1948     Agresi militer II, mengkuasai Yogya
22 Des 1948 :     Sidang dewan keamanan  atas pelanggaran Belanda terhadap perjanjian Renville
7 Jan 1949 :     Sidang dewan keamanan
23 Jan 1949 :     Jawaharlal Nehru atas nama konferensi asia di New Delhi, menuntut dipulihkan RI seperti semula
24 Jan 1949 :     Sidang dewan keamanan PBB
•    Hentikan permusuhan
•    Bebaskan pemimpin Indonesia yang ditangkap 19 des 1948
•    KTN harus melaporkan kondisi Indonesia
1949.    Nilai tukar rupah dipatok  Rp 3,8 per dollar AS.
28 Jan 1949 :     Dewan keamanan menerima  resolusi
•    Menghentikan gencata senjata
•    Membebaskan pemimpin RI &  dikembalikan ke Yogya
26 Febr 1949 :     Konfrensi meja bundar (KMB)
1 Mart 1949 :     Serangan umum di Yogya,menghadapi agresi Belanda II& berhasil menduduki Yogya selama 6 jam
12 Mart 1949 :     Membahas kedaulatan Indonesia & pembentukan uni Indonesia-Belanda
23 Mart 1949 :     Dewan keamanan PBB memberi bantuan Indonesia
    Tercapainya persetujuan pelaksanaan resolusi dewan keamanan; penghentian agresi militer oleh Belanda & pengembalian pemerintahan Indonesia di Yogya
    Menetapkan waktu & tempat akan diselenggarakannya KMB
14 Aprl 1949 :     KMB I dilaksanakan di Jakarta, dihotel Des Indonesia  
Indonesia : Moh.Roem,Ali Sastrosmidjojo,Leimina,Djuanda dll
Belanda : Mr,NSBlom,Mr.a.jakop,Dari.JJ.Vander Velde  
25 Aprl 1949:     RI mengadakan pertemuan informal dengan Belanda
17 Mei 1949 :    Disepakati perjanjian ROEM-ROYEN
Roem : menghentikan pertang gerilya & pengembalian perdamaian serta menjaga keamanan
Royen : Belanda mengakui RI bagian dari NIS,membebaskan pemimpin yang ditangkap
 22 Juni 1949     Perundingan formal antara RI, BFO & Belanda tentang pengembalian RI dari Yogya tgl 24 Juni 1949,Yogya dikosongkan tgl 1 Juli 1949 & KMB dilaksanakan di Den Haag BFO: musyawarah antara negara-negara bikinan Belanda
13 Juli 1949     Sidang kabinet I,Mr Sjafruddin prawiranegara menyerahkan mandat pada presiden
19-22 Juli 1949     Konferensi antar Indonesia di Yogya, hasilnya adalah; Berdirinya RIS & dipimpin presiden konstitusional
30 Juli 1949     Lanjutan konferensi antara Indonesia di Jakarta dipimpin oleh Hatta untuk menertibkan suasana sampai KMB
23 Agst 1949     KMB II di DEN Haag
2 Nov 1949     KMB III di Den Haag, terbentuknya RIS yang terdiri dari 16 negara bagian (Negara Sumatra Timur,Negara Sumatra Selatan,Negara Pasundan,Negara Indonesia Timur)
15 Des 1949     Pemilihan presiden RIS
16 Des 1949     Ir Soekarno menjadi presiden RIS
27 Des 1949     RIS & Belanda menandatangani kedaulaan RIS
1950-1957     Pergantian kabinet karena pemerintahan yang tak stabil (D.Liberal)
Mart-Aprl 1950      Konferensi Uni Indonesia Belanda
1950    perseteruan Indonesia Belanda masalah Irian barat
8 Mart 1950      Rakyat Jawa Barat menyerukan agar negara pasundan bubar & lebur dengan RI
19 Mart 1950      Pemotongan uang yang bernilai 2,5 gulden ke atas dipotong menjadi 2 karena di negara terjadi inflasi & defisit. TNI & KNIL digabung menjadi APRIS (angkatan perang RI),dan terjadi konflik diantara keduanya.
Timbul APRA (angkatan perang ratu adil), agar diakui sebagai Negara pasundan di Bandung.
Kal-Bar, Sutan Sjahrir II:menolak masuknya TNI di Kal-Bar
Di Makasar : Andi Aziz
DI Ambon : RMS (Revolusi Maluku Selatan)
1950.      Gunting Syafruddin. Semua uang Nica dan Javanese Bank digunting.  
8 April 1950      Konferensi Segitiga (RIS) N I T & N S T
12 Mei 1950     NIT & NST menyerahkan mandatnya pada PM RIS (Hatta)
19 Mei 1950      RIS & RI membentuk NKRI
 1950-1958      Pemerintah mendukung aksi-aksi tersebut, berakibat pengusiran 46 ribu warga Belanda yang ada di Indonesia
20 Juli 1950      Negara kesatuan menyusun UUD
15 Agst 1950     Presden Soekarno menandatangani UUDS
17 Agst 1950      Berakhirnya kabinet Hatta (RIS)
1950-1958     Pemberontakan PRRI Semesta
Des 1950       Konferensi uni Indonesia belanda II di Den Haag
4 Des 1950      Konferensi Tingkat Menteri ke II di Den Haag delegasi RI Moh Roem
1950-1959    Berlaku Demokrasi Liberal, ini gagal karena parpol sering jatuh bangun
Des 1951      Konferensi uni Indonesia belanda III
15 Febr 1952      pemerintah Belanda memasukkan IRBA dalam  kekuasaannya secara sepihak
    Kerjasama dengan semua negara dengan menitik beratkan pada AS
    Kerjasa dengan semau negara dengan menitikberatkan pada US
    Kerjasama dengan semua negara dengan menitikberatkan pada Asia-Afrika
3 Juni 1952      Kabinet Ali I mengusulkan pemerintahan menetapkan sikap yang pasti antara 3 kemungkinan,
17 Oktr 1952 :      Kudeta 17 Oktr 1952, yaitu mengarahkan meriam tank ke istana negara imbas dari perampingan AD didalangi oleh Nasution sehingga Nasutian diskors dan diganti. Aksi ini menuntut pada pemerintah untuk tidak mencampuri masalah ditentara yang ujungnya militer diberi ruang dibidang ekonomi pada saat itu mulai adanya nasionalisasi sehingga militer banyak yang menguasai perusahaan. Dari 7 butir keputusan pada butir ke-5 menyatakan kekhawatirannya tentang adanya instabilitas
1952    Nilai tukar rupiah 11,40 per Dollar AS.
1953    Adanya peningkatan perusahaan dari 700 perusahaan menjadi 405 ribu perusahaan
1953.    Javanese Bank menjadi Bank Indonesia.    
Jan 1953      Politik LN Indonesia adalah bebas aktif
25 Agst 1953      Ali I mengusulkankerjasama dengan asia-afrika
2 Juni 1953      Wilopo menyerahkan mandatnya kepada Presiden
Mart 1954      Indonesia membuka Hub Diplomasi dengan US
28 Aprl-2 Mei 1954      Konferensi Kolombo,dihadiri; PM Unu (Birma), PM Jawaharlal Nehru (Indonesiaia), PM Moh.Ali (Pakistan), PM Sir John Kotelawala (Srilanka), PM Ali Sastro (Indonesia)
21 Sept 1954 :      Sidang Umum PBB ke-9 Indonesia diberi kesempatan mengajukan memorandum
10 Des 1954      Dalam sidang PBB  IX Indonesia diberi kesempatan mengajukan memorandum masalah Irian Barat. Indonesia gagal mendapatkan 2/3 suara, sehingga Irian Barat tidak dimasukkan dalam agenda PBB
28-31 Des 1954       Konferensi Bogor
    Mengadakan KAA di Bandung bulan April 1955
    5 negara konferensi bogor sebagai sponsor
    25 negara Asia-Afrika akan diundang
Tujuan : membahas bangsa Asia-afrika mengenai kedaulatan nasional, rasionalisme, kolonialisme
1945-1959    Defisit anggaran, suplai uang, biaya hidup meningkat 3 kali lipat. Hutang LN sebelum GESTAPU 270 juta dollar AS dan digunakan untuk pembangunan proyek simbolis.
 1955      Pertemuan di yogya untuk keutuha nAD”piagam yogya”
18-25 Apl 1955      KAA di Bandung yang terjadi pada masa kabinet Ali
1955-58 .    Nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda.
Juni.1955,      Nasution diganti oleh bambang utoyo ditentang oleh dzulkifli dengan pemberontakan pada pak Karno 1955
20 Juli 1955      Negara Kesatuan merancang UUD
27 juli 1955,      Diadakan pertemuan di yogya untuk keutuhan AD penyelesaian masalah 17 oktober 1952 Nasution dalam membenahi AD tidak selesai
29 Juli 1955      Hatta membentuk Tiga Formatur untuk membentuk Kabinet baru Sukiman ( Masyumi), Wilopo (PNI ), Asat ( Non Partai) Tujuannya mengembalikan kepercayaan masyarakat dan AD terhadap Pemerintah.
24 Juli 1955      Kabinet Ali menyerahkan Mandatnya kepada Presiden
3 Agustus 1955      Ketiga Formatur mengembalikan mandatnya pada presiden
14 Agst 1955      penangkapan terhadap pejabat tinggi yang dilakukan oleh AD
29 Sept 1955      Pemilu untuk parlemen, partai yang menang(PNI, Masyumi, NU,  PKI)
28 Oktr 1955      AH Nasution diangkat lagi menjadi kepala staf AD atas inisiatif NU
15 Des 1955      Pemilu untuk konstituante
1955    Kabinet Burhanuddin, Indonesia menerima kesepakatan karena campur tangan Amerika dengan perjanjian akan dibantu untuk membayar hutang, bantuan yang diterima 100 juta dengan kompensasi dikembalikan dengan cara  Ekspor dan Impor dan harus lunas pada tahun 1956
21 feb.1956,     Demokrasi terpimpin karena sukarno tidak sepakat dengan adanya multi partai ( NASAKOM, Nasionalisme, agamis dan komunis)
1956    Hatta mengundurkan diri karena tidak sepakat dengan demokrasi terpimpin
3 Mart 1956      Kabinet Burhanuddin Harahap jatuh
8 Mart 1956      Presiden menunjuk Ali membentuk kabinet baru
20 Mart 1956      Mr Assat didepan kongres menyatakan perlunya peraturan untuk melindungi pengusaha nasional
26 Mart 1956      Terbentuknya kabinet Ali
3 Mei 1956      Pidato presiden yang menyatakan bahwa kabinet Ali merupakan titik tolak planning & investment
20 Juli 1956      Penandatanganan penolakan KMB oleh presiden
1957-1959     Hatta berhenti jadi Wapres, karena tak sepakat dengan kebijakan yang diambil presiden Soekarno tentang berlakunya D. Terpimpin
Febr 1957      Nasionalisasi perusahaan Belanda
21 Febr 1957      Presiden memanggil pejabat sipil & Militer untuk pembentukan kabinet gotong royong
1 Mart 1957      Berlakunya D. Terpimpin
29 Nov 1957      Indonesia menerima hasil keputusan KMB yang padd kabinet Burhanuddin ditolak
30 Nov 1957      PBB menolak resolusi Indonesia tentang IRBA, menyebabkan gerakan radikalisme (Indonesia keluar dari PBB)
1957    Indonesia keluar dari PBB
1 Des 1957      Peristiwa CIKINI, usaha pembunuhan presiden oleh kolonel Zulkifli Lubis
1957-1959    Kabinet natsir berjanji memperbaiki perekonomian Indonesia dengan program banteng, tetapi pada kenyataannya ekonomi semakin memburuk
1 Des 1957,     Aksi mogok buruh yang didukung oleh PKI (Sobsi) partai membentuk serikat buruh PNI: KBKI, Masyumi: SBII, NU: Sarbumusi, PSI: KBSI
3 Des 1957      aksi mogok dibeberapa perusahaan Belanda, serikat buruh merebut perusahaan belanda
5 Des 1957      Serikat buruh & PKI mengambil alih perusahaan Belanda
5 des 1957,     Pengusiran warga belanda yang ada di Indonesia sejumlah 46 ribu orang, hal ini dilakukan untuk membangkitkan perekonomian Indonesia dengan perekonomian pribumi, agar tidak dipengaruhi oleh Belanda ataupun cina. Pada kenyataannya ekonomi Indonesia merosok bahkan memburuk, karena pemimpinnya menganut paham anti modal asing
15 Febr 1958      PRRI memproklamasikan kemerdekaannya dengan asas keimanan dan ketuhanan
1958-1961    konflik senjata, kekecewaan di daerah-daerah pada pemerintahan pusat  yang didanai oleh amerika melalui Dzulkifli PRRI membentuk dewan-dewan :
a.    Dean Banteng Sumatera barat
b.    Dewan Gajah Sumatera utara
c.    Dewan garuda Sumatera selatan
5 Juli 1959      PRRI memproklamasikan berdirinya negara di Sum-Bar,dengan presiden Amir Syafruddin
9 Juli 1959      Dekrit Presiden, karena konstituante gagal menyusun UUD sehingga kembali ke UUD 1945
1959.    Niali rupiah merosot 90% setelah sebelumnya pemerintah pemerintah memangkas (sanering) nilai rupiah.
PP No. 2 1959      kabinet Djuanda bubar, di ganti kabinet kerja dengan residen sebagai PM, PP No. 2 1959 : Dibentuk MPRS yang anggotanya ditunjuk oleh Presiden
15 Agst 1959      DPA dilantik
17 Agst 1959      Pidato presiden “penemuan kembali revolusi kita” Sept 1959 : Pidato tsb dijadikan GBHN “ manifesto politik RI (manipol), pedoman :
    pidato presiden “jalannya revolusi kita”tgl 17 Agst 1960
    pidato presiden didepan SU PBB “to build the world a new” tgl 30 Sept 1960
1960    Konfrontasi denagn Malaysia, ini merupakan keberhasilan PKI menyingkirkan AD di Jatim dan Jakarta. Konfrontasi ini mengakibatkan ekonomi merosot dari 2 digit menjadi 3 digit selama masa D.Terpimpin
25 Juni 1960      Presiden melantik DPR-GR, bertugas melaksanakan manipol & D. Terpimpin
5 Jan 1961      Presiden melantik wakil DPR-GR, sebagai mandataris MPRS & membantu presiden
19 Des 1961      Trikora di Yogya, yang berisi pembubaran PKI & pengibaran merah putih di IRBA
2 Jan 1962     dibentuk komando mandala kebebasan IRBA
15 Jan 1962     Pertempuran luat aru, gugur Deputy Kasal & Komodor Yos Sudarso
15 Agst 1962     ditandatangani perjanjian New York antara Indonesia-Belanda tentang IRBA
1962    Jendral Nasution (perwira AD) dipecat dari wakil panglima besar angakatan bersenjata (WAPANGSAR) dan menjabat Menko polkam tanpa kewenangan komando operasional.
16 Sept 1963     Proklamasi federasi Malaysia (Indonesia,filipina,Malaya)
21 Sept 1963      Indonesia memutuskan hubungan ekonomi dengan Malaya, Singapura, Serawak, Sabah
1963    AD tidak mampu membayar hutangnya, sehingga mereka mengalami kesulitan dalam memperoleh dan merawat alat-alat perang.
Anggran militer 1959 (32,26%), 1960 (34,99%), 1961 (29,28%), 1962 (34,72%), 1063 (22,10%), 1964 (26,71%), 1965 (1,54%)
1964    Sejak di pimpin Aidit (1952) anggota PKI mencapai 8 ribu orang. Dan tahun 1964 mengklaim anggotanya sebesar 3 juat orang dengan perincian sebagai berikut, Barisan Tani Indonesia (BTI) 8 ratus ribu pada awal 1953 menjadi 1,5 juta pada april 1954, pemuda rakyat 2 juta, gerwani 1,75 juta orang
1964.    Pemerintah menetapkan nilai rupiah Rp 250 per dollar.
1964      Politik Indonesia mercusuar,poros Jakarta – Peking,konfrontasi dengan Malaysia krn Malaysia dianggap proyek neo kolonialisme & ini sangat membahayakan RI
20 oct. 1964,     Golkar berdiri
1964-1965    Terjadi perpecahan di AD, AU, AL dan kepolisian. Dan kepala angkatan bersenjata AU menjadi mentri, sehingga dikalangan angkatan berlomba-lomba dalam kekuasaan dengan menjalim ikatan dengan presiden dan parpol.
Mei 1965    Timbul issu bahwa dewan jendral yang akan mengambil alih pemerintahan bila gagal nenjalankan tugasnya, ini diinformasikan oleh brigjen (pol) Soetarto kepada staf BPI (Soebandrio)
15 mei 1965    Soebandrio menerima surat dari duta besar Inggris “dokumen bilchrist”, bahwa Inggris akan membantu upaya-upaya untuk mengulingkan soekarno
September 1965    Oemar Dani membeli senjata ke Cina
7 Jan 1965      Malaysia diterima sebagai anggota tidak tetap dewan keamanan PBB, karena Indonesia mengancam akan keluar dari PBB
20 Jan 1965     Indonesia keluar dari PBB
1965.      Inflasi sampai 600 %. “Pembantaian nilai uang “. Rp.1000 dinilaai Rp 1.
30 Sept 1965     Gerakan 30 September “G 30 S/ PKI”,dimana sasaran adalah Jendarial AD dan presiden
3 Oktr 1965     ditemukan tempat jenazah jendarial AD dimakamkan
5 Oktr 1965      Jenazah dimakamkan di taman makam pahlawan kalibata
11 Oktr 1965     Kolonel untung tertangkap di Tegal
1 Des 1965      Dibentuk komando operasi merapi, untuk pembersihan G 30 S
1966    Indonesia harus mulai mencicil hutang beserta bunganya sebesar 640 juta dollar, padahal pendapatan negara 400 juat dollar. Ini dikarenakan banyak korupsi dan tingginya biaya inefisiensi
12 Jan 1966      Tritura,yang dipelopori KAMI & KAPPI
1.    bubarkan PKI
2.    bersihkan kabinet dari unsure G 30 S
3.    Perbaiki perekonomi
11 Mart 1966      SUPERSEMAR
5 Oktr 1966     AKABRI berdiri dengan semboyan Bhinneka Eka Bakti
20 Febr 1967      Soekarno menyerahkan kekuasaan pada Soeharto
8 Agst 1967      Ditandatanganinya deklarasi Bangkok
1967.      Suharto menjadi presiden RI. UU PMA berlaku disussul UU PMDN. Keduanya menguntungkan pemodal baru, pemodal lama tersisih. Pemodal lama yang umumnya pribumi cemburu  kepada pemodal baru yang umumnya Tionghoa
28 Mart 1968     Pelaksanaan pembangunan 5 th,
13 Juli 1968      Perintah mengesahkan UU No.6 1968 tentang penanaman modal asing
Sept 1969      Terbentuknya GOLONGAN KARYA
1969    Konsep PELITA dijalankan.
1970.      Penjadwalan kembali utang Indonesia.  Nilai tukar rupiah Rp. 378 per dollar
1971.      Nilai tukar rupiah Rp. 415 per dollar. Menyusul pembebasannya dollar AS dari emas. Meninggalkan sistem Bretton Woods.
5 Jan 1973      Kelompok persatuan Pembangunan diganti PPP
1973.      Perang di Timur Tengah memicu harga minyak naik (oil shock).
31 Juli 1971     Pemilu II masa ORBA, golongan karya (227 kursi), NU (58 kursi),PNI (20 kursi)
5 Jan 1974      PERISTIWA MALARI, menghalangi dominasi modal jepang, aksi ini didekengi oleh AS, pada aksi ini banyak memakan korban, Ali Murtopo membelokkan issu Korupsi pada peristiwa ini
1974.      Bursa Efek Jakarta dibuka.
31 Agst 1974      Partai Apodeti menginginkan Tim-Tim gabung dengan RI
6 Jan 1975      OPERASI SEROJA, menghalang Timor Timor jatuh ke  Soviet setelah ditinggalkan oleh portugal
17 Des 1975     Partai Apodeti,UDT, Kota Trabalista menyatakan berdirinya Pemerintahan Sementara Tim- Tim
17 Juli 1976      Pengesahan Tim – Tim masuk dalam NKRI,ditetapkan dalam UU No. 7 1976
Th 1977      Pemilu III , Golongan karya menang mutlak
1978    Indonesia menganut sistem mata uang mengambang terkendali. Rupiah ditetapkan Rp. 625 per dollar.
1979.      Oil Shock kedua.
Januari 1980      Pramudya ATR dikeluarkan dari penjara,tapi masih sebagai Tawanan rumah
Febr 1980      Progam AMD mulai dikembangkan dalam masyarakat
Mart 1981      Muslim Radikal menyerang kantor polisi Cilendo Jabar
May 1982      Doktrin dwifungsi ABRI masuk dalam hukumm
May 1982     Golongan karya memenangkan 2/3 suara dalam pemilu, PPP partai mayoritas yang menang di Jakarta, Golongan karya tak menang di Aceh
1983      Suharto diangkat kembali menjadi presiden periode ke-4 dan Umar Hadikusumah sebagai wakil presiden
1983.       Nilai tukar rupiah Rp. 970 per dollar AS. Deregulasi sistem perbankan. Bank Indonesia  menerbitkan Sertifikat Bank Indonesia.(SBI)
1985.       Bank Indonesia memperkenalkan Surat Berharga Pasar Uang (SBPU).  
   1986     Nilai tukar rupiah Rp 1. 644 per dolar AS.
Oktr 1986                         Indonesia menjalin hubungan diplomasi dengan Papua Nugini. Bank Dunia mengkritik kebijakan pemerintah tentang transmigrasi
1987    Gerakan Sumarlin I. Empat BUMN wajib membeli SBI
5 Jan 1988      Budget pemerintah 36% untuk membayar hutang
1988     Pakta 88 liberalisasi sektor perbankan
    membuka cabang di daerah
    membuka kesempatan swasta untuk membuka bank
    akibat dari ini kredit macet
10 Mart 1988    Suharto terpilih menjadi presiden lagi periode ke-5, wakilnya Sudharmono
1988.      Paket kebijakan 27 Oktober (pakto). Awal sejarah liberalisasi sektor perbankan. Salah satu butir memperkenalkan Bank swasta berdiri dengan modal minimal 10 milyar rupiah. Booming Bank-bank baru dari 111 melonjak menjadi 220,
1989     Runtuhnya Uni Soviet, Perang dingin yang dimulai sejak tahun 1947 berakhir, ditandai dengan runtuhnya tembok berlin dan jerman bersatu. Dampaknya bagi Indonesia gagalnya idiologi komunisme di tanamkan di Indonesia
1990    bebasnya kolonialisme
1991.      Gebrakan Sumarlin II.
1992      Swasta melakukan peminjaman LN sebesar-besarnya. Ini dijamin oleh Commercial paper yang mempunyai jatuh tempo 5 th. Pemerintah membentuk panitia kredit luar negeri untuk menahan agar BUMN tidak terjatuh pada hutang luar negeri
1994      Pertarungan peradaban Barat dengan Timur. Menyebabkan sentimen anti Cina dan memicu kerusuhan 13-15 Mei 1998
1994.    Pemimpin APEC mendeklarasikan Pasar Bebas di mulai tahun 2002.
1996     Supremasi Sipil diusung dalam bungkus Anti militer oleh LSM, dilakukan oleh kapitalis untuk menyingkirkan militer dari pemerintahan Indonesia
1997.      14 Agustus. Nilai tukar rupiah dilepas mengikuti harga pasar. Awal krisis ekonomi
1997      Jatuh tempo, menyebabkan gejolak militer dan merosotnya nilai tukar rupiah, mensosialisasikan supremasi sipil
!998      IMF memaksa Suharto menandatangani Letter Of Intent dan terjadinya krisis politik
1998.    LOI ditandatangani. Februari nilai tukar rupiah Rp 16.000 per dolar.
13-15 Mei 1998      kerusuhan yang memakan banyak korban terutama keturunan Cina dan mahasiswa
1999      Konflik Islam Kristen di Ambon
1999.    Abdurrahman Wahid (Gus Dur)  terplih menjadi Presiden RI .
Juni 1999     Pemilu I di Era reformasi, tidak ada perubahan kebijakan yang mendasar dalam sistem ekonomi politik, karena pemimpin yang berkuasa tetap bertahan pada developmentalisme moderen
Juli 1999      Nilai rupiah mulai menguat dan sektor ekspor mengalami kemunduran
Agst 1999      Nilai tukar rupiah merosot, karena adanya skandal bank Bali
Sept 1999      Pelelangan aset negara oleh BPPN dibawah pengaruh Citibank dan Chartered Bank
Juli 2004    Pemilu legislatif I kali di Indonesia yang menerapkan pemilihan langsung oleh rakyat
26 Des 2004    Terjadi bencana gelombang tsunami di aceh dan Sumatra Utara

Kronologi Sejar…

By anggela yunanda
Sampingan

SEKOLAH KADER BERKELANJUTAN
IKATAN PELAJAR NAHDLATUL ‘ULAMA

 

PIMPINAN WILAYAH
IKATAN PELAJAR NAHDLATUL ‘ULAMA
PROVINSI JAWA TENGAH
Oleh :
Syafiq Tri Andriyansyah

Purworejo 11 – 12 Februari 2012

BAB I TEORI MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA
Teori pertama tentang datangnya Islam di Nusantara menyatakan bahwa Islam dibawa ke Nusantara oleh para pedagang yang berasal dari Arab/Timur Tengah. Teori ini dikenal sebagai teori Arab, dan dipegang oleh Crawfurd, Niemann, de Holander. Bahkan Fazlur Rahman juga mengikuti mazhab ini (Rahman: 1968). Kedua adalah teori India. Teori ini menyatakan bahwa Islam yang datang ke Nusantara berasal dari India. Pelopor mazhab ini adalah Pijnapel yang kemudian diteliti lebih lanjut oleh Snouck, Fatimi, Vlekke, Gonda, dan Schrieke (Drewes: 1985; Azra: 1999). BAB II BABAK – BABAK PENTING DALAM PROSES MASUKNYA ISLAM DI INDONESIA
A. BABAK PERTAMA, ABAD 7 MASEHI (ABAD 1 HIJRIAH).
Pada abad 7 masehi, Islam sudah sampai ke Nusantara. Para Dai yang datang ke Indonesia berasal dari jazirah Arab yang sudah beradaptasi dengan bangsa India yakni bangsa Gujarat dan ada juga yang telah beradaptasi dengan bangsa Cina, dari berbagai arah yakni dari jalur sutera (jalur perdagangan) dakwah mulai merambah di pesisir-pesisir Nusantara. Sejak awal Islam tidak pernah membeda-bedakan fungsi seseorang untuk berperan sebagai dai (juru dakwah). Kewajiban berdakwah dalam Islam bukan hanya kasta (golongan) tertentu saja tetapi bagi setiap masyarakat dalam Islam. Sedangkan di agama lain hanya golongan tertentu yang mempunyai otoritas menyebarkan agama, yaitu pendeta. Sesuai ungkapan Imam Syahid Hasan Al-Bana “ Nahnu du?at qabla kulla syai“ artinya kami adalah dai sebelum profesi-profesi lainnya. Sampainya dakwah di Indonesia melalui para pelaut-pelaut atau pedagang-pedagang sambil membawa dagangannya juga membawa akhlak Islami sekaligus memperkenalkan nilai-nilai yang Islami. Masyarakat ketika berbenalan dengan Islam terbuka pikirannya, dimuliakan sebagai manusia dan ini yang membedakan masuknya agama lain sesudah maupun sebelum datangnya Islam. Sebagai contoh masuknya agama Kristen ke Indonesia ini berbarengan dengan Gold (emas atau kekayaan) dan glory (kejayaan atau kekuasaan) selain Gospel yang merupakan motif penyebaran agama berbarengan dengan penjajahan dan kekuasaan. Sedangkan Islam dengan cara yang damai. Begitulah Islam pertama-tama disebarkan di Nusantara, dari komunitas-komunitas muslim yang berada di daerah-daerah pesisir berkembang menjadi kota-kota pelabuhan dan perdagangan dan terus berkembang sampai akhirnya menjadi kerajaan-kerajaan Islam dari mulai Aceh sampai Ternata dan Tidore yang merupakan pusat kerajaan Indonesia bagian Timur yang wilayahnya sampai ke Irian jaya.
B. BABAK KEDUA, ABAD 13 MASEHI.
Di abad 13 Masehi berdirilah kerajaan-kerajaan Islam diberbagai penjuru di Nusantara. Yang merupakan moment kebangkitan kekuatan politik umat khususnya didaerah Jawa ketika kerajaan Majapahit berangsur-angsur turun kewibawaannya karena konflik internal. Hal ini dimanfaatkan oleh Sunan Kalijaga yang membina di wilayah tersebut bersama Raden Fatah yang merupaka keturunan raja-raja Majapahit untuk mendirikan kerajaan Islam pertama di pulau Jawa yaitu kerajaan Demak. Bersamaan dengan itu mulai bermunculan pula kerajaan-kerajaan Islam yang lainnya, walaupun masih bersifat lokal.
SEJARAH AWAL MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA 01
Pada abad 13 Masehi ada fenoma yang disebut dengan Wali Songo yaitu ulama-ulama yang menyebarkan dakwah di Indonesia. Wali Songo mengembangkan dakwah atau melakukan proses Islamisasinya melalui saluran-saluran:
a) Perdagangan
b) Pernikahan
c) Pendidikan(pesantren)
Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang asli dari akar budaya indonesia, dan juga adopsi dan adaptasi hasanah kebudayaan pra Islam yang tidak keluar dari nilai-nilai Islam yang dapat dimanfaatkan dalam penyebaran Islam. Ini membuktikan Islam sangat menghargai budaya setempat selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam.
d) Seni dan budaya
Saat itu media tontonan yang sangat terkenal pada masyarakat jawa kkhususnya yaitu wayang. Wali Songo menggunakan wayang sebagai media dakwah dengan sebelumnya mewarnai wayang tersebut dengan nilai-nilai Islam. Yang menjadi ciri pengaruh Islam dalam pewayangan diajarkannya egaliterialisme yaitu kesamaan derajat manusia di hadapan Allah dengan dimasukannya tokoh-tokoh punakawam seperti Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong. Para Wali juga menggubah lagu-lagu tradisional (daerah) dalam langgam Islami, ini berarti nasyid sudah ada di Indonesia ini sejak jaman para wali. Dalam upacara-upacara adat juga diberikan nilai-nilai Islam.
e) Tasawwuf
Kenyatan sejarah bahwa ada tarikat-tarikat di Indonesia yang menjadi jaringan penyebaran agama Islam.
C. BABAK KETIGA, MASA PENJAJAHAN BELANDA.
Pada abad 17 masehi tepatnya tahun 1601 datanglah kerajaan Hindia Belanda kedaerah Nusantara yang awalnya hanya berdagang tetapi akhirnya menjajah. Belanda datang ke Indonesia dengan kamar dagangnya yakni VOC, semejak itu hampir seluruh wilayah nusantara dijajah oleh Hindia Belanda kecuali Aceh. Saat itu antar kerajaan-kerajaan Islam di nusantara belum sempat membentuk aliansi atau kerja sama. Hal ini yang menyebabkan proses penyebaran dakwah terpotong. Dengan sumuliayatul (kesempurnaan) Islam yang tidak ada pemisahan antara aspek-aspek kehidupan tertentu dengan yang lainnya, ini telah diterapkan oleh para Ulama saat itu. Ketika penjajahan datang, mengubah pesantren-pesantren menjadi markas-markas perjuangan, santri-santri (peserta didik pesantren) menjadi jundullah (pasukan Allah) yang siap melawan penjajah sedangkan ulamanya menjadi panglima perangnya. Hampir seluruh wilayah di Indonesia yang melakukan perlawanan terhadap penjajah adalah kaum muslimin beserta ulamanya. Potensi-potensi tumbuh dan berkembang di abad 13 menjadi kekuatan perlawanan terhadap penjajah. Ini dapat dibuktikan dengan adanya hikayat-hikayat pada masa kerajaan-kerajaan Islam yang syair-syairnya berisikan perjuangan. Ulama-ulama menggelorakan Jihad melawan kaum kafir yaitu penjajah Belanda. Belanda mengalami kewalahan yang akhirnya menggunakan strategi-strategi: Politik devide et impera, yang pada kenyataannya memecah-belah atau mengadu domba antara kekuatan Ulama dengan adat contohnya perang Padri di Sumatera Barat dan perang Diponegoro dijawa.
Mendatangkan Prof. Dr. Snouk Cristian Hourgonye alias Abdul Gafar seorang Guru Besar keIndonesiaan di Universitas Hindia Belanda juga seorang orientalis yang pernah mempelajari Islam di Mekkah, dia berpendapat agar pemerintahan Belanda membiarkan umat Islam hanya melakukan ibadah mahdhoh (khusus) dan dilarang berbicara atau sampai melakukan politik praktis. Gagasan tersebut dijalani oleh pemerintahan Belanda dan salah satunya adalah pembatasan terhadap kaum muslimin
SEJARAH AWAL MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA 02
yang akan melakukan ibadah Haji karena pada saat itulah terjadi pematangan pejuangan terhadap penjajahan
D. BABAK KEEMPAT, ABAD 20 MASEHI
Awal abad 20 masehi, penjajah Belanda mulai melakukan politik etik atau politik balas budi yang sebenarnya adalah hanya membuat lapisan masyarakat yang dapat membantu mereka dalam pemerintahannya di Indonesia. Politik balas budi memberikan pendidikan dan pekerjaan kepada bangsa Indonesia khususnya umat Islam tetapi sebenarnya tujuannya untuk mensosialkan ilmu-ilmu barat yang jauh dari Al-Qur?an dan hadist dan akan dijadikannya boneka-boneka penjajah. Selain itu juga mempersiapkan untuk lapisan birokrasi yang tidak mungkin pegang oleh lagi oleh orang-orang Belanda. Yang mendapat pendidikanpun tidak seluruh masyarakat melainkan hanya golongan Priyayi (bangsawan), karena itu yang pemimpin-¬pemimpin pergerakan adalah berasalkan dari golongan bangsawan. Strategi perlawanan terhadap penjajah pada masa ini lebih kepada bersifat organisasi formal daripada dengan senjata. Berdirilah organisasi Serikat Islam merupakan organisasi pergerakan nasional yang pertama di Indonesia pada tahun 1905 yang mempunyai anggota dari kaum rakyat jelata sampai priyayi dan meliputi wilayah yang luas. Tahun 1908 berdirilah Budi Utomo yang bersifat masih bersifat kedaerahan yaitu Jawa, karena itu Serikat Islam dapat disebut organisasi pergerakan Nasional pertama daripada Budi Utomo. Tokoh Serikat Islam yang terkenal yaitu HOS Tjokroaminoto yang memimpin organisasi tersebut pada usia 25 tahun, seorang kaum priyayi yang karena memegang teguh Islam maka diusir sehingga hanya menjadi rakyat biasa. Ia bekerja sebagai buruh pabrik gula. Ia adalah seorang inspirator utama bagi pergerakan Nasional di Indonesia. Serikat Islam di bawah pimpinannya menjadi suatu kekuatan yang diperhitungkan Belanda. Tokoh-tokoh Serikat Islam lainnya ialah H. Agus Salim dan Abdul Muis, yang membina para pemuda yang tergabung dalam Young Islamitend Bound yang bersifat nasional, yang berkembang sampai pada sumpah pemuda tahun 1928. Dakwah Islam di Indonesia terus berkembang dalam institusi-institusi seperti lahirnya Nadhatul Ulama, Muhammadiyah, Persis, dan lain-lain. Lembaga-lembaga ke-Islaman tersebut tergabung dalam MIAI (Majelis Islam „Ala Indonesia) yang kemudian berubah namanya menjadi MASYUMI (Majelis Syura Muslimin Indonesia) yang anggotanya adalah para pimpinan institusi-institusi ke-Islaman tersebut. Di masa pendudukan Jepang, dilakukan strategi untuk memecah-belah kesatuan kekuatan umat oleh pemerintahan Jepang dengan membentuk kementrian Sumubu (Departemen Agama). Jepang meneruskan strategi yang dilakukan Belanda terhadap umat Islam. Ada seorang Jepang yang faham dengan Islam yaitu Kolonel Huri, ia memotong koordinasi ulama-ulama di pusat dengan di daerah, sehingga ulama-ulama di desa yang kurang informasi dan akibatnya membuat umat dapat terbodohi. Pemerintahan pendudukan Jepang memberikan fasilitas untuk kemerdekaan Indonesia dengan membentuk BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan dilanjuti dengan PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan lebih mengerucut lagi menjadi Panitia Sembilan, Panitia ini yang merumuskan Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945. Piagram Jakarta merupakan konsensus tertinggi untuk menggambarkan adanya keragaman Bangsa Indonesia yang mencari suatu rumusan untuk hidup bersama. Tetapi ada kalimat yang kontroversi dalam piagam ini yaitu penghapusan “7 kata “ lengkapnya kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluk-pemeluknya yang terletak pada alinea keempat setelah kalimat Negara berdasarkan kepada Ketuhan Yang Maha Esa.
SEJARAH AWAL MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA 03
E. BABAK KELIMA, ABAD 20 & 21.
Pada babak ini proses dakwah (Islamisasi) di Indonesia mempunyai ciri terjadinya globalisasi informasi dengan pengaruh-pengaruh gerakan Islam internasional secara efektif yang akan membangun kekuatan Islam lebih utuh yang meliputi segala dimensinya. Sebenarnya kalau saja Indonesia tidak terjajah maka proses Islamisasi di Indonesia akan berlangsung dengan damai karena bersifat kultural dan membangun kekuatan secara struktural. Hal ini karena awalnya masuknya Islam yang secara manusiawi, dapat membangun martabat masyarakat yang sebagian besar kaum sudra (kelompok struktur masyarakat terendah pada masa kerajaan) dan membangun ekonomi masyarakat. Sejarah membuktikan bahwa kota-kota pelabuhan (pusat perdagangan) yang merupakan kota-kota yang perekonomiannya berkembang baik adalah kota-kota muslim. Dengan kata lain Islam di Indonesia bila tidak terjadi penjajahan akan merupakan wilayah Islam yang terbesar dan terkuat. Walaupun demikian Allah mentakdirkan di Indonesia merupakan jumlah peduduk muslim terbesar di dunia, tetapi masih menjadi tanda tanya besar apakah kualitasnya sebanding dengan kuantitasnya. BAB III
PROSES ISLAMISASI DAN PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA Pada masa kedatangan dan penyebaran Islam di Indonesia terdapat beraneka ragam suku bangsa, organisasi pemerintahan, struktur ekonomi, dan sosial budaya. Suku bangsa Indonesia yang bertempat tinggal di daerah-daerah pedalaman, jika dilihat dari sudut antropologi budaya, belum banyak mengalami percampuran jenis-jenis bangsa dan budaya dari luar, seperti dari India, Persia, Arab, dan Eropa. Struktur sosial, ekonomi, dan budayanya agak statis dibandingkan dengan suku bangsa yang mendiami daerah pesisir. Mereka yang berdiam di pesisir, lebih-lebih di kota pelabuhan, menunjukkan ciri-ciri fisik dan sosial budaya yang lebih berkembang akibat percampuran dengan bangsa dan budaya dari luar.
A. PROSES ISLAMISASI DI INDONESIA
Dalam masa kedatangan dan penyebaran Islam di Indonesia, terdapat negara-negara yang bercorak Indonesia-Hindu. Di Sumatra terdapat kerajaan Sriwijaya dan Melayu; di Jawa, Majapahit; di Sunda, Pajajaran; dan di Kalimantan, Daha dan Kutai. Agama Islam yang datang ke Indonesia mendapat perhatian khusus dari kebanyakan rakyat yang telah memeluk agama Hindu. Agama Islam dipandang lebih baik oleh rakyat yang semula menganut agama Hindu, karena Islam tidak mengenal kasta, dan Islam tidak mengenal perbedaan golongan dalam masyarakat. Daya penarik Islam bagi pedagang-pedagang yang hidup di bawah kekuasaan raja-raja Indonesia-Hindu agaknya ditemukan pada pemikiran orang kecil. Islam memberikan sesuatu persamaan bagi pribadinya sebagai anggota masyarakat muslim. Sedangkan menurut alam pikiran agama Hindu, ia hanyalah makhluk yang lebih rendah derajatnya daripada kasta-kasta lain. Di dalam Islam, ia merasa dirinya sama atau bahkan lebih tinggi dari pada orang-orang yang bukan muslim, meskipun dalam struktur masyarakat menempati kedudukan bawahan.
Proses islamisasi di Indonesia terjadi dan dipermudah karena adanya dukungan dua pihak: orang-orang muslim pendatang yang mengajarkan agama Islam dan golongan masyarakat Indonesia sendiri yang menerimanya. Dalam masa-masa kegoncangan politik , ekonomi, dan sosial budaya, Islam sebagai agama dengan mudah dapat memasuki & mengisi masyarakat yang sedang mencari pegangan hidup, lebih-lebih cara-cara yg ditempuh oleh orang-orang muslim dalam menyebarkan agama Islam, yaitu menyesuaikan dengan kondisi sosial budaya yang telah ada. Dengan
SEJARAH AWAL MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA 04
demikian, pada tahap permulaan islamisasi dilakukan dengan saling pengertian akan kebutuhan & disesuaikan dengan kondisi masyarakatnya. Pembawa dan penyebar agama Islam pada masa-masa permulaan adalah golongan pedagang, yang sebenarnya menjadikan faktor ekonomi perdagangan sebagai pendorong utama untuk berkunjung ke Indonesia. Hal itu bersamaan waktunya dengan masa perkembangan pelayaran dan perdagangan internasional antara negeri-negeri di bagian barat, tenggara, dan timur Asia. Kedatangan pedagang-pedagang muslim seperti halnya yang terjadi dengan perdagangan sejak zaman Samudra Pasai dan Malaka yang merupakan pusat kerajaan Islam yang berhubungan erat dengan daerah-daerah lain di Indonesia, maka orang-orang Indonesia dari pusat-pusat Islam itu sendiri yang menjadi pembawa dan penyebar agama Islam ke seluruh wilayah kepulauan Indonesia. Tata cara islamisasi melalui media perdagangan dapat dilakukan secara lisan dengan jalan mengadakan kontak secara langsung dengan penerima, serta dapat pula terjadi dengan lambat melalui terbentuknya sebuah perkampungan masyarakat muslim terlebih dahulu. Para pedagang dari berbagai daerah, bahkan dari luar negeri, berkumpul dan menetap, baik untuk sementara maupun untuk selama-lamanya, di suatu daerah, sehingga terbentuklah suatu perkampungan pedagang muslim. Dalam hal ini orang yang bermaksud hendak belajar agama Islam dapat datang atau memanggil mereka untuk mengajari penduduk pribumi. Selain itu, penyebaran agama Islam dilakukan dgn cara perkawinan antara pedagang muslim dgn anak-anak dari orang-orang pribumi, terutama keturunan bangsawannya. Dengan perkawinan itu, terbentuklah ikatan kekerabatan dgn keluarga muslim. Media seni, baik seni bangunan, pahat, ukir, tari, sastra, maupun musik, serta media lainnya, dijadikan pula sebagai media atau sarana dalam proses islamisasi. Berdasarkan berbagai peninggalan seni bangunan dan seni ukir pada masa-masa penyeberan agama Islam, terbukti bahwa proses islamisasi dilakukan dgn cara damai. Kecuali itu, dilihat dari segi ilmu jiwa dan taktik, penerusan tradisi seni bangunan dan seni ukir pra-Islam merupakan alat islamisasi yang sangat bijaksana dan dengan mudah menarik orang-orang nonmuslim untuk dengan lambat-laun memeluk Islam sebagai pedoman hidupnya. Dalam perkembangan selanjutnya, golongan penerima dapat menjadi pembawa atau penyebar Islam untuk orang lain di luar golongan atau daerahnya. Dalam hal ini, kontinuitas antara penerima dan penyebar terus terpelihara dan dimungkinkan sebagai sistem pembinaan calon-calon pemberi ajaran tersebut. Biasanya santri-santri pandai, yang telah lama belajar seluk-beluk agama Islam di suatu tempat dan kemudian kembali ke daerahnya, akan menjadi pembawa dan penyebar ajaran Islam yang telah diperolehnya. Mereka kemudian mendirikan pondok-pondok pesantren. Pondok pesantren merupakan lembaga yang penting dalam penyebaran agama Islam. Agama Islam juga membawa perubahan sosial dan budaya, yakni memperhalus dan memperkembangkan budaya Indonesia. Penyesuaian antara adat dan syariah di berbagai daerah di Indonesia selalu terjadi, meskipun kadang-kadang dalam taraf permulaan mengalami proses pertentangan dalam masyarakat. Meskipun demikian, proses islamisasi di berbagai tempat di Indonesia dilakukan dengan cara yang dapat diterima oleh rakyat setempat, sehingga kehidupan keagamaan masyarakat pada umumnya menunjukkan unsur campuran antara Islam dengan kepercayaan sebelumnya. Hal tersebut dilakukan oleh penyebar Islam karena di Indonesia telah sejak lama terdapat agama (Hindu-Budha) dan kepercayaan animisme.
Pada umumnya kedatangan Islam dan cara menyebarkannya kepada golongan bangsawan maupun rakyat umum dilakukan dengan cara damai, melalui perdagangan sebagai sarana dakwah oleh para mubalig atau orang-orang alim. Kadang-kadang pula golongan bangsawan menjadikan Islam sebagai alat politik untuk mempertahankan atau mencapai kedudukannya, terutama dalam mewujudkan suatu kerajaan Islam.
SEJARAH AWAL MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA 05
B. PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA
Kedatangan Islam di berbagai daerah di Indonesia tidaklah bersamaan. Demikian pula dengan kerajaan-kerajaan dan daerah yang didatanginya, ia mempunyai situasi politik dan sosial budaya yang berlainan. Pada waktu kerajaan Sriwijaya mengembangkan kekuasaannya pada sekitar abad ke-7 dan ke-8, Selat Malaka sudah mulai dilalui oleh para pedagang muslim dalam pelayarannya ke negeri-negeri di Asia Tenggara dan Asia Timur. Berdasarkan berita Cina zaman T?ang pada abad-abad tersebut, diduga masyarakat muslim telah ada, baik di kanfu (kanton) maupun di daerah Sumatra sendiri. Perkembangan pelayaran dan perdagangan yang bersifat internasional antara negeri-negeri di Asia bagian barat atau timur mungkin disebabkan oleh kegiatan kerajaan Islam di bawah Bani Umayah di bagian barat maupun kerajaan Cina zaman dinasti T?ang di Asia Timur serta kerajaan Sriwijaya di Asia Tenggara. Adalah suatu kemungkinan bahwa menjelang abad ke-10 para pedagang Islam telah menetap di pusat-pusat perdagangan yang penting di kepulauan Indonesia, terutama di pulau-pulau yang terletak di Selat Malaka, terusan sempit dalam rute pelayaran laut dari negeri-negeri Islam ke Cina. Tiga abad kemudian, menurut dokumen-dokumen sejarah tertua, permukiman orang-orang Islam didirikan di Perlak dan Samudra Pasai di Timur Laut pantai Sumatra. Saudagar-saudagar dari Arab Selatan semenanjung tanah Arab yang melakukan perdagangan ke tanah Melayu sekitar 630 M (tahun kesembilan Hijriah) telah menemui bahwa di sana banyak yang telah memeluk Islam. Hal ini membuktikan bahwa Islam telah masuk ke Indonesia sejak abad-abad pertama Hijriah, atau sekitar abad ke tujuh dan kedelapan Masehi yang dibawa langsung oleh saudagar dari Arab. Dengan demikian, dakwah Islam telah tiba di tanah Melayu sekitar tahun 630 M tatkala Nabi Muhammad saw. masih hidup. Keterangan lebih lanjut tentang masuknya Islam ke Indonesia ditemukan pada berita dari Marcopolo, bahwa pada tahun 1292 ia pernah singgah di bagian utara daerah Aceh dalam perjalanannya dari Tiongkok ke Persia melalui laut. Di Perlak ia menjumpai penduduk yang telah memeluk Islam dan banyak para pedagang Islam dari India yang giat menyebarkan agama itu. Para pedagang muslim menjadi pendukung daerah-daerah Islam yang muncul kemudian, dan daerah yang menyatakan dirinya sebagai kerajaan yang bercorak Islam ialah Samudra Pasai di pesisir timur laut Aceh. Munculnya daerah tersebut sebagai kerajaan Islam yang pertama diperkirakan mulai abad ke-13. Hal itu dimungkinkan dari hasil proses islamisasi di daerah-daerah pantai yang pernah disinggahi para pedagang muslim sejak abad ketujuh. Sultan yang pertama dari kerajaan Islam Samudra Pasai adalah Sultan Malik al-Saleh yang memerintah pada tahun 1292 hingga 1297. Sultan ini kemudian digantikan oleh putranya yang bernama Sultan Muhammad Malik az-Zahir. Kerajaan Islam Samudra Pasai menjadi pusat studi agama Islam dan meru pakan tempat berkumpul para ulama Islam dari berbagai negara Islam untuk berdis kusi tentang masalah-masalah keagamaan dan masalah keduniawian. Berdasarkan berita dari Ibnu Batutah, seorang pengembara asal Maroko yang mengunjungi Samudra Pasai pada 1345, dikabarkan bahwa pada waktu ia mengunjungi kerajaan itu, Samudra Pasai berada pada puncak kejayaannya. Dari catatan lain yang ditinggalkan Ibnu Batutah, dapat diketahui bahwa pada masa itu kerajaan Samudra Pasai merupakan pelabuhan yang sangat penting, tempat kapal-kapal datang dari Tiongkok dan India serta dari tempat-tempat lain di Indonesia, singgah dan bertemu untuk memuat dan membongkar barang-barang dagangannya.
Kerajaan Samudera Pasai makin berkembang dalam bidang agama Islam, politik, perdagangan, dan pelayaran. Hubungan dengan Malaka makin ramai, sehingga di Malaka pun sejak abad ke-14 timbul corak masyarakat muslim. Perkembangan masyarakat muslim di Malaka makin lama makin meluas dan akhirnya pada awal abad ke-15 berdiri kerajaan Islam Malaka. Para penganut agama Islam diberi hak-hak istimewa, bahkan telah dibangunkan sebuah masjid untuk mereka. Para pedagang yang
SEJARAH AWAL MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA 06
singgah di Malaka kemudian banyak yang menganut agama Islam dan menjadi penyebar agama Islam ke seluruh kepulauan Nusantara, tempat mereka mengadakan transaksi perdagangan. Kerajaan Malaka pertama kali didirikan oleh Paramisora pada abad ke-15. Menurut cerita, sesaat sebelum meninggal dalam tahun 1414, Paramisora masuk Islam, kemudian berganti nama menjadi Iskandar Syah. Selanjutnya, kerajaan Malaka dikembangkan oleh putranya yang bernama Muhammad Iskandar Syah (1414–1445). Pengganti Muhammad Iskandar Syah adalah Sultan Mudzafar Syah (1445–1458). Di bawah pemerintahannya, Malaka menjadi pusat perdagangan antara Timur dan Barat, dengan kemajuan-kemajuan yang sangat pesat, sehingga jauh meninggalkan Samudra Pasai. Usaha mengembangkan Malaka hingga mencapai puncak kejayaannya dilakukan oleh Sultan Mansyur Syah (1458–1477) sampai pd masa pemerintahan Sultan Alaudin Syah (1477–1488). Sementara itu, kedatangan pengaruh Islam ke wilayah Indonesia bagian timur (Sulawesi dan Maluku) tidak dapat dipisahkan dari jalur perdagangan yang terbentang antara pusat lalu lintas pelayaran internasional di Malaka, Jawa, dan Maluku. Menurut tradisi setempat, sejak abad ke-14, Islam telah sampai ke daerah Maluku. Disebutkan bahwa kerajaan Ternate ke-12, Molomateya (1350–1357), bersahabat karib dengan orang Arab yg memberinya petunjuk dalam pembuatan kapal, tetapi agaknya tidak dalam kepercayaan. Pada masa pemerintahan Marhum di Ternate, datanglah seorang raja dari Jawa yang bernama Maulana Malik Husayn yang menunjukkan kemahiran menulis huruf Arab yang ajaib seperti yang tertulis dalam Alquran. Hal ini sangat menarik hati Marhum dan orang-orang di Maluku. Kemudian, ia diminta oleh mereka agar mau mengajarkan huruf-huruf yang indah itu. Sebaliknya, Maulana Malik Husayn mengajukan permintaan, agar mereka tidak hanya mempelajari huruf Arab, melainkan pula diharuskan mempelajari agama Islam. Demikianlah Maulana Malik Husayn berhasil mengislamkan orang-orang Maluku. Raja Ternate yang dianggap benar-benar memeluk Islam adalah Zainal Abidin (1486–1500). Dari ketiga pusat kegiatan Islam itulah, maka Islam menyebar dan meluas memasuki pelosok-pelosok kepulauan Nusantara. Penyebaran yang nyata terjadi pada abad ke-16. Dari Malaka, daerah Kampar, Indragiri, dan Riau menjadi Islam. Dari Aceh, Islam meluas sampai ke Minangkabau, Bengkulu, dan Jambi. Dimulai sejak dari Demak, maka sebagian besar Pulau Jawa telah menganut agama Islam. Banten yang diislamkan oleh Demak meluaskan dan menyebarkan Islam ke Sumatra Selatan. Di Kalimantan, kerajaan Brunai yang pada abad ke-16 menjadi Islam, meluaskan penyebaran Islam di bagian barat Kalimantan dan Filipina. Sedangkan Kalimantan Selatan mendapatkan pengaruh Islam dari daratan Jawa. Dari Ternate semakin meluas meliputi pulau-pulau di seluruh Maluku serta daerah pantai timur Sulawesi. Pada abad ke-16 di Sulawesi Selatan berdiri kerajaan Goa. Demikianlah pada akhir abad ke-16 dapat dikatakan bahwa Islam telah tersebar dan mulai meresapkan akar-akarnya di seluruh Nusantara.
Meresapnya Islam di Indonesia pada abad ke-16 itu bersamaan pula dengan ditanamkannya benih-benih agama Katolik oleh orang-orang Portugis. Bangsa Portugis ini dikenal sebagai penentang Islam dan pemeluk agama Katolik fanatik. Maka, di setiap tempat yang mereka datangi, di sanalah mereka berusaha mendapatkan daerah tempat persemaian bagi agama Katolik. Hal ini menurut tanggapan mereka merupakan suatu tugas dan kewajiban yang mendapat dorongan dari pengalaman mereka menghadapi Islam di negeri mereka sendiri. Ketika pertahanan Islam terakhir di Granada jatuh pada 1492, maka dalam usaha mereka mendesak agama Islam sejauh mungkin dari Spanyol dan Portugis, mereka memperluas gerakannya sampai Timur Tengah yang waktu itu menjadi daerah perantara perdagangan rempah-rempah yang menghubungkan Timur dengan Barat. Timbullah kemudian suatu hasrat dalam jiwa
SEJARAH AWAL MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA 07
dagang mereka untuk berusaha sendiri mendapatkan rempah-rempah yang menjadi pokok perdagangan waktu itu langsung dari daerah penghasilnya (Nusantara). Dengan demikian, mereka tidak akan bergantung lagi kepada pedagang-pedangan Islam di Timur Tengah. Sumber : Diadaptasi dari Sejarah Perjuangan Persis 1923-1983, Drs. Dadan Wildan Anas
http://www.alislam.or.id/
C. MITOS SYEKH SITI JENAR
Syekh Siti Jenar adalah tokoh kontroversial sekaligus legendaris dalam sejarah Islam di Jawa, karena “pembangkangan tasawuf”-nya dan mitos kesaktian yang dimilikinya. Syekh Siti Jenar dianggap menyimpang dari ajaran Islam oleh Wali Songo ini. Kemudian, ditunjukkan bagaimana Siti Jenar menerapkan ajarannya itu dan akhirnya tidak bisa tidak bertemu dengan kekuatan ulama paling dominan, yakni Wali Songo. Sudah jelas bahwa pada saat itu, peran ulama yang terorganisir dalam Wali Songo mengambil ruang paling besar dalam legitimasi agama. Kehadiran Siti Jenar dengan ajarannya yang jauh berbeda dari “kebenaran” yang digariskan Wali Songo menjadi ganjalan besar, baik untuk penyebarluasan Islam maupun pengaruh politik Wali Songo sendiri.
http://www.geocities.com/z_iwan/teks/buku_agama.html
D. KEJAWEN
Kejawen (bahasa Jawa: Kejawèn) adalah sebuah kepercayaan atau mungkin boleh dikatakan „agama? yang terutama dianut di pulau Jawa oleh suku Jawa dan sukubangsa lainnya yang menetap di Jawa. „Agama? Kejawen sebenarnya adalah nama sebuah ke lompok kepercayaan-kepercayaan yang mirip satu sama lain dan bukan sebuah „agama? terorganisir seperti agama Islam atau agama Kristen. Ciri khas utama „agama? Kejawen ialah adanya perpaduan antara animisme, agama Hindu dan Buddha. Namun pengaruh agama Islam dan juga Kristen nampak pula. Kepercayaan ini merupakan sebuah kepercayaan sinkretisme. Seorang ahli antropologi Amerika Serikat, Clifford Geertz pernah menulis tentang agama ini dalam bukunya yang ternama The Religion of Java. Olehnya Kejawen disebut “Agami Jawi”. Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia
http://id.wikipedia.org/wiki/Kejawen BAB IV KERAJAAN DI INDONESIA BERCORAK ISLAM
A. KERAJAAN SAMUDERA PASAI
Tadinya bernama Perlak, sebelum pernikahan Sultan Malikul Saleh dengan seorang putri pasai. Peranan Samudera pasai:
a. Merupakan kerajaan Islam tertua di Indonesia
b. Pusat pelayaran dan perdagangan strategis krn terletak di tepi selat Malaka
Raja-raja Samudera Pasai:
a. Sultan Malikul Saleh
b. Malikul Tahir [anak Malikul Saleh]
Pernah berusaha ditundukkan Majapahit tapi gagal.
Sebab kemunduran: perkembangan kerajaan Malaka sehingga pusat pelayaran perdagangan beralih ke Malaka
SEJARAH AWAL MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA 08
B. KERAJAAN MALAKA
Peranan:
a. pusat perdagangan
b. pusat penyebaran pengetahuan dan agama Islam
Raja-raja:
a. Prameswara –> pendiri (paramisara)
b. Megat Iskandar Syah –> Sultan I
c. Sultan Mansyur Syah –> terbesar
Laksamana Hang Tuah berhasil menguasai seluruh gerak perdagangan dan pelayaran Selat Malaka dan Selat Karimata Sebab keruntuhan: Dikuasai Portugis [1511]
C. KERAJAAN ACEH
Faktor pendorong perkembangan Aceh:
a. letak yang strategis di selat Malaka
b. Aceh merupakan penghasil lada
c. Wilayah Aceh merupakan wilayah yang cerah untuk perdagangan
Peranan Aceh:
a. pusat perdagangan dan pusat pelayaran
b. pusat penyebaran agama Hindu
Raja Aceh:
a. Sultan Ibrahim
b. Sultan Iskandar Muda
c. Sultan Iskandar Thani
Karya sastra: Bustanu’ssalatin [kitab raja-raja] –> dikarang oleh: Nuruddin ar Raniri Politik luar negeri: bebas mau berteman dgn siapa saja asal tidak membahayakan kedaulatan Aceh. Politik dalam negeri:
Sebab kemunduran Aceh:
a. Tidak ada regenerasi pimpinan
b. Perebutan kekuasaan diantara Tengku dan Teuku
c. Banyak wilayah yang melepaskan diri
D. KERAJAAN DEMAK
Terletak di Jateng Bagian Barat Raja-raja Demak:
1. Raden Patah [putra raja Majapahit Brawijaya] [pendiri]
2. Pati Unus
SEJARAH AWAL MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA 09
3. Sultan Trenggono[masa kejayaan]
Merupakan daerah tempat berkumpulnya para wali sehingga wilayah ini merupakan pusat agama Islam. Peninggalan Islam:
a. Mesjid Agung Demak
b. Makam Panjang
c. Makam Sunan Kalijaga
d. Makam Ratu Kalinyamat Ki Ageng Sela, Ki Penjawi, Ki Gede Pamanahan, Ki Juru Mertani, Adipati Pati Sutawijaya [wil digabung] [anak angkat S. Hadiwijaya (raja pajang]
Sultan Trenggono wafat, wilayah beralih ke Pajang. Raja yang berkuasa: Sultan Hadi Wijaya (Joko Tingkir/ Mas Karebet) Sesudah Hadiwijaya mangkat kerajaan pindah ke Mataram
E. KERAJAAN MATARAM
Terletak di Jawa Tengah Selatan (Yogyakarta dan Selo) Terdiri atas 4 bagian:
a. Kutanegara
b. Negara Agung
c. Pesisir
d. Mancanegara
Raja-raja Mataram:
a. Sutawijaya /Mas Ngabehi Loring Pasar/ Senopati Ing Ngalaga Khalifatullah Dayidin Panatagama.
b. Mas Jolang (lemah) [S. Hanyakrawati]
c. Mas Rangsang[Sultan Agung Hanyakrasuma]->kuat, menentang Belanda. Menyerang Jayakarta 3 kali tapi gagal semua.
d. S. Amangkurat [memihak Belanda]
e. Amangkurat II [memihak Belanda]
f. Amangkurat III [memihak Belanda]
Terjadi perselisihan Amangkurat III dengan P. Mangkubumi, Mereka mengadakan perjanjian “Giyanti”:
a. Amangkurat III menguasai Surakarta
SEJARAH AWAL MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA 10
b. P. Mangkubumi menguasai Yogyakarta
1757 Perjanjian Salatiga:
a. Surakarta dibagi2, yang satu milik Amangkurat, bergelar Sunan Paku Buana; yang satu lagi milik P. Sambernyawa, bergelar Mangkunegara
b. Yogyakarta dibagi2 yang satu milik S. Hamengkubuono, yang satu milik Pakualam
Faktor penyebab kegagalan Sultan Agung:
1. Kesalahan strategi [tiba pada saat musim hujan]
2. Penyakit sampar
3. Lumbung padi di Magelang, Kerawang, Pemalang dibakar
4. Pengkhianatan
5. Kalah persenjataan
Peninggalan Kerajaan Mataram:
a. Keraton Yogyakarta dan Surakarta
b. Pura Mangkunegara&Pura Pakualam
c. Peninggalan yang berupa sastra: Serat Wulung Reh[karya Ranggawarsita]
d. Peninggalan yang berupa benda pusaka: Senjata, kereta, manusia pendek, binatang, alun-alun, beringin, manusia bajang, manusia berkulit putih
e. Mangkunegara ke IV menulis Serat Centini
f. Sastra Gending-oleh Sultan Agung
F. CIREBON DAN BANTEN
Pendiri Cirebon dan Banten: Fatahillah/ Faletehan/ Sunan Gunungjati. Setelah mendirikan Cirebon, Fatahillah mengusir Portugis dan Banten. Setelah mengusir mereka, Fatahillah kembali ke Cirebon, kekuasaan diserahkan ke anaknya Sultan Hassanuddin Raja Banten yang kedua adalah Syeh Maulana Yusuf. Ia merebut ibukota kerajaan Hindu Pajajaran di Pakuan Masa kejayaan: Sultan Ageng Tirtayasa Komoditi barang utama: Lada, termasuk rempah-rempah Keistimewaan Banten:
a. Letak strategis, di tepi Selat Sunda
b. Termasuk basis Islam yang kuat.
c. Wilayahnya: Sunda Kelapa, Banten, Cirebon
d. Pada masa Hassanuddin wilayah: Lampung, Bengkulu, Palembang
e. Terjadi pertentangan antara S. Ageng Tirtayasa dgn S. Haji, karena S. Ageng menentang Belanda, sedangkan S. Haji berhasil dibujuk oleh VOC. Ia menandatangani Perjanjian Banten
Perjanjian Banten:
1. VOC monopoli lada di Banten
2. S. haji menjadi raja, 1/3 wilayah milik Belanda
Ada 3 keraton Cirebon: Keraton Kasepuhan, Kanoman, Kacirebonan
G. KERAJAAN BANJARMASIN
Didirikan Pangeran Samudera, gelarnya Sultan Suryanullah Pusat kerajaan: Kota Banjarmasin. Selama Perang Makassar, pedagang Melayu mengungsi ke Banjarmasin, hingga hubungan Banjarmasin-Mataram kuat karena ada unsur menentang Belanda.
H. KERAJAAN GOWA-TALLO
Kerajaan Sulawesi Selatan: Gowa-Tallo, Wajo, Sopeng, Bone
Ada persaingan antara Gowa dengan Bone
SEJARAH AWAL MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA 11
Kerajaan Bone membentuk aliansi Tellumpocco dengan Wajo dan Sopeng, Gowa-Tallo menang Bandar utama: Somba Opu Raja Gowa: Daeng Manrabbia [Sultan Alaudin] -raja pertama yang Islam. Ia menyebarkan Islam di seluruh wilyahnya Masa kejayaan: Sultan Hassanuddin
I. KERAJAAN TERNATE DAN TIDORE
Maluku Utara, 4 kerajaan: Jailolo[halmahera], Ternate, Tidore, Bacan Agama Islam disebarkan Sunan Giri dari Gresik Banyak kaum muslimin yang berguru pada Sunan Giri di Gresik, hingga hubungan perdagangan antara Maluku dan pedagang Jatim ramai Raja Ternate yg pertama memeluk Islam: Zainal Abidin Maluku akhirnya terbagi menjadi 2 wilayah pengaruh:
a. Uli Lima : di bawah Kerajaan Ternate
b. Uli Siwa : di bawah Kerajaan Tidore
BAB V WALISONGO
Walisongo atau Walisanga dikenal sebagai penyebar agama Islam di tanah Jawa pada abad ke-17. Mereka tinggal di tiga wilayah penting pantai utara Pulau Jawa, yaitu Surabaya-Gresik-Lamongan di Jawa Timur, Demak-Kudus-Muria di Jawa Tengah, dan Cirebon di Jawa Barat.
Era Walisongo adalah era berakhirnya dominasi Hindu-Budha dalam budaya Nusantara untuk digantikan dengan kebudayaan Islam. Mereka adalah simbol penyebaran Islam di Indonesia, khususnya di Jawa. Tentu banyak tokoh lain yang juga berperan. Namun peranan mereka yang sangat besar dalam mendirikan Kerajaan Islam di Jawa, juga pengaruhnya terhadap kebudayaan masyarakat secara luas serta dakwah secara langsung, membuat para Walisongo ini lebih banyak disebut dibanding yang lain.
A. ARTI WALISONGO
Ada beberapa pendapat mengenai arti Walisongo. Pertama adalah wali yang sembilan, yang menandakan jumlah wali yang ada sembilan, atau sanga dalam bahasa Jawa. Pendapat lain menyebutkan bahwa kata songo/sanga berasal dari kata tsana yang dalam bahasa Arab berarti mulia. Pendapat lainnya lagi menyebut kata sana berasal dari bahasa Jawa, yang berarti tempat.
Pendapat lain yang mengatakan bahwa Walisongo ini adalah sebuah dewan yang didirikan oleh Raden Rahmat (Sunan Ampel) pada tahun 1474. Saat itu dewan Walisongo beranggotakan Raden Hasan (Pangeran Bintara); Makhdum Ibrahim (Sunan Bonang, putra pertama dari Sunan Ampel); Qasim (Sunan Drajad, putra kedua dari Sunan Ampel); Usman Haji (Pangeran Ngudung, ayah dari Sunan Kudus); Raden Ainul Yaqin (Sunan Giri, putra dari Maulana Ishaq); Syekh Suta Maharaja; Raden Hamzah (Pangeran Tumapel) dan Raden Mahmud.
Para Walisongo adalah intelektual yang menjadi pembaharu masyarakat pada masanya. Pengaruh mereka terasakan dalam beragam bentuk manifestasi peradaban baru masyarakat Jawa, mulai dari kesehatan, bercocok-tanam, perniagaan, kebudayaan, kesenian, kemasyarakatan, hingga ke pemerintahan.
Nama-nama Walisongo Meskipun terdapat perbedaan pendapat mengenai siapa saja yang termasuk sebagai Walisongo, pada umumnya terdapat sembilan nama yang dikenal sebagai anggota Walisongo yang paling terkenal, yaitu:
1. Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim
2. Sunan Ampel atau Raden Rahmat
3. Sunan Bonang atau Raden Makhdum Ibrahim
SEJARAH AWAL MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA 12
4. Sunan Drajat atau Raden Qasim
5. Sunan Kudus atau Jaffar Shadiq
6. Sunan Giri atau Raden Paku atau Ainul Yaqin
7. Sunan Kalijaga atau Raden Said
8. Sunan Muria atau Raden Umar Said
9. Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah
Para Walisongo tidak hidup pada saat yang persis bersamaan. Namun satu sama lain mempunyai keterkaitan erat, bila tidak dalam ikatan darah juga karena pernikahan atau dalam hubungan guru-murid.
B. TOKOH PENDAHULU WALISONGO
1. Syekh Jumadil Qubro
Syekh Jumadil Qubro adalah tokoh yang sering disebutkan dalam berbagai babad dan cerita rakyat sebagai salah seorang pelopor penyebaran Islam di tanah Jawa. Ia umumnya dianggap bukan keturunan Jawa, melainkan berasal dari Asia Tengah. Terdapat beberapa versi babad yang meyakini bahwa ia adalah keturunan ke-10 dari Husain bin Ali, yaitu cucu Nabi Muhammad SAW. Sedangkan Martin van Bruinessen (1994) menyatakan bahwa ia adalah tokoh yang sama dengan Jamaluddin Akbar (lihat keterangan Syekh Maulana Akbar di bawah).
Sebagian babad berpendapat bahwa Syekh Jumadil Qubro memiliki dua anak, yaitu Maulana Malik Ibrahim dan Maulana Ishaq, yang bersama-sama dengannya datang ke pulau Jawa. Syekh Jumadil Qubro kemudian tetap di Jawa, Maulana Malik Ibrahim ke Champa, dan adiknya Maulana Ishaq mengislamkan Samudera Pasai. Dengan demikian, beberapa Walisongo yaitu Sunan Ampel (Raden Rahmat) dan Sunan Giri (Raden Paku) adalah cucunya; sedangkan Sunan Bonang, Sunan Drajad dan Sunan Kudus adalah buyutnya. Hal tersebut menyebabkan adanya pendapat yang mengatakan bahwa para Walisongo merupakan keturunan etnis Uzbek yang dominan di Asia Tengah, selain kemungkinan lainnya yaitu etnis Persia, Gujarat, ataupun Hadramaut.
Makamnya terdapat di beberapa tempat yaitu di Semarang, Trowulan, atau di desa Turgo (dekat Pelawangan), Yogyakarta. Belum diketahui yang mana yang betul-betul merupakan kuburnya.[2]
2. Syekh Maulana Akbar
Syekh Maulana Akbar adalah adalah seorang tokoh di abad 14-15 yang dianggap merupakan pelopor penyebaran Islam di tanah Jawa. Nama lainnya ialah Syekh Jamaluddin Akbar dari Gujarat, dan ia kemungkinan besar adalah juga tokoh yang dipanggil dengan nama Syekh Jumadil Kubro, sebagaimana tersebut di atas. Hal ini adalah menurut penelitian Martin van Bruinessen (1994), yang menyatakan bahwa nama Jumadil Kubro (atau Jumadil Qubro) sesungguhnya adalah hasil perubahan hyper-correct atas nama Jamaluddin Akbar oleh masyarakat Jawa.[3]
Silsilah Syekh Maulana Akbar (Jamaluddin Akbar) dari Nabi Muhammad SAW umumnya dinyatakan sebagai berikut: Sayyidina Husain, Ali Zainal Abidin, Muhammad al-Baqir, Ja’far ash-Shadiq, Ali al-Uraidhi, Muhammad al-Naqib, Isa ar-Rummi, Ahmad al-Muhajir, Ubaidullah, Alwi Awwal, Muhammad Sahibus Saumiah, Alwi ats-Tsani, Ali Khali’ Qasam, Muhammad Shahib Mirbath, Alwi Ammi al-Faqih, Abdul Malik (Ahmad Khan), Abdullah (al-Azhamat) Khan, Ahmad Jalal Syah, dan Jamaluddin Akbar al-Husaini (Maulana Akbar).
Menurut cerita rakyat, sebagian besar Walisongo memiliki hubungan atau berasal dari keturunan Syekh Maulana Akbar ini. Tiga putranya yang disebutkan meneruskan dakwah di Asia Tenggara; adalah Ibrahim Akbar (atau Ibrahim as-Samarkandi) ayah Sunan Ampel yang berdakwah di Champa dan Gresik, Ali Nuralam Akbar kakek Sunan Gunung Jati yang berdakwah di Pasai, dan Zainal Alam Barakat.
Penulis asal Bandung Muhammad Al Baqir dalam Tarjamah Risalatul Muawanah (Thariqah Menuju Kebahagiaan) memasukkan beragam catatan kaki dari riwayat-
SEJARAH AWAL MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA 13
riwayat lama tentang kedatangan para mubaligh Arab ke Asia Tenggara. Ia berkesimpulan bahwa cerita rakyat tentang Syekh Maulana Akbar yang sempat mengunjungi Nusantara dan wafat di Wajo, Makasar (dinamakan masyarakat setempat makam Kramat Mekkah), belum dapat dikonfirmasikan dengan sumber sejarah lain. Selain itu juga terdapat riwayat turun-temurun tarekat Sufi di Jawa Barat, yang menyebutkan bahwa Syekh Maulana Akbar wafat dan dimakamkan di Cirebon, meskipun juga belum dapat diperkuat sumber sejarah lainnya.
3. Syekh Quro
Syekh Quro adalah pendiri pesantren pertama di Jawa Barat, yaitu pesantren Quro di Tanjung Pura, Karawang pada tahun 1428.[4]
Nama aslinya Syekh Quro ialah Hasanuddin. Beberapa babad menyebutkan bahwa ia adalah muballigh (penyebar agama} asal Mekkah, yang berdakwah di daerah Karawang. Ia diperkirakan datang dari Champa atau kini Vietnam selatan. Sebagian cerita menyatakan bahwa ia turut dalam pelayaran armada Cheng Ho, saat armada tersebut tiba di daerah Tanjung Pura, Karawang.
Syekh Quro sebagai guru dari Nyai Subang Larang, anak Ki Gedeng Tapa penguasa Cirebon. Nyai Subang Larang yang cantik dan halus budinya, kemudian dinikahi oleh Raden Manahrasa dari wangsa Siliwangi, yang setelah menjadi raja Kerajaan Pajajaran bergelar Sri Baduga Maharaja. Dari pernikahan tersebut, lahirlah Pangeran Kian Santang yang selanjutnya menjadi penyebar agama Islam di Jawa Barat.
Makam Syekh Quro terdapat di desa Pulo Kalapa, Lemahabang, Karawang.
Syekh Datuk Kahfi
Syekh Datuk Kahfi adalah muballigh asal Baghdad memilih markas di pelabuhan Muara Jati, yaitu kota Cirebon sekarang. Ia bernama asli Idhafi Mahdi.
Majelis pengajiannya menjadi terkenal karena didatangi oleh Nyai Rara Santang dan Kian Santang (Pangeran Cakrabuwana), yang merupakan putra-putri Nyai Subang Larang dari pernikahannya dengan raja Pajajaran dari wangsa Siliwangi. Di tempat pengajian inilah tampaknya Nyai Rara Santang bertemu atau dipertemukan dengan Syarif Abdullah, cucu Syekh Maulana Akbar Gujarat. Setelah mereka menikah, lahirlah Raden Syarif Hidayatullah kemudian hari dikenal sebagai Sunan Gunung Jati. Makam Syekh Datuk Kahfi ada di Gunung Jati, satu komplek dengan makam Sunan Gunung Jati.
4. Syekh Khaliqul Idrus
Syekh Khaliqul Idrus adalah seorang muballigh Parsi yang berdakwah di Jepara. Menurut suatu penelitian, ia diperkirakan adalah Syekh Abdul Khaliq, dengan laqob Al-Idrus, anak dari Syekh Muhammad Al-Alsiy yang wafat di Isfahan, Parsi.
Syekh Khaliqul Idrus di Jepara menikahi salah seorang cucu Syekh Maulana Akbar yang kemudian melahirkan Raden Muhammad Yunus. Raden Muhammad Yunus kemudian menikahi salah seorang putri Majapahit hingga mendapat gelar Wong Agung Jepara. Pernikahan Raden Muhammad Yunus dengan putri Majapahit di Jepara ini kemudian melahirkan Raden Abdul Qadir yang menjadi menantu Raden Patah, bergelar Adipati Bin Yunus atau Pati Unus. Setelah gugur di Malaka 1521, Pati Unus dipanggil dengan sebutan Pangeran Sabrang Lor. [5]
Bukti dan analisa sejarah bahwa Walisongo keturunan Hadramaut
Walaupun masih ada pendapat yang menyebut Walisongo adalah keturunan Samarkand (Asia Tengah), Champa atau tempat lainnya, namun tampaknya tempat-tampat tersebut lebih merupakan jalur penyebaran para mubaligh daripada merupakan asal-muasal mereka yang sebagian besar adalah kaum Sayyid atau Syarif. Beberapa argumentasi yang diberikan oleh Muhammad Al Baqir, dalam bukunya Thariqah Menuju Kebahagiaan, mendukung bahwa Walisongo adalah keturunan Hadramaut:
L.W.C van den Berg, Islamolog dan ahli hukum Belanda yang mengadakan riset pada 1884-1886, dalam bukunya Le Hadhramout et les colonies arabes dans l’archipel Indien (1886)[6] mengatakan:
SEJARAH AWAL MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA 14
”Adapun hasil nyata dalam penyiaran agama Islam (ke Indonesia) adalah dari orang-orang Sayyid Syarif. Dengan perantaraan mereka agama Islam tersiar di antara raja-raja Hindu di Jawa dan lainnya. Selain dari mereka ini, walaupun ada juga suku-suku lain Hadramaut (yang bukan golongan Sayyid Syarif), tetapi mereka ini tidak meninggalkan pengaruh sebesar itu. Hal ini disebabkan mereka (kaum Sayyid Syarif) adalah keturunan dari tokoh pembawa Islam (Nabi Muhammad SAW).” van den Berg juga menulis dalam buku yang sama (hal 192-204): ”Pada abad ke-15, di Jawa sudah terdapat penduduk bangsa Arab atau keturunannya, yaitu sesudah masa kerajaan Majapahit yang kuat itu. Orang-orang Arab bercampul-gaul dengan penduduk, dan sebagian mereka mempuyai jabatan-jabatan tinggi. Mereka terikat dengan pergaulan dan kekeluargaan tingkat atasan. Rupanya pembesar-pembesar Hindu di kepulauan Hindia telah terpengaruh oleh sifat-sifat keahlian Arab, oleh karena sebagian besar mereka berketurunan pendiri Islam (Nabi Muhammad SAW). Orang-orang Arab Hadramawt (Hadramaut) membawa kepada orang-orang Hindu pikiran baru yang diteruskan oleh peranakan-peranakan Arab, mengikuti jejak nenek moyangnya.”
Pernyataan van den Berg spesifik menyebut abad ke-15, yang merupakan abad spesifik kedatangan atau kelahiran sebagian besar Walisongo di pulau Jawa. Abad ke-15 ini jauh lebih awal dari abad ke-18 yang merupakan saat kedatangan gelombang berikutnya, yaitu kaum Hadramaut yang bermarga Assegaf, Al Habsyi, Al Hadad, Alaydrus, Alatas, Al Jufri, Syihab, Syahab dan banyak marga Hadramaut lainnya.
Penamaan bahasa para pedagang Muslim yang datang ke Asia Tenggara (terutama Malaka dan Nusantara) dengan nama bahasa Malay (Melayu), yang mirip dengan penamaan bahasa para pedagang dan mubaligh yang datang di abad ke-14 dan ke-15 dari pesisir India Barat, yaitu Gujarat dan Malabar (sekarang termasuk negara bagian Kerala); yang mempunyai bahasa Malayalam walaupun asal-usul mereka adalah keturunan dari Hadramaut.
Hingga saat ini umat Islam di Hadramaut sebagian besar bermadzhab Syafi?i, sama seperti mayoritas di Srilangka, pesisir India Barat (Gujarat dan Malabar), Malaysia dan Indonesia. Bandingkan dengan umat Islam di Uzbekistan dan seluruh Asia Tengah, Pakistan dan India pedalaman (non-pesisir) yang sebagian besar bermadzhab Hanafi.
Kesamaan dalam pengamalan madzhab Syafi’i bercorak tasawuf dan mengutamakan Ahlul Bait; seperti mengadakan Maulid, membaca Diba & Barzanji, beragam Shalawat Nabi, doa Nur Nubuwwah dan banyak amalan lainnya hanya terdapat di Hadramaut, Mesir, Gujarat, Malabar, Srilangka, Sulu & Mindanao, Malaysia dan Indonesia. Kitab fiqh Syafi?i Fathul Muin yang populer di Indonesia dikarang oleh Zainuddin Al Malabary dari Malabar, isinya memasukkan pendapat-pendapat baik kaum Fuqaha maupun kaum Sufi. Hal tersebut mengindikasikan kesamaan sumber yaitu Hadramaut, karena Hadramaut adalah sumber pertama dalam sejarah Islam yang menggabungkan fiqh Syafi’i dengan pengamalan tasawuf dan pengutamaan Ahlul Bait.
Di abad ke-15, raja-raja Jawa yang berkerabat dengan Walisongo seperti Raden Patah dan Pati Unus sama-sama menggunakan gelar Alam Akbar. Gelar tersebut juga merupakan gelar yang sering dikenakan oleh keluarga besar Jamaluddin Akbar di Gujarat pada abad ke-14, yaitu cucu keluarga besar Azhamat Khan (atau Abdullah Khan) bin Abdul Malik bin Alwi, seorang anak dari Muhammad Shahib Mirbath ulama besar Hadramaut abad ke-13. Keluarga besar ini terkenal sebagai mubaligh musafir yang berdakwah jauh hingga pelosok Asia Tenggara, dan mempunyai putra-putra dan cucu-cucu yang banyak menggunakan nama Akbar, seperti Zainal Akbar, Ibrahim Akbar, Ali Akbar, Nuralam Akbar dan banyak lainnya.
C. SUMBER TERTULIS TENTANG WALISONGO
Terdapat beberapa sumber tertulis masyarakat Jawa tentang Walisongo, antara lain Serat Walisanga karya Ranggawarsita pada abad ke-19, Kitab Walisongo karya Sunan
SEJARAH AWAL MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA 15
Dalem (Sunan Giri II) yang merupakan anak dari Sunan Giri, dan juga diceritakan cukup banyak dalam Babad Tanah Jawi. Mantan Mufti Johor Sayyid `Alwî b. Tâhir b. `Abdallâh al-Haddâd (meninggal tahun 1962) juga meninggalkan tulisan yang berjudul Sejarah perkembangan Islam di Timur Jauh (Jakarta: Al-Maktab ad-Daimi, 1957). Ia menukil keterangan diantaranya dari Haji `Ali bin Khairuddin, dalam karyanya Ketrangan kedatangan bungsu (sic!) Arab ke tanah Jawi sangking Hadramaut. Dalam penulisan sejarah para keturunan Bani Alawi seperti al-Jawahir al-Saniyyah oleh Sayyid Ali bin Abu Bakar Sakran, ‘Umdat al-Talib oleh al-Dawudi, dan Syams al-Zahirah oleh Sayyid Abdul Rahman Al-Masyhur; juga terdapat pembahasan mengenai leluhur Sunan Gunung Jati, Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Kudus, Sunan Bonang dan Sunan Gresik.
D. PROFILE WALISONGO
1. Sunan Gresik
Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim (w. 1419 M/882 H) adalah nama salah seorang Walisongo, yang dianggap yang pertama kali menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Ia dimakamkan di desa Gapura, kota Gresik, Jawa Timur.
Asal keturunan
Tidak terdapat bukti sejarah yang meyakinkan mengenai asal keturunan Maulana Malik Ibrahim, meskipun pada umumnya disepakati bahwa ia bukanlah orang Jawa asli. Sebutan Syekh Maghribi yang diberikan masyarakat kepadanya, kemungkinan menisbatkan asal keturunannya dari Maghrib, atau Maroko di Afrika Utara.
Babad Tanah Jawi versi J.J. Meinsma menyebutnya dengan nama Makhdum Ibrahim as-Samarqandy, yang mengikuti pengucapan lidah Jawa menjadi Syekh Ibrahim Asmarakandi. Ia memperkirakan bahwa Maulana Malik Ibrahim lahir di Samarkand, Asia Tengah, pada paruh awal abad 14.
Dalam keterangannya pada buku The History of Java mengenai asal mula dan perkembangan kota Gresik, Raffles menyatakan bahwa menurut penuturan para penulis lokal, “Mulana Ibrahim, seorang Pandita terkenal berasal dari Arabia, keturunan dari Jenal Abidin, dan sepupu Raja Chermen (sebuah negara Sabrang), telah menetap bersama para Mahomedans lainnya di Desa Leran di Jang’gala”.
Namun demikian, kemungkinan pendapat yang terkuat adalah berdasarkan pembacaan J.P. Moquette atas baris kelima tulisan pada prasasti makamnya di desa Gapura Wetan, Gresik; yang mengindikasikan bahwa ia berasal dari Kashan, suatu tempat di Iran sekarang.
Terdapat beberapa versi mengenai silsilah Maulana Malik Ibrahim. Ia pada umumnya dianggap merupakan keturunan Rasulullah SAW; melalui jalur keturunan Husain bin Ali, Ali Zainal Abidin, Muhammad al-Baqir, Ja’far ash-Shadiq, Ali al-Uraidhi, Muhammad al-Naqib, Isa ar-Rummi, Ahmad al-Muhajir, Ubaidullah, Alwi Awwal, Muhammad Sahibus Saumiah, Alwi ats-Tsani, Ali Khali’ Qasam, Muhammad Shahib Mirbath, Alwi Ammi al-Faqih, Abdul Malik (Ahmad Khan), Abdullah (al-Azhamat) Khan, Ahmad Syah Jalal, Jamaluddin Akbar al-Husain (Maulana Akbar), dan Maulana Malik Ibrahim. Penyebaran agama
Maulana Malik Ibrahim dianggap termasuk salah seorang yang pertama-tama menyebarkan agama Islam di tanah Jawa, dan merupakan wali senior diantara para Walisongo lainnya.[9] Beberapa versi babad menyatakan bahwa kedatangannya disertai beberapa orang. Daerah yang ditujunya pertama kali ialah desa Sembalo, sekarang adalah daerah Leran, Kecamatan Manyar, yaitu 9 kilometer ke arah utara kota Gresik. Ia
SEJARAH AWAL MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA 16
lalu mulai menyiarkan agama Islam di tanah Jawa bagian timur, dengan mendirikan mesjid pertama di desa Pasucinan, Manyar.
Makam Maulana Malik Ibrahim, desa Gapura, Gresik, Jawa Timur Pertama-tama yang dilakukannya ialah mendekati masyarakat melalui pergaulan. Budi bahasa yang ramah-tamah senantiasa diperlihatkannya di dalam pergaulan sehari-hari. Ia tidak menentang secara tajam agama dan kepercayaan hidup dari penduduk asli, melainkan hanya memperlihatkan keindahan dan kabaikan yang dibawa oleh agama Islam. Berkat keramah-tamahannya, banyak masyarakat yang tertarik masuk ke dalam agama Islam. Sebagaimana yang dilakukan para wali awal lainnya, aktivitas pertama yang dilakukan Maulana Malik Ibrahim ialah berdagang. Ia berdagang di tempat pelabuhan terbuka, yang sekarang dinamakan desa Roomo, Manyar. Perdagangan membuatnya dapat berinteraksi dengan masyarakat banyak, selain itu raja dan para bangsawan dapat pula turut serta dalam kegiatan perdagangan tersebut sebagai pelaku jual-beli, pemilik kapal atau pemodal.
Setelah cukup mapan di masyarakat, Maulana Malik Ibrahim kemudian melakukan kunjungan ke ibukota Majapahit di Trowulan. Raja Majapahit meskipun tidak masuk Islam tetapi menerimanya dengan baik, bahkan memberikannya sebidang tanah di pinggiran kota Gresik. Wilayah itulah yang sekarang dikenal dengan nama desa Gapura. Cerita rakyat tersebut diduga mengandung unsur-unsur kebenaran; mengingat menurut Groeneveldt pada saat Maulana Malik Ibrahim hidup, di ibukota Majapahit telah banyak orang asing termasuk dari Asia Barat. Demikianlah, dalam rangka mempersiapkan kader untuk melanjutkan perjuangan menegakkan ajaran-ajaran Islam, Maulana Malik Ibrahim membuka pesantren-pesantren yang merupakan tempat mendidik pemuka agama Islam di masa selanjutnya. Hingga saat ini makamnya masih diziarahi orang-orang yang menghargai usahanya menyebarkan agama Islam berabad-abad yang silam. Setiap malam Jumat Legi, masyarakat setempat ramai berkunjung untuk berziarah. Ritual ziarah tahunan atau haul juga diadakan setiap tanggal 12 Rabi’ul Awwal, sesuai tanggal wafat pada prasasi makamnya. Pada acara haul biasa dilakukan khataman Al-Quran, mauludan (pembacaan riwayat Nabi Muhammad), dan dihidangkan makanan khas bubur harisah.
Legenda rakyat
Menurut legenda rakyat, dikatakan bahwa Maulana Malik Ibrahim berasal dari Persia. Maulana Malik Ibrahim Ibrahim dan Maulana Ishaq disebutkan sebagai anak dari Maulana Jumadil Kubro, atau Syekh Jumadil Qubro. Maulana Ishaq disebutkan menjadi ulama terkenal di Samudera Pasai, sekaligus ayah dari Raden Paku atau Sunan Giri. Syekh Jumadil Qubro dan kedua anaknya bersama-sama datang ke pulau Jawa. Setelah itu mereka berpisah; Syekh Jumadil Qubro tetap di pulau Jawa, Maulana Malik Ibrahim ke Champa, Vietnam Selatan; dan adiknya Maulana Ishak mengislamkan Samudera Pasai.
Maulana Malik Ibrahim disebutkan bermukim di Champa (dalam legenda disebut sebagai negeri Chermain atau Cermin) selama tiga belas tahun. Ia menikahi putri raja yang memberinya dua putra; yaitu Raden Rahmat atau Sunan Ampel dan Sayid Ali Murtadha atau Raden Santri. Setelah cukup menjalankan misi dakwah di negeri itu, ia hijrah ke pulau Jawa dan meninggalkan keluarganya. Setelah dewasa, kedua anaknya mengikuti jejaknya menyebarkan agama Islam di pulau Jawa. Maulana Malik Ibrahim dalam cerita rakyat terkadang juga disebut dengan nama Kakek Bantal. Ia mengajarkan cara-cara baru bercocok tanam. Ia merangkul masyarakat bawah, dan berhasil dalam misinya mencari tempat di hati masyarakat sekitar yang ketika itu tengah dilanda krisis ekonomi dan perang saudara.
Selain itu, ia juga sering mengobati masyarakat sekitar tanpa biaya. Sebagai tabib, diceritakan bahwa ia pernah diundang untuk mengobati istri raja yang berasal dari Champa. Besar kemungkinan permaisuri tersebut masih kerabat istrinya.
SEJARAH AWAL MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA 17
Wafat Setelah selesai membangun dan menata pondokan tempat belajar agama di Leran, tahun 1419 Maulana Malik Ibrahim wafat. Makamnya kini terdapat di desa Gapura Wetan, Gresik, Jawa Timur. Inskripsi dalam bahasa Arab yang tertulis pada makamnya adalah sebagai berikut: Ini adalah makam almarhum seorang yang dapat diharapkan mendapat pengampunan Allah dan yang mengharapkan kepada rahmat Tuhannya Yang Maha Luhur, guru para pangeran dan sebagai tongkat sekalian para Sultan dan Wazir, siraman bagi kaum fakir dan miskin. Yang berbahagia dan syahid penguasa dan urusan agama: Malik Ibrahim yang terkenal dengan kebaikannya. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan ridha-Nya dan semoga menempatkannya di surga. Ia wafat pada hari Senin 12 Rabi’ul Awwal 822 Hijriah. Saat ini, jalan yang menuju ke makam tersebut diberi nama Jalan Malik Ibrahim.
2. Sunan Ampel
Sunan Ampel pada masa kecilnya bernama Raden Rahmat, dan diperkirakan lahir pada tahun 1401 di Champa. Ada dua pendapat mengenai lokasi Champa ini. Encyclopedia Van Nederlandesh Indie mengatakan bahwa Champa adalah satu negeri kecil yang terletak di Kamboja. Pendapat lain, Raffles menyatakan bahwa Champa terletak di Aceh yang kini bernama Jeumpa. Menurut beberapa riwayat, orangtua Sunan Ampel adalah Ibrahim Asmarakandi yang berasal dari Champa dan menjadi raja di sana. Ibrahim Asmarakandi disebut juga sebagai Maulana Malik Ibrahim. Ia dan adiknya, Maulana Ishaq adalah anak dari Syekh Jumadil Qubro. Ketiganya berasal dari Samarkand, Uzbekistan, Asia Tengah.
Jadi, Sunan Ampel memiliki darah Uzbekistan dan Champa dari sebelah ibu. Tetapi dari ayah leluhur mereka adalah keturunan langsung dari Ahmad al-Muhajir, Hadhramaut. Bermakna mereka termasuk keluarga besar Saadah BaAlawi.
Sejarah dakwah Syekh Jumadil Qubro, dan kedua anaknya, Maulana Malik Ibrahim dan Maulana Ishak bersama sama datang ke pulau Jawa. Setelah itu mereka berpisah, Syekh Jumadil Qubro tetap di pulau Jawa, Maulana Malik Ibrahim ke Champa, Vietnam Selatan, dan adiknya Maulana Ishak mengislamkan Samudra Pasai. Di Kerajaan Champa, Maulana Malik Ibrahim berhasil mengislamkan Raja Champa, yang akhirnya merubah Kerajaan Champa menjadi Kerajaan Islam. Akhirnya dia dijodohkan dengan putri Champa, dan lahirlah Raden Rahmat. Di kemudian hari Maulana Malik Ibrahim hijrah ke Pulau Jawa tanpa diikuti keluarganya.
Sunan Ampel datang ke pulau Jawa pada tahun 1443, untuk menemui bibinya, Dwarawati. Dwarawati adalah seorang putri Champa yang menikah dengan raja Majapahit yang bernama Prabu Kertawijaya.
Sunan Ampel menikah dengan Nyai Ageng Manila, putri seorang adipati di Tuban yang bernama Arya Teja. Mereka dikaruniai 4 orang anak, yaitu: Putri Nyai Ageng Maloka, Maulana Makdum Ibrahim (Sunan Bonang), Syarifuddin (Sunan Drajat) dan seorang putri yang kemudian menjadi istri Sunan Kalijaga.
Pada tahun 1479, Sunan Ampel mendirikan Mesjid Agung Demak.
Sunan Ampel diperkirakan wafat pada tahun 1481 di Demak dan dimakamkan di sebelah barat Masjid Ampel, Surabaya.
SEJARAH AWAL MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA 18
3. Sunan Bonang
Sunan Bonang dilahirkan pada tahun 1465, dengan nama Raden Maulana Makdum Ibrahim. Dia adalah putra Sunan Ampel dan Nyai Ageng Manila. Bonang adalah sebuah desa di kabupaten Jepara.
Sunan Bonang wafat pada tahun 1525 M, dan saat ini makam aslinya berada di Desa Bonang. Namun, yang sering diziarahi adalah makamnya di kota Tuban. Lokasi makam Sunan Bonang ada dua karena konon, saat beliau meninggal, kabar wafatnya beliau sampai pada seorang muridnya yang berasal dari Madura. Sang murid sangat mengagumi beliau sampai ingin membawa jenazah beliau ke Madura. Namun, murid tersebut tak dapat membawanya dan hanya dapat membawa kain kafan dan pakaian-pakaian beliau. Saat melewati Tuban, ada seorang murid Sunan Bonang yang berasal dari Tuban yang mendengar ada murid dari Madura yang membawa jenazah Sunan Bonang. Mereka memperebutkannya.
Silsilah
Terdapat silsilah yang menghubungkan Sunan Bonang dan Nabi Muhammad:
Ø Sunan Bonang (Makdum Ibrahim) bin
Ø Sunan Ampel (Raden Rahmat) Sayyid Ahmad Rahmatillah bin
Ø MaulanaMalik Ibrahim bin
Ø Syekh Jumadil Qubro (Jamaluddin Akbar Khan) bin
Ø Ahmad Jalaludin Khan bin
Ø Abdullah Khan bin
Ø Abdul Malik Al-Muhajir (dari Nasrabad,India) bin
Ø Alawi Ammil Faqih (dari Hadramaut) bin
Ø Muhammad Sohib Mirbath (dari Hadramaut) bin
Ø Ali Kholi’ Qosam bin
Ø Alawi Ats-Tsani bin
Ø Muhammad Sohibus Saumi’ah bin
Ø Alawi Awwal bin
Ø Ubaidullah bin
Ø Ahmad al-Muhajir bin
Ø Isa Ar-Rumi bin
Ø Muhammad An-Naqib bin
Ø Ali Uradhi bin
Ø Ja’afar As-Sodiq bin
Ø Muhammad Al Baqir bin
Ø Ali Zainal ‘Abidin bin
Ø Hussain bin
Ø Ali bin Abi Thalib (dari Fatimah az-Zahra binti Muhammad).
Karya Sastra
Sunan Bonang banyak menggubah sastra berbentuk suluk atau tembang tamsil. Antara lain Suluk Wijil yang dipengaruhi kitab Al Shidiq karya Abu Sa’id Al Khayr. Sunan Bonang juga menggubah tembang Tamba Ati (dari bahasa Jawa, berarti penyembuh jiwa) yang kini masih sering dinyanyikan orang.
Apa pula sebuah karya sastra dalam bahasa Jawa yang dahulu diperkirakan merupakan karya Sunan Bonang dan oleh ilmuwan Belanda seperti Schrieke disebut Het Boek van Bonang atau buku (Sunan) Bonang. Tetapi oleh G.W.J. Drewes, seorang pakar Belanda lainnya, dianggap bukan karya Sunan Bonang, melainkan dianggapkan sebagai karyanya.
Keilmuan
SEJARAH AWAL MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA 19
Sunan Bonang juga terkenal dalam hal ilmu kebathinannya. Beliau mengembangkan ilmu (dzikir) yang berasal dari Rasullah SAW, kemudian beliau kombinasi dengan kesimbangan pernafasan yang disebut dengan rahasia Alif Lam Mim ( ? ? ?) yang artinya hanya Allah SWT yang tahu. Sunan Bonang juga menciptakan gerakan-gerakan fisik atau jurus yang Beliau ambil dari seni bentuk huruf Hijaiyyah yang berjumlah 28 huruf dimulai dari huruf Alif dan diakhiri huruf Ya’. Beliau menciptakan Gerakan fisik dari nama dan simbol huruf hijayyah adalah dengan tujuan yang sangat mendalam dan penuh dengan makna, secara awam penulis artikan yaitu mengajak murid-muridnya untuk menghafal huruf-huruf hijaiyyah dan nantinya setelah mencapai tingkatnya diharuskan bisa baca dan memahami isi Al-Qur’an. Penekanan keilmuan yang diciptakan Sunan Bonang adalah mengajak murid-muridnya untuk melakukan Sujud atau Sholat dan dzikir. Hingga sekarang ilmu yang diciptakan oleh Sunan Bonang masih dilestarikan di Indonesia oleh generasinya dan diorganisasikan dengan nama Padepokan Ilmu Sujud Tenaga Dalam Silat Tauhid Indonesia
4. Sunan Drajat
Sunan Drajat diperkirakan lahir pada tahun 1470. Nama kecilnya adalah Raden Qasim, kemudian mendapat gelar Raden Syarifudin. Dia adalah putra dari Sunan Ampel, dan bersaudara dengan Sunan Bonang.
Ketika dewasa, Sunan Drajat mendirikan pesantren Dalem Duwur di desa Drajat, Paciran, Lamongan.
Sunan Drajat yang mempunyai nama kecil Syarifudin atau raden Qosim putra Sunan Ampel dan terkenal dengan kecerdasannya. Setelah menguasai pelajaran islam beliau menyebarkan agama islam di desa Drajad sebagai tanah perdikan dikecamatan Paciran. Tempat ini diberikan oleh kerajaan Demak. Ia diberi gelar Sunan Mayang Madu oleh Raden Patah pada tahun saka 1442/1520 masehi Makam Sunan Drajat dapat ditempuh dari surabaya maupun Tuban lewat Jalan Dandeles ( Anyer – Panarukan ), namun bila lewat Lamongan dapat ditempuh 30 menit dengan kendaran pribadi.
Sejarah singkat Sunan Drajat bernama keci I Syarifuddin atau Raden Qosim putra Sunan Ampel yang terkenal cerdas. Setelah pelajaran Islam dikuasai, beliau mengambil tempat di desa Drajat wilayah Kecamatan Paciran Kabupaten Daerah Tingkat II Lamongan sebagai pusat kegiatan dakwahnya sekitar abad XV dan XVI Masehi. Beliau memegang kendali keprajaan di wilayah perdikan Drajat sebagai otonom kerajaan Demak selama 36 tahun. Beliau sebagai Wali penyebar Islam yang terkenal sosiawan sangat memperha-tikan nasib kaum fakir miskin, terlebih dahulu mengusahakan kesejahteraan sosial baru memberikan ajaran. Motivasi lebih ditekankan pada etos kerja keras, kedermawanan untuk mengentas kemiskinan dan menciptakan kemakmuran. Usaha kearah itu menjadi lebih mudah karena Sunan Drajat memperoleh kewenangan untuk mengatur wilayahnya yang mempunyai otonomi. Sebagai penghargaan atas keberhasilannya menyebarkan agama Islam dan usahanya menanggulangi kemiskinan dengan menciptakan kehidupan yang makmur bagi warganya, beliau memperoleh gelar Sunan Mayang Madu dari Raden Patah Sultan Demak I pada tahun saka 1442 atau 1520 Masehi. Wewarah pengentasan kemiskinan Sunan Drajat kini terabadikan dalam sap tangga ke tujuh dari tataran komplek Makam Sunan Drajat. Secara lengkap makna filosofis ke tujuh sap tangga tersebut sebagai berikut : Memangun resep teyasing Sasomo (kita selalu membuat senang hati orang lain)
Jroning suko kudu eling Ian waspodo (didalam suasana riang kita harus tetap ingat dan waspada)
SEJARAH AWAL MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA 20
Laksitaning subroto tan nyipto marang pringgo bayaning lampah (dalam perjalanan untuk mencapai cita – cita luhur kita tidak peduli dengan segala bentuk rintangan) Meper Hardaning Pancadriya (kita harus selalu menekan gelora nafsu – nafsu) Heneng – Hening – Henung (dalam keadaan diam kita akan memperoleh keheningan dan dalam keadaan hening itulah kita akan mencapai cita – cita luhur). Mulyo guno Panca Waktu (suatu kebahagiaan lahir bathin hanya bisa kita capai dengan sholat lima waktu) Menehono teken marang wong kang wuto, Menehono mangan marang wong kang luwe, Menehono busono marang wong kang wudo, Menehono ngiyup marang wongkang kodanan (Berilah ilmu agar orang menjadi pandai, Sejahterakanlah kehidupan masyarakat yang miskin, Ajarilah kesusilaan pada orang yang tidak punya malu, serta beri perlindungan orang yang menderita)
Penghargaan Dalam sejarahnya Sunan Drajat juga dikenal sebagai seorang Wali pencipta tembang Mocopat yakni Pangkur. Sisa – sisa gamelan Singomengkoknya Sunan Drajat kini tersimpan di Musium Daerah. Untuk menghormati jasa – jasa Sunan Drajat sebagai seorang Wali penyebar agama Islam di wilayah Lamongan dan untuk melestarikan budaya serta bendabanda bersejarah peninggalannya Sunan Drajat, keluarga dan para sahabatnya yang berjasa pada penyiaran agama Islam, Pemerintah Daerah Lamongan mendirikan Musium Daerah Sunan Drajat disebelah timur Makam. Musium ini telah diresmikan oleh Gubernur KDH Tingkat I Jawa Timur tanggal 1 maret 1992.
Upaya Bupati Lamongan R. Mohamad Faried, SH untuk menyelamatkan dan melestarikan warisan sejarah bangsa ini mendapat dukungan penuh Gubernur Jawa Timur dengan alokasi dana APBD I yaitu pada tahun 1992 dengan pemugaran Cungkup dan pembangunan Gapura Paduraksa senilai Rp. 98 juta dan anggaran Rp. 100 juta 202 ribu untuk pembangunan kembali Masjid Sunan Drajat yang diresmikan oleh Menteri Penerangan RI tanggal 27 Juni 1993. Pada tahun 1993 I 1994 pembenahan dan pembangunan Situs Makam Sunan Drajat dilanjutkan dengan pembangunan pagar kayu berukir, renovasi paseban, bale rante serta Cungkup Sitinggil dengan dana APBD I Jawa Timur sebesar RP. 131 juta yang diresmikan Gubernur Jawa Timur M. Basofi Sudirman tanggal 14 Januari 1994.
5. Sunan Kudus
Sunan Kudus dilahirkan dengan nama Jaffar Shadiq. Dia adalah putra dari pasangan Sunan Ngudung, adalah panglima perang Kesultanan Demak Bintoro, dan Syarifah, adik dari Sunan Bonang. Sunan Kudus diperkirakan wafat pada tahun 1550.
Sunan Kudus pernah menjabat sebagai panglima perang untuk Kesultanan Demak, dan dalam masa pemerintahan Sunan Prawoto, dia menjadi penasihat bagi Arya Penangsang. Selain sebagai panglima perang untuk Kesultanan Demak, Sunan Kudus juga menjabat sebagai hakim pengadilan bagi Kesultanan Demak.
Dalam melakukan dakwah penyebaran Islam di Kudus, Sunan Kudus menggunakan sapi sebagai sarana penarik masyarakat untuk datang untuk mendengarkan dakwahnya. Sunan Kudus juga membangun Menara Kudus yang merupakan gabungan kebudayaan Islam dan Hindu yang juga terdapat Masjid yang disebut Masjid Menara Kudus.
Pada tahun 1530, Sunan Kudus mendirikan sebuah mesjid di desa Kerjasan, Kudus Kulon, yang kini terkenal dengan nama Masjid Agung Kudus dan masih
SEJARAH AWAL MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA 21
bertahan hingga sekarang. Sekarang Masjid Agung Kudus berada di alun-alun kota Kudus, Jawa Tengah.Peninggalan lain dari Sunan Kudus adalah permintaannya kepada masyarakat untuk tidak memotong hewan kurban sapi dalam perayaan Idul Adha untuk menghormati masyarakat penganut agama Hindu dengan mengganti kurban sapi dengan memotong kurban kerbau, pesan untuk memotong kurban kerbau ini masih banyak ditaati oleh masyarakat Kudus hingga saat ini.
6. Sunan Giri
Sunan Giri adalah nama salah seorang Walisongo dan pendiri kerajaan Giri Kedaton, yang berkedudukan di daerah Gresik, Jawa Timur. Ia lahir di Blambangan tahun 1442. Sunan Giri memiliki beberapa nama panggilan, yaitu Raden Paku, Prabu Satmata, Sultan Abdul Faqih, Raden Ainul Yaqin dan Jaka Samudra. Ia dimakamkan di desa Giri, Kebomas, Gresik.
Silsilah
Beberapa babad menceritakan pendapat yang berbeda mengenai silsilah Sunan Giri. Sebagian babad berpendapat bahwa ia adalah anak Maulana Ishaq, seorang mubaligh yang datang dari Asia Tengah atau Champa. Maulana Ishaq diceritakan menikah dengan Dewi Sekardadu, yaitu putri dari Menak Sembuyu penguasa wilayah Blambangan pada masa-masa akhir kekuasaan Majapahit.
Pendapat lainnya yang menyatakan bahwa Sunan Giri juga merupakan keturunan Rasulullah SAW; yaitu melalui jalur keturunan Husain bin Ali, Ali Zainal Abidin, Muhammad al-Baqir, Ja’far ash-Shadiq, Ali al-Uraidhi, Muhammad al-Naqib, Isa ar-Rummi, Ahmad al-Muhajir, Ubaidullah, Alwi Awwal, Muhammad Sahibus Saumiah, Alwi ats-Tsani, Ali Khali’ Qasam, Muhammad Shahib Mirbath, Alwi Ammi al-Faqih, Abdul Malik (Ahmad Khan), Abdullah (al-Azhamat) Khan, Ahmad Syah Jalal (Jalaluddin Khan), Jamaluddin Akbar al-Husaini (Maulana Akbar), Maulana Ishaq, dan ‘Ainul Yaqin (Sunan Giri). Umumnya pendapat tersebut adalah berdasarkan riwayat pesantren-pesantren Jawa Timur, dan catatan nasab Sa’adah BaAlawi Hadramaut.
Dakwah dan kesenian
Di masa kecilnya Sunan Giri berguru kepada Sunan Ampel dan berkenalan dengan Sunan Bonang. Disebutkan bahwa Sunan Giri dan Sunan Bonang kemudian bersama-sama pergi belajar ke tanah Arab. Setelah kembali ke Jawa, ia kemudian mendirikan sebuah pesantren giri di sebuah perbukitan di desa Sidomukti, Kebomas. Dalam bahasa Jawa, giri berarti gunung. Sejak itulah ia yang sebelumnya dikenal dengan nama Raden ‘Ainul Yaqin, mulai dikenal masyarakat dengan sebutan Sunan Giri.
Pesantren Giri kemudian menjadi terkenal sebagai salah satu pusat penyebaran agama Islam di Jawa, bahkan pengaruhnya sampai ke Madura, Lombok, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Pengaruh Giri terus berkembang sampai menjadi kerajaan kecil yang disebut Giri Kedaton, yang menguasai Gresik dan sekitarnya selama beberapa generasi sampai akhirnya ditumbangkan oleh Sultan Agung.
Terdapat beberapa karya seni tradisional Jawa yang sering dianggap berhubungkan dengan Sunan Giri, diantaranya adalah permainan-permainan anak seperti Jelungan, Lir-ilir dan Cublak Suweng; serta beberapa gending (lagu instrumental Jawa) seperti Asmaradana dan Pucung.
7. Sunan Kalijaga
Sunan Kalijaga diperkirakan lahir pada tahun 1450 dengan nama Raden Said. Dia adalah putra adipati Tuban yang bernama Tumenggung Wilatikta atau Raden Sahur. Nama lain Sunan Kalijaga antara lain Lokajaya, Syekh Malaya, Pangeran Tuban, dan Raden Abdurrahman. Berdasarkan satu versi masyarakat Cirebon, nama Kalijaga berasal dari Desa Kalijaga di Cirebon.
SEJARAH AWAL MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA 22
Pada saat Sunan Kalijaga berdiam di sana, dia sering berendam di sungai (kali), atau jaga kali.
Dalam satu riwayat, Sunan Kalijaga disebutkan menikah dengan Dewi Saroh binti Maulana Ishak, dan mempunyai 3 putra: R. Umar Said (Sunan Muria), Dewi Rakayuh dan Dewi Sofiah.
Ketika wafat, beliau dimakamkan di Desa Kadilangu, dekat kota Demak (Bintara). Makam ini hingga sekarang masih ramai diziarahi orang.
Sejarah Hidup
Masa hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. Dengan demikian ia mengalami masa akhir kekuasaan Majapahit (berakhir 1478), Kesultanan Demak, Kesultanan Cirebon dan Banten, bahkan juga Kerajaan Pajang yang lahir pada 1546 serta awal kehadiran Kerajaan Mataram dibawah pimpinan Panembahan Senopati. Ia ikut pula merancang pembangunan Masjid Agung Cirebon dan Masjid Agung Demak. Tiang “tatal” (pecahan kayu) yang merupakan salah satu dari tiang utama masjid adalah kreasi Sunan Kalijaga.
Dalam dakwah, ia punya pola yang sama dengan mentor sekaligus sahabat dekatnya, Sunan Bonang. Paham keagamaannya cenderung “sufistik berbasis salaf” -bukan sufi panteistik (pemujaan semata). Ia juga memilih kesenian dan kebudayaan sebagai sarana untuk berdakwah.
Ia sangat toleran pada budaya lokal. Ia berpendapat bahwa masyarakat akan menjauh jika diserang pendiriannya. Maka mereka harus didekati secara bertahap: mengikuti sambil mempengaruhi. Sunan Kalijaga berkeyakinan jika Islam sudah dipahami, dengan sendirinya kebiasaan lama hilang. Tidak mengherankan, ajaran Sunan Kalijaga terkesan sinkretis dalam mengenalkan Islam. Ia menggunakan seni ukir, wayang, gamelan, serta seni suara suluk sebagai sarana dakwah. Beberapa lagu suluk ciptaannya yang populer adalah Ilir-ilir dan Gundul-gundul Pacul. Dialah menggagas baju takwa, perayaan sekatenan, garebeg maulud, serta lakon carangan Layang Kalimasada dan Petruk Dadi Ratu (“Petruk Jadi Raja”). Lanskap pusat kota berupa kraton, alun-alun dengan dua beringin serta masjid diyakini pula dikonsep oleh Sunan Kalijaga.
Metode dakwah tersebut sangat efektif. Sebagian besar adipati di Jawa memeluk Islam melalui Sunan Kalijaga; di antaranya adalah adipati Pandanaran, Kartasura, Kebumen, Banyumas, serta Pajang.
8. Sunan Muria
Sunan Muria dilahirkan dengan nama Raden Umar Said atau Raden Said. Menurut beberapa riwayat, dia adalah putra dari Sunan Kalijaga yang menikah dengan Dewi Soejinah, putri Sunan Ngudung.
Nama Sunan Muria sendiri diperkirakan berasal dari nama gunung (Gunung Muria), yang terletak di sebelah utara kota Kudus, Jawa Tengah, tempat dia dimakamkan.
9. Sunan Gunung Jati
Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah, lahir sekitar 1450 M, namun ada juga yang mengatakan bahwa beliau lahir pada sekitar 1448 M. Sunan Gunung Jati adalah salah satu dari kelompok ulama besar di Jawa bernama walisongo.
Orang tua
Ayah
Sunan Gunung Jati bernama Syarif Hidayatullah, lahir sekitar tahun 1450. Ayah beliau adalah Syarif Abdullah bin Nur Alam bin Jamaluddin Akbar. Jamaluddin Akbar adalah seorang Muballigh dan Musafir besar dari Gujarat, India yang sangat dikenal sebagai Syekh Maulana Akbar bagi kaum Sufi di tanah air. Syekh
SEJARAH AWAL MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA 23
Maulana Akbar adalah putra Ahmad Jalal Syah putra Abdullah Khan putra Abdul Malik putra Alwi putra Syekh Muhammad Shahib Mirbath, ulama besar di Hadramaut, Yaman yang silsilahnya sampai kepada Rasulullah melalui cucu beliau Imam Husain.
Ibunda
Ibunda Sunan Gunung Jati adalah Nyai Rara Santang, seorang putri keturunan Kerajaan Sunda, anak dari Sri Baduga Maharaja, atau dikenal juga sebagai Prabu Siliwangi dari perkawinannya dengan Nyai Subang Larang. Makam dari Nyai Rara Santang bisa kita temui di dalam klenteng di Pasar Bogor, berdekatan dengan pintu masuk Kebun Raya Bogor. Silsilah .Sunan Gunung Jati Syarif Hidayatullah bin .Abdullah bin .Ali Nurul ‘Alam .Syaikh Jumadil Qubro Jamaluddin Akbar Khan bin .Ahmad Jalaludin Khan bin .Abdullah Khan bin .Abdul Malik Al-Muhajir (Nasrabad,India) bin .Alawi Ammil Faqih (Hadhramaut) bin
.Muhammad Sohib Mirbath (Hadhramaut) .Ali Kholi’ Qosam bin .Alawi Ats-Tsani bin .Muhammad Sohibus Saumi’ah bin .Alawi Awwal bin .Ubaidullah bin
.Ahmad al-Muhajir bin .Isa Ar-Rumi bin .Muhammad An-Naqib bin .Ali Uradhi bin .Ja’afar As-Sodiq bin .Muhammad Al Baqir bin .Ali Zainal ‘Abidin bin .Imam Hussain Al-Husain putera Ali bin Abu Tholib dan Fatimah Az-Zahro binti Muhammad Rasulullah.
Silsilah dari Raja Pajajaran .Sunan Gunung Jati Syarif Hidayatullah .Rara Santang .Prabu Jaya Dewata bin Raden Pamanah bin Rasa Prabu Siliwangi II .Prabu Dewa Niskala (Raja Galuh/Kawali) .Niskala Wastu Kancana bin Prabu Sliwangi I .Prabu Linggabuana bin Prabu Wangi (Raja yang tewas di Bubat)
Ibu
Ibunda Syarif Hidayatullah adalah Nyai Rara Santang putri Prabu Siliwangi (dari Nyai Subang Larang) adik Kiyan Santang bergelar Pangeran Cakrabuwana yang berguru kepada Syekh Datuk Kahfi, seorang Muballigh asal Baghdad bernama asli Idhafi Mahdi. Makam Nyai Rara Santang bisa kita temui di dalam komplek KLENTENG di Pasar Bogor, di sebelah Kebun Raya Bogor.
Pertemuan orang tuanya
Pertemuan Rara Santang dengan Syarif Abdullah cucu Syekh Mawlana Akbar masih diperselisihkan. Sebagian riwayat (lebih tepatnya mitos) menyebutkan bertemu pertama kali di Mesir, tapi analisis yang lebih kuat atas dasar perkembangan Islam di pesisir ketika itu, pertemuan mereka di tempat-tempat pengajian seperti yang di Majelis
SEJARAH AWAL MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA 24
Syekh Quro, Karawang (tempat belajar Nyai Subang Larang ibunda dari Rara Santang) atau di Majelis Syekh Kahfi, Cirebon (tempat belajar Kiyan Santang kakanda dari Rara Santang). Syarif Abdullah cucu Syekh Mawlana Akbar, sangat mungkin terlibat aktif membantu pengajian di majelis-majelis itu mengingat ayahanda dan kakek beliau datang ke Nusantara sengaja untuk menyokong perkembangan agama Islam yang telah dirintis oleh para pendahulu. Pernikahan Rara Santang putri Prabu Siliwangi dan Nyai Subang Larang dengan Abdullah cucu Syekh Mawlana Akbar melahirkan seorang putra yang diberi nama Raden Syarif Hidayatullah.
Perjalanan Hidup
Proses belajar
Raden Syarif Hidayatullah mewarisi kecendrungan spiritual dari kakek buyutnya Syekh Mawlana Akbar sehingga ketika telah selesai belajar agama di pesantren Syekh Kahfi beliau meneruskan ke Timur Tengah. Tempat mana saja yang dikunjungi masih diperselisihkan, kecuali (mungkin) Mekah dan Madinah karena ke 2 tempat itu wajib dikunjungi sebagai bagian dari ibadah haji untuk umat Islam.
Babad Cirebon menyebutkan ketika Pangeran Cakrabuawana membangun kota Cirebon dan tidak mempunyai pewaris, maka sepulang dari Timur Tengah Raden Syarif Hidayat mengambil peranan mambangun kota Cirebon dan menjadi pemimpin perkampungan Muslim yang baru dibentuk itu setelah Uwaknya wafat.
Pernikahan
Memasuki usia dewasa sekitar diantara tahun 1470-1480, beliau menikahi adik dari Bupati Banten ketika itu bernama Nyai Kawunganten. Dari pernikahan ini beliau mendapatkan seorang putri yaitu Ratu Wulung Ayu dan Mawlana Hasanuddin yang kelak menjadi Sultan Banten I.
Kesultanan Demak
Masa ini kurang banyak diteliti para sejarawan hingga tiba masa pendirian Kesultanan Demak tahun 1487 yang mana beliau memberikan andil karena sebagai anggota dari Dewan Muballigh yang sekarang kita kenal dengan nama Walisongo. Pada masa ini beliau berusia sekitar 37 tahun kurang lebih sama dengan usia Raden Patah yang baru diangkat menjadi Sultan Demak I bergelar Alam Akbar Al Fattah. Bila Syarif Hidayat keturunan Syekh Mawlana Akbar Gujarat dari pihak ayah, maka Raden Patah adalah keturunan beliau juga tapi dari pihak ibu yang lahir di Campa.
Dengan diangkatnya Raden Patah sebagai Sultan di Pulau Jawa bukan hanya di Demak, maka Cirebon menjadi semacam Negara Bagian bawahan vassal state dari kesultanan Demak, terbukti dengan tidak adanya riwayat tentang pelantikan Syarif Hidayatullah secara resmi sebagai Sultan Cirebon. Hal ini sesuai dengan strategi yang telah digariskan Sunan Ampel, Ulama yang paling di-tua-kan di Dewan Muballigh, bahwa agama Islam akan disebarkan di P. Jawa dengan Kesultanan Demak sebagai pelopornya.
Gangguan proses Islamisasi
Setelah pendirian Kesultanan Demak antara tahun 1490 hingga 1518 adalah masa-masa paling sulit, baik bagi Syarif Hidayat dan Raden Patah karena proses Islamisasi secara damai mengalami gangguan internal dari kerajaan Pakuan dan Galuh (di Jawa Barat) dan Majapahit (di Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan gangguan external dari Portugis yang telah mulai expansi di Asia Tenggara.
Tentang personaliti dari Syarif Hidayat yang banyak dilukiskan sebagai seorang Ulama kharismatik, dalam beberapa riwayat yang kuat, memiliki peranan penting dalam pengadilan Syekh Siti Jenar pada tahun 1508 di pelataran Masjid Demak. Beliau ikut membimbing Ulama berperangai ganjil itu untuk menerima hukuman mati dengan lebih dulu melucuti ilmu kekebalan tubuhnya.
SEJARAH AWAL MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA 25
Eksekusi yang dilakukan Sunan Kalijaga akhirnya berjalan baik, dan dengan wafatnya Syekh Siti Jenar, maka salah satu duri dalam daging di Kesultana Demak telah tercabut.
Raja Pakuan di awal abad 16, seiring masuknya Portugis di Pasai dan Malaka, merasa mendapat sekutu untuk mengurangi pengaruh Syarif Hidayat yang telah berkembang di Cirebon dan Banten. Hanya Sunda Kelapa yang masih dalam kekuasaan Pakuan.
Di saat yang genting inilah Syarif Hidayat berperan dalam membimbing Pati Unus dalam pembentukan armada gabungan Kesultanan Banten, Demak, Cirebon di P. Jawa dengan misi utama mengusir Portugis dari wilayah Asia Tenggara. Terlebih dulu Syarif Hidayat menikahkan putrinya untuk menjadi istri Pati Unus yang ke 2 di tahun 1511.
Kegagalan expedisi jihad II Pati Unus yang sangat fatal di tahun 1521 memaksa Syarif Hidayat merombak Pimpinan Armada Gabungan yang masih tersisa dan mengangkat Tubagus Pasai (belakangan dikenal dengan nama Fatahillah),untuk menggantikan Pati Unus yang syahid di Malaka, sebagai Panglima berikutnya dan menyusun strategi baru untuk memancing Portugis bertempur di P. Jawa.
Sangat kebetulan karena Raja Pakuan telah resmi mengundang Armada Portugis datang ke Sunda Kelapa sebagai dukungan bagi kerajaan Pakuan yang sangat lemah di laut yang telah dijepit oleh Kesultanan Banten di Barat dan Kesultanan Cirebon di Timur. Kedatangan armada Portugis sangat diharapkan dapat menjaga Sunda Kelapa dari kejatuhan berikutnya karena praktis Kerajaan Hindu Pakuan tidak memiliki lagi kota pelabuhan di P. Jawa setelah Banten dan Cirebon menjadi kerajaan-kerajaan Islam.
Tahun 1527 bulan Juni Armada Portugis datang dihantam serangan dahsyat dari Pasukan Islam yang telah bertahun-tahun ingin membalas dendam atas kegagalan expedisi Jihad di Malaka 1521.
Dengan ini jatuhlah Sunda Kelapa secara resmi ke dalam Kesultanan Banten-Cirebon dan di rubah nama menjadi Jayakarta dan Tubagus Pasai mendapat gelar Fatahillah. Perebutan pengaruh antara Pakuan-Galuh dengan Cirebon-Banten segera bergeser kembali ke darat. Tetapi Pakuan dan Galuh yang telah kehilangan banyak wilayah menjadi sulit menjaga keteguhan moral para pembesarnya. Satu persatu dari para Pangeran, Putri Pakuan di banyak wilayah jatuh ke dalam pelukan agama Islam. Begitu pula sebagian Panglima Perangnya.
Perundingan Yang Sangat Menentukan
Satu hal yang sangat unik dari personaliti Syarif Hidayat adalah dalam riwayat jatuhnya Pakuan Pajajaran, ibu kota Kerajaan Sunda pada tahun 1568 hanya setahun sebelum beliau wafat dalam usia yang sangat sepuh hampir 120 tahun (1569). Diriwayatkan dalam perundingan terakhir dengan para Pembesar istana Pakuan, Syarif Hidayat memberikan 2 opsi.
Yang pertama Pembesar Istana Pakuan yang bersedia masuk Islam akan dijaga kedudukan dan martabatnya seperti gelar Pangeran, Putri atau Panglima dan dipersilakan tetap tinggal di keraton masing-masing. Yang ke dua adalah bagi yang tidak bersedia masuk Islam maka harus keluar dari keraton masing-masing dan keluar dari ibukota Pakuan untuk diberikan tempat di pedalaman Banten wilayah Cibeo sekarang.
Dalam perundingan terakhir yang sangat menentukan dari riwayat Pakuan ini, sebagian besar para Pangeran dan Putri-Putri Raja menerima opsi ke 1. Sedang Pasukan Kawal Istana dan Panglimanya (sebanyak 40 orang) yang merupakan Korps Elite dari Angkatan Darat Pakuan memilih opsi ke 2. Mereka inilah cikal bakal penduduk Baduy Dalam sekarang yang terus menjaga anggota pemukiman hanya sebanyak 40 keluarga karena keturunan dari 40 pengawal istana Pakuan. Anggota yang tidak terpilih harus pindah ke pemukiman Baduy Luar.
SEJARAH AWAL MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA 26
Yang menjadi perdebatan para ahli hingga kini adalah opsi ke 3 yang diminta Para Pendeta Sunda Wiwitan. Mereka menolak opsi pertama dan ke 2. Dengan kata lain mereka ingin tetap memeluk agama Sunda Wiwitan (aliran Hindu di wilayah Pakuan) tetapi tetap bermukim di dalam wilayah Istana Pakuan. Sejarah membuktikan hingga penyelidikan yang dilakukan para Arkeolog asing ketika masa penjajahan Belanda, bahwa istana Pakuan dinyatakan hilang karena tidak ditemukan sisa-sisa reruntuhannya. Sebagian riwayat yang diyakini kaum Sufi menyatakan dengan kemampuan yang diberikan Allah karena doa seorang Ulama yang sudah sangat sepuh sangat mudah dikabulkan, Syarif Hidayat telah memindahkan istana Pakuan ke alam ghaib sehubungan dengan kerasnya penolakan Para Pendeta Sunda Wiwitan untuk tidak menerima Islam ataupun sekadar keluar dari wilayah Istana Pakuan.
Bagi para sejarawan beliau adalah peletak konsep Negara Islam modern ketika itu dengan bukti berkembangnya Kesultanan Banten sebagi negara maju dan makmur mencapai puncaknya 1650 hingga 1680 yang runtuh hanya karena pengkhianatan seorang anggota istana yang dikenal dengan nama Sultan Haji. Dengan segala jasanya umat Islam di Jawa Barat memanggil beliau dengan nama lengkap Syekh Mawlana Syarif Hidayatullah Sunan Gunung Jati Rahimahullah.
Dari: http://en.wikipedia.org/ Compiled by: Ihsan F. R
E-Mail: ichan90@yahoo.co.id
SEJARAH AWAL MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA 27

Kapitayan
    Sanghyang Taya, dialah sumber segala kejadian yang tidak bisa di lihat leh mata, tidak bisa di dengar telinga, tidak bisa di raba dengan tangan, tidak bisa di bayang-bayangkan,tidak bisa di pikirkan tidak bisa di bandingkan dengan sesuatu. Dialah Taya ( Jawa Kuno : hampa,suwung ). Dia tidak di lahirkan, tidak berawal, tidak berakhir,tidak ada makhluk hidup yang bisa mengenal keberadaaNya yang sejati. Manusia mengenalNya melalui Pengejawantahan kekuatan dan kekuasaan Nya di alam ini sebagai pribadi ilahi yang menjadi sumber yang tergelar di alam semesta. Yakni Pribadi Ilahi yang memiliki sifat dan nama sebagai pengenal keberadaan diri Nya yang mengejewantah dalam pribadi Ilahi yang disebut tu atau to.
Tu atau to

SEKOLAH KADER B…

By anggela yunanda

cerita cinta q

semenjak q knal m kmu
q tau pa artinya cnta
,,,,
tapi mngpa jarak memisahkan kta
,,,,,,,,,
q syang bnget m kmu
pa kmu jga bgtu…..?
entah lh….
q hrap bgtu
q harap kta dpat brtemu d suatu saat,,,,,
walau hnya utk smentara,,,,,atau slamanya……………

By anggela yunanda

GELOMBANG CINTA

GELOMBANG CINTA

Berjalan Menuju Satu Arah
Memantulkan Segenap Rasa
Membiaskan Setiap Getaran
Sebagai Magnet Dalam Jiwa

Walau Akan Merambat
Kesegala Arah
Menuju Medium Yang Dilaluinya
Ia Akan Sejajar
Dengan Rasa Yang Dimilikinya
Ia Akan Tegak Lurus
Dengan Sifat Yang Sesungguhnya
Ia Akan Meneruskan
Apa Yang Ada Di Hatinya
Karna Ia Gelombang Cinta

By anggela yunanda

narkoba

Sabtu, 25 Agustus 2012| Perempuan | Hidup Sehat | Otomotif | Travelista | Gadget | Cinema | Jendela Buku | Move Media Indonesia Politik Ekonomi Olahraga Sepak Bola Megapolitan Tanah Air Mancanegara IPTEK Humaniora Selebritas CITIZEN JOURNALISM KIRIM ARTIKEL !! | KEMBALI KE INDEKS Pecandu Narkoba adalah Korban PERMASALAHAN narkoba di Indonesia semakin hari semakin kompleks. Setiap tahunnya jumlah pengguna narkoba selalu meningkat. Kasus-kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang ditangani semakin hari semakin beragam modusnya. Berbagai temuan lapangan menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi lokasi yang strategis untuk peredaran narkoba. Penemuan sejumlah lokasi produksi narkoba menjadi bukti bahwa permasalahan ini masih harus menjadi fokus perhatian semua pihak. Kepala BNN Komjen Pol Gories Mere menyebutkan pada semester pertama 2011 kejahatan narkoba meningkat hingga 67%. (Sindo, 8 September 2011). Berdasarkan hasil survei BNN bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia pada tahun 2008 terdapat sekitar 3,6 juta orang penyalahguna narkoba di Indonesia. Bila tidak dilakukan penangangan serius, maka diperkirakan pada tahun 2015 jumlah penyalahguna narkoba akan meningkat menjadi 5,1 juta jiwa (Sinar edisi 4, 2011). Hal yang memprihatinkan adalah peredaran dan penyalahgunaan narkoba mengintai generasi muda. Hasil penelitian narapidana di lembaga permasyarakatan dan rumah tahanan negara oleh BNN dan BPS pada tahun 2003 menunjukkan 63% penyalahguna narkoba pertama kali menyalahgunakannya pada usia 15-21 tahun (Sinar edisi 2, 2011). Sementara 1 dari 10 responden penyalahguna narkoba, pertama kali menyalahgunakan narkoba pada saat berumur kurang dari 15 tahun. Hal ini tentu memberikan gambaran kepada kita bahwa generasi muda bangsa menghadapi ancaman yang serius. Oleh karena itu upaya pencegahan narkoba perlu menjadi perhatian para orang tua, guru, tokoh masyarakat, tokoh agama, kelompok remaja, lembaga pendidikan dan LSM-LSM. Upaya pencegahan narkoba memang bukan tanpa hambatan dan rintangan, namun jika semua pihak bersinergi tentu akan lebih mudah melakukannya. Kepolisian Republik Indonesia sebagai institusi penegak hukum yang bertugas menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat pun tidak tinggal diam. Berbagai operasi dilakukan demi mencegah peredaran gelap narkoba. Prestasi terhadap operasi pemberantasan peredaran narkoba pun banyak didapat polisi. Yang terbaru dan patut diapresiasi adalah penemuan ekstasi di ruko Mutiara Taman Palem, Cengkareng, merupakan penangkapan terbesar dalam sejarah narkoba di Indonesia. Polisi menemukan 600 ribu butir ekstasi. Penggrebekan di Kampung Ambon yang disebut sebagai kampung narkoba juga kerap dilakukan. Namun upaya pemberantasan narkoba oleh kepolisian serta aparat hukum lainnya masih dinilai kurang maksimal. Apalagi jika ditambah dengan isu adanya penjebakan oleh polisi dalam razia narkoba. Seperti yang diberitakan di Media Indonesia (MI) tanggal 20 Juni 2012, bahwa pada 19 Juni dini hari seorang warga sempat hampir menjadi korban modus kotor aparat kepolisian. Korban yang dalam perjalanan pulang, tiba-tiba mobilnya diberhentikan oleh polisi dan memeriksa mobilnya lalu seorang petugas tiba-tiba bertindak seolah-olah menemukan narkoba. Modus gelap polisi yang seperti ini tentu memberi gambaran bahwa fokus penanganan narkoba juga masih berfokus pada pemakai. Polisi seolah-olah ingin memperlihatkan diri bahwa berhasil meringkus pengguna narkoba. Masyarakat tentunya akan mendukung segala upaya penegak hukum dalam upaya untuk memberantas peredaran gelap narkoba, namun tentu dengan cara-cara yang elegan. Praktik busuk dengan menjebak tentu akan membuat masyarakat jengah. Sudah saatnya polisi mengubah paradigma pemberantasan narkoba. Jangan jadikan pemakai narkoba target operasi, sebab mereka pada dasarnya adalah korban yang seharusnya dibawa ke pusat rehabilitasi (MI, 20 Juni 2012). Penyalahguna dan pecandu pada dasarnya merupakan korban penyalahgunaan tindak pidana narkoba yang melanggar peraturan pemerintah, dan mereka semua merupakan warga negara Indonesia yang diharapkan dapat membangun negeri ini dari keterpurukan hampir di segala bidang (Moh. Taufik dkk, 2003). Secara hukum penyalahguna dan pecandu narkoba di satu sisi merupakan pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkoba, namun di sisi lain mereka merupakan korban. Pecandu narkoba dianggap sebagai pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkoba adalah dengan adanya ketentuan undang-undang narkoba yang mengatur mengenai pidana penjara yang diberikan kepada para pelaku penyalahgunaan narkoba. Kemudian, di sisi lainnya dapat dikatakan bahwa menurut undang-undang narkoba, pecandu narkoba tersebut merupakan korban adalah ditunjukkan dengan adanya ketentuan bahwa terhadap pecandu narkoba dapat dijatuhi vonis rehabilitasi. Pada dasarnya penjara bukan tempat dan solusi yang tepat bagi penyalahguna dan pecandu narkoba. Tanpa upaya diberikan proses terapi dan rehabilitasi, penjara akan semakin membuat penyalahguna mendapatkan suatu tekanan fisik, psikis dan sosial, hal ini akibat lingkungan sesama napi, proses eksploitasi oleh napi lain, kondisi kamar penjara yang lebih dari kapasitas (over capacity) (http://www.bppsdmk.depkes.go.id). ditulis oleh: lina febrianti – pada tanggal Senin, 25 Juni 2012 01:17 WIB Advertisement MORE NEWS» Senin, 25 Juni 2012 12:43 WIB DPR Beda Sikap Tanggapi Pembagian Kondom Senin, 25 Juni 2012 12:38 WIB ATP Larang Penggunaan Tanah Liat Biru Senin, 25 Juni 2012 12:32 WIB Kantor Badan TKI Semarang Dirampok, Rp120 Juta Raib Senin, 25 Juni 2012 12:30 WIB Kecenderungan Hobi Orang-orang Depresi Senin, 25 Juni 2012 12:27 WIB Pedagang Kaki Lima Bantu KPK Senin, 25 Juni 2012 12:26 WIB Djokovic Buka Wimbledon Hadapi Ferrero Senin, 25 Juni 2012 12:20 WIB Perencanaan Keuangan untuk Orang Tua Tunggal Senin, 25 Juni 2012 12:18 WIB Williams Pertimbangkan Nets dan Mavericks Senin, 25 Juni 2012 12:12 WIB Wah, Pemerintah Mau Bagi Kondom buat Warga Miskin dan Remaja Senin, 25 Juni 2012 12:10 WIB Parker Terancam Absen di Olimpiade Senin, 25 Juni 2012 11:53 WIB Wah, Kekaisaran Romawi Ternyata Pernah ke Jepang Senin, 25 Juni 2012 11:47 WIB Warga Pacitan Diminta Waspadai Angin Kencang Index Berita Facebook Page Twitter Metro TV Lampung Post Borneo News Yayasan Sukma Kick Andy MediaIndonesia.com FEATURES : Profil Perusahaan | Sejarah Singkat | Profil Pembaca | Karir KONTAK MEDIA : Iklan | Sirkulasi | Percetakkan | Production | Publishing rss © 2004 – 2012 MediaIndonesia.com All rights reserved. Comments & suggestions please email micom@mediaindonesia.com CBN

By anggela yunanda

who I am

 I don’t Think Who Iam …..But I am what I think……

 

 

be the best but don’t feel the best…….

By anggela yunanda